- Bahlil Tunda Kenaikan Tarif Royalti Tambang Emas Cs
- Tata Kelola Anggaran Terbaik, SKK Migas Raih “Jawara Of The Year 2025”
- SKK Migas : Sumur Baru PHR Zona 4 Hasilkan 3.073 Barel
- Vokasi PHR Bawa Dua Pemuda Riau Tembus Industri Migas
- Pertamina Patra Niaga Sumbagut Bersama DPR RI dan BPH Migas Tinjau SPBU di Riau
- Stok BBM Riau Aman, Antrean Kendaraan Berangsur Normal
- Enam Kandidat Lolos Seleksi Direksi BUMD Riau PT Riau Petroleum, Ini Daftarnya
- Jaga Stabilitas Pasokan Energi Domestik, Menteri Bahlil Kawal Diplomasi Energi dengan Rusia
- Ekspor Riau Menguat Ditopang Lemak dan Minyak Nabati
- Pemerintah Tawarkan 10 Area Potensi Blok Migas Baru Hasil Studi Terbaru
Perusahaan Hashim Resmi Investasi di Proyek Migas Anambas Kepri
SKK Migas bersama Conrad Asia Energy menggelar upacara penandaan dimulainya tahap implementasi Final Investment Decision (FID) untuk Pengembangan Lapangan Gas Mako di Wilayah Kerja Duyung, lepas pantai Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau, yang dioperasikan oleh West Natuna Exploration Limited (WNEL). Acara tersebut dihadiri Kepala SKK Migas Djoko Siswanto serta pengusaha Hashim S. Djojohadikusumo pada Senin (2/3) di Kantor SKK Migas, Jakarta.
Berita Populer
- Daftar Lengkap Jurusan yang Dibutuhkan TNI Terkait Rekrutmen Calon Perwira Prajurit Karir 2018
- Ikan Asin Bukan Makanan Orang Miskin
- Masalah Pribadi Jadi Alasan Siswa SMP di Pekanbaru Sayat Tangan, Bukan karena Minuman Energi
- Satu Situs KPU Kampar Diduga Diretas, Satu Lainnya Tidak Bisa Diakses
- Polisi Dumai Sita 5 Butir Ekstasi dari Kotak Rokok dan Ciduk Dua Pelaku
Berita Terkait
- Masyarakat di Sepanjang Aliran Sungai Kampar Harus Waspada, Sore Ini Pintu Pelimpahan Dibuka 80 Cm L0
- Terbukti Melakukan Korupsi Tiga Terdakwa Divonis 4 Tahun Penjara0
- Antisipasi Banjir di Bangkinang, Pemkab Kampar Akan Tambah Jalur Pembuangan Air0
- Harga Sembako di Tembilahan Normal Jelang Natal dan Tahun Baru 2019, Ini Daftarnya0
- Hasil SKD CPNS Kota Dumai 2018 Resmi Diumumkan Pemko Dumai Melalui Link Ini0
MIGASNEWS.CO, JAKARTA - Conrad Asia Energy menggelar upacara penandaan dimulainya tahap implementasi Keputusan Investasi Akhir atau Final Investment Decision (FID) untuk Pengembangan Lapangan Gas Mako di Wilayah Kerja Duyung, lepas pantai Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau, yang dioperasikan oleh West Natuna Exploration Limited (WNEL).
Acara tersebut dihadiri oleh Kepala SKK Migas Djoko Siswanto, serta pengusaha Hashim S. Djojohadikusumo pada Senin (2/3/2026) di Kantor SKK Migas, Jakarta. Turut hadir perwakilan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, PT PLN EPI, Bank Negara Indonesia, serta jajaran manajemen SKK Migas.
Lapangan Gas Mako kini menjadi bagian dari investasi strategis yang dikembangkan melalui kerja sama pemerintah, WNEL sebagai operator, dan PT Nations Natuna Barat, entitas di bawah Arsari Group milik Hashim S. Djojohadikusumo dan akan menjadi pemegang mayoritas hak partisipasi di Blok Duyung.
Dengan pengalaman mendalam pengusaha Hashim S. Djojohadikusumo di industri migas, serta dukungan pendanaan dari Bank Negara Indonesia (BNI), PT Nations Natuna Barat memperkuat struktur pembiayaan dan tata kelola proyek untuk memastikan kelangsungan pengembangan Lapangan Gas Mako hingga fase produksi pertama.
Sebagai bagian dari upaya memastikan kepastian komersialisasi gas, WNEL telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Gas (Gas Sales Agreement/GSA) dengan PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) sebagai offtaker atau pembeli gasnya.
Adapun, penandatanganan GSA tersebut menjadi fondasi penting dalam mendukung kelayakan proyek sekaligus menjamin penyerapan produksi gas Lapangan Mako untuk kebutuhan pembangkit listrik nasional.
Djoko Siswanto menyampaikan bahwa dimulainya tahap implementasi FID Lapangan Gas Mako merupakan langkah strategis dalam menjaga kesinambungan pasokan gas nasional.
"Keputusan investasi ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah dan KKKS untuk mempercepat pengembangan lapangan gas potensial. Lapangan Gas Mako diharapkan memberikan kontribusi signifikan terhadap produksi gas nasional serta mendukung kebutuhan energi dalam negeri," ungkap Djoko dalam keterangan tertulis, Selasa (3/3/2026).
Ia menegaskan SKK Migas akan terus mengawal pelaksanaan proyek agar berjalan sesuai rencana, tepat waktu, tepat biaya, serta mengedepankan aspek keselamatan kerja dan kepatuhan terhadap regulasi.
Momentum ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan Lapangan Gas Mako. Tahap implementasi pasca-FID mencerminkan sinergi antara pemerintah dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dalam mendukung peningkatan produksi gas nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia.
Pengembangan Proyek Mako memasuki rangkaian fase utama mulai dari Pre FID pada 2025 hingga mencapai First Gas pada Q4 2027. Kegiatan mencakup engineering, procurement, konstruksi, pengeboran, instalasi offshore, hingga commissioning dan start up. Proyek ini ditargetkan dapat beroperasi sesuai jadwal untuk mendukung kebutuhan energi nasional.
Chairman Conrad Asia Energi Peter Botten menyampaikan bahwa FID proyek Gas Mako dapat terwujud berkat kolaborasi antara para KKKS Wilayah Kerja Duyung, SKK Migas dan instansi pemerintah terkait, PLN EPI sebagai offtaker, serta mitra nasional yang turut memperkuat struktur proyek.
Sementara itu, CEO Arsari Group Hashim S. Djojohadikusumo menyatakan bahwa keterlibatan pihaknya dalam pengembangan Lapangan Gas Mako merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk mendukung ketahanan energi nasional.
"Dengan pengalaman panjang dan teruji di sektor migas serta dukungan pembiayaan yang solid, kami optimistis proyek ini dapat dijalankan secara profesional, tepat waktu, dan memberikan kontribusi nyata bagi penerimaan negara serta penguatan ketahanan energi Indonesia," ujar Hashim.
Proyek Mako memasuki rangkaian fase utama mulai dari Pre-FID pada 2025 hingga target First Gas pada November 2027. Kegiatan mencakup engineering, procurement, konstruksi, pengeboran, instalasi offshore, hingga commissioning dan start-up. Lapangan Gas Mako diperkirakan mulai berproduksi (onstream) pada kuartal IV tahun 2027 dan diharapkan memberikan dampak positif bagi keberlanjutan sektor hulu migas Indonesia. (mm)
