- Jaga Stabilitas Pasokan Energi Domestik, Menteri Bahlil Kawal Diplomasi Energi dengan Rusia
- Ekspor Riau Menguat Ditopang Lemak dan Minyak Nabati
- Pemerintah Tawarkan 10 Area Potensi Blok Migas Baru Hasil Studi Terbaru
- Perang Timur Tengah Memanas, Bahlil Ungkap Asal Impor Migas Indonesia
- Perusahaan Hashim Resmi Investasi di Proyek Migas Anambas Kepri
- Target naik 50 Persen, SKK Migas Uji Coba Injeksi Kimia di Lapangan Meruap
- Safari Ramadan di Tapung Hilir, Riau Petroleum Rokan Bantu Tiga Masjid
- Pj Sekda Kampar Sambut Audiensi PHR terkait Task Force Komsos
- EMP Temukan Cadangan Minyak di Pangkalan Kuras Pelalawan
- Laba Bersih EMP Naik 21 Persen Menjadi Rp1,6 Triliun pada 2025
Target naik 50 Persen, SKK Migas Uji Coba Injeksi Kimia di Lapangan Meruap
Berita Populer
- Daftar Lengkap Jurusan yang Dibutuhkan TNI Terkait Rekrutmen Calon Perwira Prajurit Karir 2018
- Ikan Asin Bukan Makanan Orang Miskin
- Masalah Pribadi Jadi Alasan Siswa SMP di Pekanbaru Sayat Tangan, Bukan karena Minuman Energi
- Satu Situs KPU Kampar Diduga Diretas, Satu Lainnya Tidak Bisa Diakses
- Polisi Dumai Sita 5 Butir Ekstasi dari Kotak Rokok dan Ciduk Dua Pelaku
Berita Terkait
- Masyarakat di Sepanjang Aliran Sungai Kampar Harus Waspada, Sore Ini Pintu Pelimpahan Dibuka 80 Cm L0
- Terbukti Melakukan Korupsi Tiga Terdakwa Divonis 4 Tahun Penjara0
- Antisipasi Banjir di Bangkinang, Pemkab Kampar Akan Tambah Jalur Pembuangan Air0
- Harga Sembako di Tembilahan Normal Jelang Natal dan Tahun Baru 2019, Ini Daftarnya0
- Hasil SKD CPNS Kota Dumai 2018 Resmi Diumumkan Pemko Dumai Melalui Link Ini0
MIGASNEWS.CO, JAKARTA – SKK Migas mulai menguji coba teknologi injeksi kimia di Lapangan Meruap, Kabupaten Sarolangun, Jambi, sebagai upaya meningkatkan produksi minyak dari lapangan yang telah memasuki tahap matang. Program ini diharapkan mampu mendongkrak produksi hingga lebih dari 50 persen.
Peresmian uji coba atau *field trial* tersebut dilakukan oleh Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, Selasa (3/3). Program dijalankan melalui Kerja Sama Operasi (KSO) antara Pertamina EP dan Samudera Energy Bandar Wijaya Property di Lapangan Meruap dengan menerapkan metode Enhanced Oil Recovery (EOR).
Teknologi EOR digunakan untuk meningkatkan perolehan minyak dari sumur-sumur yang produksinya mulai menurun. Melalui uji coba injeksi kimia ini, perolehan minyak diproyeksikan meningkat sekitar 16 persen dari total 16 sumur yang terdiri atas tiga sumur injeksi dan 13 sumur produksi.
Program ini juga ditargetkan menambah cadangan minyak sekitar 50.000 barel serta meningkatkan produksi menjadi 280 barel per hari. Angka tersebut naik lebih dari 50 persen dibandingkan produksi dasar saat ini yang sekitar 180 barel per hari pada tiga pola pengembangan yang diuji.
General Manager KSO BWP Meruap, Ani Surakhman, mengatakan dukungan SKK Migas sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan proyek sangat membantu kelancaran program. Kehadiran langsung Kepala SKK Migas di lokasi uji coba juga menjadi penyemangat bagi tim lapangan untuk terus mengoptimalkan produksi.
Djoko menjelaskan, Lapangan Meruap saat ini telah memasuki tahap produksi ketiga dan tergolong sebagai lapangan tua atau *mature field*. Tantangan utama yang dihadapi adalah penurunan tekanan reservoir serta tingginya kandungan air pada produksi minyak.
Menurutnya, uji coba ini diharapkan menjadi pintu masuk penerapan injeksi kimia secara lebih luas di berbagai lapangan migas tua di Indonesia. Langkah tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk mengoptimalkan produksi dari lapangan eksisting dibandingkan mengandalkan eksplorasi baru yang berisiko tinggi dan membutuhkan biaya besar.
Ia juga menegaskan pentingnya penerapan prinsip keselamatan kerja serta perlindungan lingkungan dalam setiap tahapan kegiatan. Keselamatan pekerja dan kepatuhan terhadap regulasi menjadi prioritas utama dalam operasional proyek.
Sebagai informasi, Lapangan Meruap dikelola oleh Pertamina EP dan dikerjasamakan dengan BWP Meruap melalui skema KSO sejak Juli 2014. Pada masa puncaknya, lapangan ini pernah memproduksi sekitar 5.000 barel per hari pada tahap produksi primer dan sekitar 2.500 barel per hari pada tahap sekunder. (mm)
