- Bahlil Tunda Kenaikan Tarif Royalti Tambang Emas Cs
- Tata Kelola Anggaran Terbaik, SKK Migas Raih “Jawara Of The Year 2025”
- SKK Migas : Sumur Baru PHR Zona 4 Hasilkan 3.073 Barel
- Vokasi PHR Bawa Dua Pemuda Riau Tembus Industri Migas
- Pertamina Patra Niaga Sumbagut Bersama DPR RI dan BPH Migas Tinjau SPBU di Riau
- Stok BBM Riau Aman, Antrean Kendaraan Berangsur Normal
- Enam Kandidat Lolos Seleksi Direksi BUMD Riau PT Riau Petroleum, Ini Daftarnya
- Jaga Stabilitas Pasokan Energi Domestik, Menteri Bahlil Kawal Diplomasi Energi dengan Rusia
- Ekspor Riau Menguat Ditopang Lemak dan Minyak Nabati
- Pemerintah Tawarkan 10 Area Potensi Blok Migas Baru Hasil Studi Terbaru
Terobosan Baru, Inkud Jajaki Eksplorasi Migas Bersama Mitra Internasional
Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi Kementerian Koperasi Henra Saragih berbicara dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Induk KUD Indonesia XLV Tahun Buku 2024 di Jakarta, Rabu (5/11/2025).
Berita Populer
- Daftar Lengkap Jurusan yang Dibutuhkan TNI Terkait Rekrutmen Calon Perwira Prajurit Karir 2018
- Ikan Asin Bukan Makanan Orang Miskin
- Masalah Pribadi Jadi Alasan Siswa SMP di Pekanbaru Sayat Tangan, Bukan karena Minuman Energi
- Satu Situs KPU Kampar Diduga Diretas, Satu Lainnya Tidak Bisa Diakses
- Polisi Dumai Sita 5 Butir Ekstasi dari Kotak Rokok dan Ciduk Dua Pelaku
Berita Terkait
- Terbukti Melakukan Korupsi Tiga Terdakwa Divonis 4 Tahun Penjara0
- Antisipasi Banjir di Bangkinang, Pemkab Kampar Akan Tambah Jalur Pembuangan Air0
- Harga Sembako di Tembilahan Normal Jelang Natal dan Tahun Baru 2019, Ini Daftarnya0
- Hasil SKD CPNS Kota Dumai 2018 Resmi Diumumkan Pemko Dumai Melalui Link Ini0
- Syafri Resmi Jadi Dirut BUMD Tuah Sekata usai Dilantik Bupati Pelalawan0
MIGASENWS.CO, JAKARTA - Induk Koperasi Unit Desa (Inkud) menjalin kerja sama eksplorasi minyak dan gas (migas) dengan dua perusahaan migas luar negeri, yakni PT Ellips Group (Uzbekistan) dan Center Wobang Hongkong Engineering Co Ltd.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan MoU yang disaksikan Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi Kementerian Koperasi Henra Saragih di sela kegiatan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Induk KUD Indonesia XLV Tahun Buku 2024 di Jakarta, Rabu.
Kerja sama ini menjadi tonggak bersejarah karena merupakan terobosan pertama koperasi Indonesia bermitra dengan perusahaan migas internasional.
Nilai investasi yang disepakati mencapai 30 juta dolar AS atau setara sekitar Rp501 miliar, sebut keterangan Kemenkop.
Kolaborasi tersebut mencakup program eksplorasi sumber daya energi di Indonesia serta transfer teknologi tinggi dari Rusia, yang ditargetkan mampu meningkatkan kapasitas produksi hingga 1.000 barel per hari.
Ketua Umum Inkud Portasius Nggedi menjelaskan dalam tahap awal, pihaknya bersama para mitra akan mengikuti tender eksplorasi migas di wilayah Jambi pada 2026, dengan fokus pada eksplorasi berkelanjutan berbasis masyarakat.
"Inkud juga akan berperan aktif dalam penyediaan tenaga kerja lokal, yang diyakini akan memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian daerah," kata Portasius.
Portasius menekankan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar proyek bisnis, tetapi bagian dari visi besar pemberdayaan ekonomi rakyat.
"Kami ingin menunjukkan bahwa koperasi mampu menjadi tulang punggung ekonomi modern. Melalui kerja sama ini, akan ada alih teknologi, peningkatan kapasitas SDM, dan penguatan ekonomi di tingkat akar rumput," katanya menambahkan.
Sementara itu, Henra menyatakan kerja sama ini membuktikan koperasi mampu mengelola usaha di berbagai sektor, termasuk eksplorasi pertambangan migas.
Ia menyebut dukungan regulasi seperti UU Minerba dan PP Nomor 39 Tahun 2025 sebagai landasan hukum yang memperkuat peran koperasi.
"Jangan sampai koperasi hanya alat dari perusahaan besar. Tetapi, koperasi itu sendiri sebagai pengelola tambang," ucap Henra.
Henra menambahkan sebagai turunan dari PP tersebut, Kemenkop telah menyusun Peraturan Menteri Koperasi yang mengatur koperasi sebagai penyelenggara dan pengelola tambang minerba, termasuk tambang rakyat.
Ia menilai langkah Inkud menunjukkan bahwa koperasi Indonesia kini tidak lagi terbatas pada sektor konvensional, melainkan siap menjadi pemain penting dalam sektor strategis seperti energi.
"Kami di Kemenkop mendukung penuh langkah progresif ini. Inkud telah membuktikan bahwa koperasi mampu bermitra dengan perusahaan global dan berperan dalam pembangunan energi nasional," tambah Henra.
