- Bahlil Tunda Kenaikan Tarif Royalti Tambang Emas Cs
- Tata Kelola Anggaran Terbaik, SKK Migas Raih “Jawara Of The Year 2025”
- SKK Migas : Sumur Baru PHR Zona 4 Hasilkan 3.073 Barel
- Vokasi PHR Bawa Dua Pemuda Riau Tembus Industri Migas
- Pertamina Patra Niaga Sumbagut Bersama DPR RI dan BPH Migas Tinjau SPBU di Riau
- Stok BBM Riau Aman, Antrean Kendaraan Berangsur Normal
- Enam Kandidat Lolos Seleksi Direksi BUMD Riau PT Riau Petroleum, Ini Daftarnya
- Jaga Stabilitas Pasokan Energi Domestik, Menteri Bahlil Kawal Diplomasi Energi dengan Rusia
- Ekspor Riau Menguat Ditopang Lemak dan Minyak Nabati
- Pemerintah Tawarkan 10 Area Potensi Blok Migas Baru Hasil Studi Terbaru
Diperiksa Kejagung, Sudirman Said Tegaskan Alami Hambatan Bereskan Mafia Migas
Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said usai diperiksa Kejagung, Senin (19/1/2026).
Berita Populer
- Daftar Lengkap Jurusan yang Dibutuhkan TNI Terkait Rekrutmen Calon Perwira Prajurit Karir 2018
- Ikan Asin Bukan Makanan Orang Miskin
- Masalah Pribadi Jadi Alasan Siswa SMP di Pekanbaru Sayat Tangan, Bukan karena Minuman Energi
- Satu Situs KPU Kampar Diduga Diretas, Satu Lainnya Tidak Bisa Diakses
- Polisi Dumai Sita 5 Butir Ekstasi dari Kotak Rokok dan Ciduk Dua Pelaku
Berita Terkait
- Masyarakat di Sepanjang Aliran Sungai Kampar Harus Waspada, Sore Ini Pintu Pelimpahan Dibuka 80 Cm L0
- Terbukti Melakukan Korupsi Tiga Terdakwa Divonis 4 Tahun Penjara0
- Antisipasi Banjir di Bangkinang, Pemkab Kampar Akan Tambah Jalur Pembuangan Air0
- Harga Sembako di Tembilahan Normal Jelang Natal dan Tahun Baru 2019, Ini Daftarnya0
- Hasil SKD CPNS Kota Dumai 2018 Resmi Diumumkan Pemko Dumai Melalui Link Ini0
MIGASNEWS.CO, JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa eks Menteri ESDM Sudirman Said, terkait kasus dugaan korupsi dalam pengadaan minyak mentah, hari ini, 19 Januari 2026. Sudirman menegaskan telah memberikan semua informasi yang diketahuinya demi memberantas mafia.
"Pemberesan mafia migas adalah soal kelurusan arah kepemimpinan negara," kata Sudirman di Gedung Kejagung, Jakarta Selatan, Senin, 19 Januari 2026.
Sudirman mengatakan, pemberantasan mafia sudah jadi perintah Presiden ke-7 RI Joko Widodo sejak 2014. Menurutnya, masalah yang ditanyakan penyidik merupakan kasus lama.
"Dua kali saya mendapat amanah negara untuk membereskan sektor energi. Pertama, sebagai Senior Vice President Kepala Integrated Supply Chain Pertamina pada 2008–2009. Kedua, sebagai Menteri ESDM pada 2014–2016," ucap Sudirman.
Sudirman mengaku kaget masalah lama itu belum tuntas hingga saat ini. Karenanya, dia mengaku siap membantu Kejagung untuk menuntaskan permasalahan dengan semua data yang diketahuinya.
"Keduanya terhenti sebelum tuntas bukan karena kekurangan perangkat teknis atau ketiadaan orang-orang yang bekerja sungguh-sungguh, tapi karena political will yang setengah hati," ujar Sudirman.
Naik ke tahap penyidikan
Sebelumnya, Kejagung mengusut kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk jadi kilang minyak di Petral. Kasus ini telah ditingkatkan ke tahap penyidikan sejak Oktober 2025.
Kejagung belum menetapkan tersangka dalam kasus ini. Korps Adhyaksa juga belum menaksir nilai kerugian keuangan negaranya.*
