- Gelar Pertandingan Olahraga, PWI Riau Perkuat Sinergi dengan SKK Migas Sumbagut dan EMP Bentu
- Berkah PHR Dampingi UMKM, Produk Koperasi Pucuk Rebung Tembus Pasar Internasional
- Tampil di Forum Seskoau, Bupati Afni Uraikan Peran Strategis Siak Bagi Ketahanan Energi Nasional
- Semester I/2026, Pertamina Hulu Energi Produksi Minyak dan Gas 935.000 Barel Per Hari
- Pemprov Jambi Tunggu Izin 4 BUMD Kelola Sumur Minyak Masyarakat
- 700 Kilang Minyak Ilegal 6 Wilayah, Berpotensi jadi Ancaman Serius Lifting Nasional
- Kuatkan Literasi Pendidikan, Pertamina EP Lirik Field Dirikan Rumah Baca Lilac di Inhu
- Ekonom Unri Kaji Soal PI Migas 10%, Dahlan: Dana Itu Bukan ‘’Amplop’’ yang Dibagi-bagi
- Permintaan Meningkat 20 Persen, Pertamina Tambah Pasokan Biosolar di Riau
- Strategi Ekspansi, PT Pertamina Hulu Energi Sudah Tambah 9 Ladang Minyak dan Gas
Capai Pertumbuhan Bisnis dan Konektivitas Gas Sumatera, PGN Siapkan Infrastruktur untuk Inve
Hingga April 2026, melalui Sales and Operation Region I (SOR I), PGN menyalurkan gas bumi sebesar ± 147 BBTUD kepada lebih dari 136 ribu pelanggan di wilayah Sumatera dan Kepulauan Riau.
Berita Populer
- Daftar Lengkap Jurusan yang Dibutuhkan TNI Terkait Rekrutmen Calon Perwira Prajurit Karir 2018
- Ikan Asin Bukan Makanan Orang Miskin
- Masalah Pribadi Jadi Alasan Siswa SMP di Pekanbaru Sayat Tangan, Bukan karena Minuman Energi
- Satu Situs KPU Kampar Diduga Diretas, Satu Lainnya Tidak Bisa Diakses
- Polisi Dumai Sita 5 Butir Ekstasi dari Kotak Rokok dan Ciduk Dua Pelaku
Berita Terkait
- Ajang Kebangkitan, Suku Talang Mamak di Inhu Kembali Gelar Gawai Gedang 20180
- Atraksi Silat di Siak Sambut Kedatangan Rombongan Pertukaran Pemuda Indonesia-Australia0
- PN Bengkalis Surati Kejagung karena Tuntutan Tiga Terdakwa 55 Kg Sabu Tak Juga Dibacakan0
- Polisi Masih Selidiki Kasus Temuan Mayat di Perairan Bengkalis0
- Imbau Peserta Ujian SKB Lihat Portal Web, BKPSDM Inhil: 13 Peserta Belum Daftar Ulang0
MIGASNEWS.CO, JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina mengajak investor ritel terbesar Perseroan meninjau langsung fasilitas operasi gas bumi di Sumatera Utara sebagai bagian dari upaya memperkuat transparansi sekaligus menunjukkan kesiapan infrastruktur yang menjadi fondasi pertumbuhan bisnis gas bumi di wilayah Sumatera dan Kepulauan Riau.
Kegiatan ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai pengelolaan infrastruktur, keandalan pasokan, serta potensi pengembangan pasar gas bumi yang akan semakin diperkuat melalui berbagai proyek strategis, termasuk dukungan terhadap pembangunan Pipa Transmisi Sumatera Utara–Riau (Sutri) yang dilaksanakan oleh Kementerian ESDM. Pengembangan jaringan tersebut diharapkan semakin meningkatkan konektivitas pasokan sekaligus membuka peluang pemanfaatan gas bumi di berbagai pusat pertumbuhan ekonomi.
Hingga April 2026, melalui Sales and Operation Region I (SOR I), PGN menyalurkan gas bumi sebesar ± 147 BBTUD kepada lebih dari 136 ribu pelanggan di wilayah Sumatera dan Kepulauan Riau.
Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Heri Murahmanta, menjelaskan bahwa wilayah ini memiliki karakteristik pasar yang saling melengkapi, yaitu pelanggan industri berkapasitas besar (high volume anchor) di Batam serta pasar dengan tingkat penetrasi tinggi (high penetration market) di Palembang dan Medan.
“Kombinasi karakteristik pasar tersebut menjadi kekuatan bagi PGN dalam menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan, sekaligus menciptakan portofolio pelanggan dengan profil risiko yang lebih terukur,” ujar Heri.
Dari sisi infrastruktur, operasi PGN di Sumatera Utara juga didukung jaringan yang dikelola oleh anak usaha, PT Pertamina Gas Operation North Sumatera Area (ONSA). Jaringan tersebut terintegrasi dengan berbagai sumber pasokan domestik, termasuk regasifikasi LNG Arun serta pasokan dari sejumlah blok hulu, yang selanjutnya didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik, kawasan industri, hingga sektor pupuk.
Menurut Heri, pengembangan Pipa Transmisi Sumatera Utara–Riau akan menjadi langkah strategis dalam memperkuat konektivitas jaringan gas di Pulau Sumatera. Jaringan transmisi tersebut akan menghubungkan wilayah Sumatera bagian utara, tengah, hingga selatan sehingga memperluas fleksibilitas penyaluran gas bumi dari Aceh sampai Lampung.
“Bagi PGN, integrasi jaringan gas bumi memberikan fleksibilitas yang lebih tinggi dalam mengelola pasokan sekaligus membuka akses terhadap sumber gas baru. Dengan sistem yang semakin terhubung, pemanfaatan gas domestik dapat dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan berbagai sektor ekonomi secara lebih andal dan efisien,” jelas Heri.
Selain memperkuat konektivitas antardaerah, PGN saat ini juga mengoperasikan jaringan pipa gas bumi sepanjang ±1.834 kilometer yang melayani pelanggan rumah tangga, pelanggan kecil, pelanggan komersial dan industri di wilayah Sumatera bagian Utara. Keberadaan fasilitas offtake station, seperti Pasar IX, turut meningkatkan fleksibilitas distribusi sekaligus mendukung efisiensi pengembangan jaringan gas di masa mendatang.
Heri menambahkan bahwa penguatan jaringan transmisi dan distribusi merupakan bagian dari strategi jangka panjang PGN untuk mengoptimalkan pemanfaatan gas bumi domestik. Strategi tersebut didukung oleh integrasi infrastruktur pipa dan nonpipa, termasuk CNG dan LNG, sehingga PGN mampu menjangkau kebutuhan pelanggan yang semakin beragam di berbagai wilayah.
“Sumatera dan Kepulauan Riau memiliki potensi pertumbuhan industri yang sangat menjanjikan. Dengan jaringan yang semakin terintegrasi, pasokan yang andal, serta portofolio infrastruktur yang terus berkembang, PGN optimistis dapat memperluas pemanfaatan gas bumi, memperkuat pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan, sekaligus menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi para pemegang saham,” ujar Heri. (FSY/INT)





