- Jaga Stabilitas Pasokan Energi Domestik, Menteri Bahlil Kawal Diplomasi Energi dengan Rusia
- Ekspor Riau Menguat Ditopang Lemak dan Minyak Nabati
- Pemerintah Tawarkan 10 Area Potensi Blok Migas Baru Hasil Studi Terbaru
- Perang Timur Tengah Memanas, Bahlil Ungkap Asal Impor Migas Indonesia
- Perusahaan Hashim Resmi Investasi di Proyek Migas Anambas Kepri
- Target naik 50 Persen, SKK Migas Uji Coba Injeksi Kimia di Lapangan Meruap
- Safari Ramadan di Tapung Hilir, Riau Petroleum Rokan Bantu Tiga Masjid
- Pj Sekda Kampar Sambut Audiensi PHR terkait Task Force Komsos
- EMP Temukan Cadangan Minyak di Pangkalan Kuras Pelalawan
- Laba Bersih EMP Naik 21 Persen Menjadi Rp1,6 Triliun pada 2025
Oversupply Minyak Dunia Tekan ICP Desember 2025 ke Level USD61,10 per Barel
Berita Populer
- Daftar Lengkap Jurusan yang Dibutuhkan TNI Terkait Rekrutmen Calon Perwira Prajurit Karir 2018
- Ikan Asin Bukan Makanan Orang Miskin
- Masalah Pribadi Jadi Alasan Siswa SMP di Pekanbaru Sayat Tangan, Bukan karena Minuman Energi
- Satu Situs KPU Kampar Diduga Diretas, Satu Lainnya Tidak Bisa Diakses
- Polisi Dumai Sita 5 Butir Ekstasi dari Kotak Rokok dan Ciduk Dua Pelaku
Berita Terkait
- Masyarakat di Sepanjang Aliran Sungai Kampar Harus Waspada, Sore Ini Pintu Pelimpahan Dibuka 80 Cm L0
- Terbukti Melakukan Korupsi Tiga Terdakwa Divonis 4 Tahun Penjara0
- Antisipasi Banjir di Bangkinang, Pemkab Kampar Akan Tambah Jalur Pembuangan Air0
- Harga Sembako di Tembilahan Normal Jelang Natal dan Tahun Baru 2019, Ini Daftarnya0
- Hasil SKD CPNS Kota Dumai 2018 Resmi Diumumkan Pemko Dumai Melalui Link Ini0
MIGASNEWS.CO, JAKARTA - Rata-rata minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) bulan Desember 2025 ditetapkan pada level USD61,10 per barel. Angka ini menurun sebanyak USD1,73 per barel dari ICP bulan November 2025 sebesar USD62,83 per barel. Penetapan ICP Desember 2025 sebesar USD61,10 per barel, tercantum dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 10.K/MG.03/MEM.M/2026 tentang Harga Minyak Mentah Bulan Desember 2025, pada 9 Januari 2025.
Penurunan angka ICP pada bulan Desember 2025 diakibatkan kekhawatiran pasar akan narasi "super glut" atau kelebihan pasokan, serta kondisi oversupply minyak dunia, yang dipengaruhi oleh produksi Amerika Serikat (AS) yang tinggi, peningkatan produksi OPEC+, dan proyeksi IEA di tahun 2026 yang surplus sebesar 3,7-4 juta barel per hari (bph), melebihi stok pada saat pandemi.
Lebih lanjut Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaiman menyatakan, faktor lainnya yang menyebabkan penurunan ICP adalah risiko geopolitik Rusia-Ukraina yang berpotensi mereda pasca penawaran pembatalan aspirasi untuk bergabung dengan NATO oleh Ukraina. Tak hanya itu, pejabat Rusia juga menyampaikan adanya proyeksi kenaikan produksi minyak tahun 2025 naik menjadi 10,36 juta bph dan akan kembali meningkat pada 2026 mencapai 10,54 juta bph.
"Penurunan ICP bulan Desember juga disebabkan peningkatan suplai minyak dunia, di mana terdapat peningkatan produksi OPEC+ bulan November 2025 yang dibandingkan dengan November 2024 atau month over month (mom), menjadi 43,065 ribu bph," tambah Laode di Jakarta, Kamis (15/1).
Adapun OPEC merevisi proyeksi pertumbuhan produksi negara Non-OPEC+ tahun 2025 apabila dibandingkan dengan tahun 2024 pada publikasi Desember 2025, naik sebesar 40 ribu bph dibandingkan November 2025 menjadi 0,95 juta bph. Sementara S&P Global merivisi proyeksi pertumbuhan permintaan 2025 turun sebesar 16 ribu bph menjadi 730 ribu bph pada publikasi Desember 2025 dibandingkan bulan sebelumnya.
Sementara, untuk kawasan Asia Pasifik, perubahan harga minyak mentah selain disebabkan oleh faktor-faktor tersebut, juga dipengaruhi oleh crude throughput Cina yang turun sebesar 0,9% mom di bulan November 2025 menjadi 14,86 juta bph. Angka tersebut adalah yang terendah dalam 6 bulan terakhir.
Selanjutnya, perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama pada Desember 2025 dibandingkan November 2025 mengalami penurunan sebagai berikut:
Dated Brent turun sebesar USD0,95/barel dari USD63,65/barel menjadi USD62,70/barel.
WTI (Nymex) turun sebesar USD1,61/barel dari USD59,48/barel menjadi USD57,87/barel.
Brent (ICE) turun sebesar USD2,02/barel dari USD63,66/barel menjadi USD61,64/barel.
Basket OPEC turun sebesar USD2,61/barel dari USD64,46/barel menjadi USD61,85/barel.
Rata-rata ICP minyak mentah Indonesia turun sebesar USD1,73/barel dari USD62,83/barel menjadi USD61,10/barel. (mm)
