- Pemerintah Sesuaikan Lagi Harga BBM, Harga Pertamax di Riau Turun Jadi Rp16.650 per Liter
- Gelar Pertandingan Olahraga, PWI Riau Perkuat Sinergi dengan SKK Migas Sumbagut dan EMP Bentu
- Berkah PHR Dampingi UMKM, Produk Koperasi Pucuk Rebung Tembus Pasar Internasional
- Tampil di Forum Seskoau, Bupati Afni Uraikan Peran Strategis Siak Bagi Ketahanan Energi Nasional
- Semester I/2026, Pertamina Hulu Energi Produksi Minyak dan Gas 935.000 Barel Per Hari
- Pemprov Jambi Tunggu Izin 4 BUMD Kelola Sumur Minyak Masyarakat
- 700 Kilang Minyak Ilegal 6 Wilayah, Berpotensi jadi Ancaman Serius Lifting Nasional
- Kuatkan Literasi Pendidikan, Pertamina EP Lirik Field Dirikan Rumah Baca Lilac di Inhu
- Ekonom Unri Kaji Soal PI Migas 10%, Dahlan: Dana Itu Bukan ‘’Amplop’’ yang Dibagi-bagi
- Permintaan Meningkat 20 Persen, Pertamina Tambah Pasokan Biosolar di Riau
Kebutuhan BBM Naik 10 Persen, BPH Migas Janji 2 Hari Tuntaskan Antrean BBM di SPBU
Kenaikan kebutuhan BBM di sejumlah titik mencapai 10-15 persen, BPH Migas bersama Pertamina Patra Niaga pun terus melakukan normalisasi distribusi untuk mencegah masyarakat melakukan panic buying.
Berita Populer
- Daftar Lengkap Jurusan yang Dibutuhkan TNI Terkait Rekrutmen Calon Perwira Prajurit Karir 2018
- Ikan Asin Bukan Makanan Orang Miskin
- Masalah Pribadi Jadi Alasan Siswa SMP di Pekanbaru Sayat Tangan, Bukan karena Minuman Energi
- Satu Situs KPU Kampar Diduga Diretas, Satu Lainnya Tidak Bisa Diakses
- Polisi Dumai Sita 5 Butir Ekstasi dari Kotak Rokok dan Ciduk Dua Pelaku
Berita Terkait
- Ajang Kebangkitan, Suku Talang Mamak di Inhu Kembali Gelar Gawai Gedang 20180
- Atraksi Silat di Siak Sambut Kedatangan Rombongan Pertukaran Pemuda Indonesia-Australia0
- PN Bengkalis Surati Kejagung karena Tuntutan Tiga Terdakwa 55 Kg Sabu Tak Juga Dibacakan0
- Polisi Masih Selidiki Kasus Temuan Mayat di Perairan Bengkalis0
- Imbau Peserta Ujian SKB Lihat Portal Web, BKPSDM Inhil: 13 Peserta Belum Daftar Ulang0
MIGASNEWS.CO, JAKARTA – Seakan jadi pemandangan umum, antrean BBM terus terjadi, termasuk di Riau. Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menjanjikan antrean di sejumlah SPBU di Sumatera dan daerah lain akan terurai dalam waktu paling lama dua hari.
Kepala BPH Migas Wahyudi Anas mengatakan stok BBM subsidi seperti Biosolar dan Pertalite masih cukup untuk melayani kebutuhan masyarakat.
"Kami terus berjuang keras untuk normalisasi dan paling lama 1-2 hari ke depan insya Allah semua akan terurai dan cukup lancar kembali," ujar Wahyudi dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta pada Kamis (16/7/2026).
Dia mengatakan antrean terjadi karena adanya perubahan pola pembelian BBM. Sebagian masyarakat yang sebelumnya membeli BBM nonsubsidi kini beralih menggunakan BBM subsidi.
"Adanya indikasi antrean disebabkan shifting, perubahan pola pembelian BBM nonsubsidi. Banyak yang pindah menjadi subsidi. Itu sesuai regulasi ketentuan memang diizinkan dan dimungkinkan untuk masyarakat," ujar Wahyudi seperti dilansir CNN.
Namun, peningkatan penggunaan BBM subsidi membuat antrean semakin panjang di sejumlah wilayah, terutama di jalur logistik dan jalur Trans Sumatra.
Menurut Wahyudi, kenaikan kebutuhan BBM di sejumlah titik mencapai 10-15 persen. BPH Migas bersama Pertamina Patra Niaga pun terus melakukan normalisasi distribusi untuk mencegah masyarakat melakukan panic buying.
"Kita lakukan ini untuk melayani masyarakat agar tidak melakukan panic buying untuk membeli BBM yang berlebih," ujarnya.
Wahyudi mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan harian dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan.
BPH Migas juga terus menindak penyalahgunaan BBM subsidi, termasuk dengan memblokir QR code dan menyerahkan kendaraan yang terbukti melakukan pembelian berulang kepada aparat penegak hukum.
Dia mengatakan penambahan armada distribusi telah dilakukan untuk mempercepat pasokan BBM ke sejumlah wilayah yang mengalami kepadatan antrean.
"Pertamina Patra Niaga, regional maupun pusat, sudah mengamanahkan untuk menambah armada baru. Kemudian kaitannya dengan kemampuan driver, ini sudah dioptimalkan dengan TNI," ujar Wahyudi.
Menurut dia, distribusi juga dilakukan selama 24 jam dengan memanfaatkan waktu ketika kepadatan lalu lintas lebih rendah, yaitu pada dini hari. Dengan demikian, pasokan BBM dapat tersedia saat masyarakat mulai beraktivitas.
Wahyudi mengatakan alokasi BBM di setiap regional yang menjadi titik kepadatan dan pusat peningkatan aktivitas ekonomi juga telah disesuaikan.
"Kita sudah sepakat alokasi BBM di setiap regional yang menjadi titik kepadatan dan titik peningkatan ekonomi di masyarakat, ini semua akan diperlancar dan akan dipenuhi semuanya," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Taufik Aditiyawarman menanggapi informasi mengenai pemberhentian massal sopir truk tangki BBM yang disebut menjadi salah satu faktor kelangkaan BBM di sejumlah daerah.
Taufik mengatakan Pertamina memiliki aturan terkait kedisiplinan armada dan akan memberikan tindakan terhadap pengemudi yang melakukan pelanggaran.
"Kalau memang yang melakukan pelanggaran kita tindak disiplin. Kemudian sebagai backup-nya tentunya kami juga menyiapkan back up supaya kekosongan itu tidak terjadi. Itu yang kami lakukan saat ini dan juga ke depan," ujar Taufik. (FSY/SP)





