Jakarta

Pemerintah Tawarkan 10 Area Potensi Blok Migas Baru Hasil Studi Terbaru

Daerah Kamis, 05 Maret 2026 - 14:35 WIB
Pemerintah Tawarkan 10 Area Potensi Blok Migas Baru Hasil Studi Terbaru

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman

MIGASNEWS.CO, JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membuka peluang investasi baru di sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) dengan menawarkan 10 area potensi blok migas hasil studi terbaru. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong peningkatan produksi migas dalam negeri. 

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menyampaikan bahwa sepuluh area tersebut telah melalui studi mendalam yang dilakukan Badan Geologi dan LEMIGAS sehingga memiliki kualitas data yang lebih baik bagi calon investor. 

Menurutnya, area tersebut merupakan bagian dari 110 wilayah potensi migas yang telah dipetakan pemerintah hingga Februari 2026. Studi tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas data dan menekan risiko eksplorasi sehingga lebih menarik bagi investor untuk menanamkan modal di sektor migas. 

Adapun 10 area potensi blok migas yang ditawarkan meliputi Rupat, Puri, Karapan Baru, Pesut Mahakam, Bengara II, Maratua II, South Matindok, Lao-Lao, Rombebai, serta Northern Papua/Jayapura. Area-area ini tersebar di berbagai wilayah Indonesia. 

Pemerintah juga menyiapkan sejumlah insentif untuk menarik minat investor, di antaranya peningkatan bagi hasil kontraktor hingga 50 persen, fleksibilitas dalam pemilihan skema kontrak migas baik cost recovery maupun gross split, serta pembebasan pajak tidak langsung selama masa eksplorasi. 

Selain itu, pemerintah juga melakukan eksplorasi awal menggunakan pembiayaan APBN, termasuk kegiatan survei seismik, guna mengurangi risiko eksplorasi bagi investor. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat kegiatan eksplorasi dan meningkatkan investasi di sektor hulu migas. 

Kementerian ESDM membuka kesempatan bagi perusahaan migas yang berminat untuk mengajukan proposal melalui dua mekanisme, yakni penawaran langsung melalui studi bersama atau lelang reguler. Pengajuan proposal untuk 10 area tersebut dapat dilakukan mulai 1 hingga 10 April 2026. 

Pemerintah berharap penawaran wilayah kerja baru ini dapat mendorong aktivitas eksplorasi dan meningkatkan produksi migas nasional dalam beberapa tahun ke depan. (mm)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment