- Gelar Pertandingan Olahraga, PWI Riau Perkuat Sinergi dengan SKK Migas Sumbagut dan EMP Bentu
- Berkah PHR Dampingi UMKM, Produk Koperasi Pucuk Rebung Tembus Pasar Internasional
- Tampil di Forum Seskoau, Bupati Afni Uraikan Peran Strategis Siak Bagi Ketahanan Energi Nasional
- Semester I/2026, Pertamina Hulu Energi Produksi Minyak dan Gas 935.000 Barel Per Hari
- Pemprov Jambi Tunggu Izin 4 BUMD Kelola Sumur Minyak Masyarakat
- 700 Kilang Minyak Ilegal 6 Wilayah, Berpotensi jadi Ancaman Serius Lifting Nasional
- Kuatkan Literasi Pendidikan, Pertamina EP Lirik Field Dirikan Rumah Baca Lilac di Inhu
- Ekonom Unri Kaji Soal PI Migas 10%, Dahlan: Dana Itu Bukan ‘’Amplop’’ yang Dibagi-bagi
- Permintaan Meningkat 20 Persen, Pertamina Tambah Pasokan Biosolar di Riau
- Strategi Ekspansi, PT Pertamina Hulu Energi Sudah Tambah 9 Ladang Minyak dan Gas
Bawa 2 Juta Barel Minyak Lolos di Selat Hormuz, Kapal Raksasa Pertamina Pride Kembali ke Indonesia
Kapal tanker raksasa Very Large Crude Carrier (VLCC) Pertamina Pride akhirnya berhasil melintasi Selat Hormuz dengan aman dan kini tengah berlayar menuju Indonesia.
Berita Populer
- Daftar Lengkap Jurusan yang Dibutuhkan TNI Terkait Rekrutmen Calon Perwira Prajurit Karir 2018
- Ikan Asin Bukan Makanan Orang Miskin
- Masalah Pribadi Jadi Alasan Siswa SMP di Pekanbaru Sayat Tangan, Bukan karena Minuman Energi
- Satu Situs KPU Kampar Diduga Diretas, Satu Lainnya Tidak Bisa Diakses
- Polisi Dumai Sita 5 Butir Ekstasi dari Kotak Rokok dan Ciduk Dua Pelaku
Berita Terkait
- 7 Pimpinan Media dan Anggota SPS Riau Kunjungi Media Berbahasa Indonesia di Hong Kong0
- Tiga Anggota SPS Riau Ikuti Asian Digital Media Awards 2018 di Hong Kong0
- KJRI di Hong Kong Siap Terima "PWI Riau Menyapa Dunia"0
- Wafat pada Usia 80 Tahun, Inilah Riwayat Hidup Mantan Sekjen PBB Kofi Annan0
- JCH Asal Kuansing Wafat di Tanah Suci0
MIGASNEWS.CO, JAKARTA – Konflik geopolitik terus berlanjut. Tapi, info melegakan datang bagi ketahanan energi nasional. Setelah sempat tertahan berbulan-bulan akibat tingginya tensi geopolitik di kawasan Teluk Arab, kapal tanker raksasa Very Large Crude Carrier (VLCC) Pertamina Pride akhirnya berhasil melintasi Selat Hormuz dengan aman dan kini tengah berlayar menuju Indonesia.
Keberhasilan tersebut menjadi tonggak penting bagi PT Pertamina International Shipping (PIS), karena menandai bahwa dua kapal milik perusahaan, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, kini telah berhasil keluar dari kawasan berisiko tinggi dan kembali menjalankan operasinya secara normal.
Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita, mengatakan Pertamina Pride mulai bergerak dari Teluk Arab pada Selasa, 7 Juli 2026 pukul 13.00 waktu Dubai dan sukses melintasi Selat Hormuz pada Rabu, 8 Juli 2026 dini hari WIB.
“Menyusul keberhasilan kapal Gamsunoro, kapal Pertamina Pride juga telah keluar dari area Teluk Arab dan melintasi Selat Hormuz. Artinya, kedua kapal milik PIS yang tertahan sejak Maret lalu kini bisa kembali melanjutkan perjalanan dan beroperasi seperti biasa,” ujarnya.
Keberhasilan pelayaran ini bukan sekadar keberuntungan. PIS menerapkan mitigasi risiko yang sangat ketat sebelum memberikan izin kapal bergerak. Puluhan aspek dievaluasi secara menyeluruh, mulai dari perlindungan asuransi, kesiapan teknis kapal, kondisi operasional, keamanan jalur pelayaran, hingga kesiapan seluruh awak kapal.
Selama berada di jalur internasional yang dikenal sebagai salah satu titik paling strategis sekaligus paling sensitif bagi perdagangan energi dunia tersebut, Pertamina Pride dipantau selama 24 jam tanpa henti. Tim crisis center PIS di darat terus berkoordinasi dengan awak kapal untuk memastikan setiap tahapan pelayaran berlangsung aman.
PIS juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Luar Negeri, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tehran, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga proses pelayaran dapat berjalan lancar.
Vega memastikan seluruh awak kapal berada dalam kondisi sehat dan selamat. Setelah berhasil melewati Selat Hormuz, tanker berkapasitas sekitar 2 juta barel minyak mentah itu langsung melanjutkan pelayaran menuju Kilang Cilacap untuk mendukung pasokan energi nasional.
Diperkirakan, Pertamina Pride akan menempuh perjalanan selama sekitar 15 hari dan dijadwalkan tiba di Indonesia pada 23 Juli 2026.
Keberhasilan ini sekaligus memperlihatkan kesiapan PIS dalam menjaga rantai pasok energi Indonesia di tengah dinamika geopolitik global. Perusahaan menegaskan akan terus melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi keamanan jalur pelayaran internasional serta memperkuat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna memastikan keselamatan awak kapal, keamanan muatan, dan kelancaran distribusi energi nasional.
“PIS menyampaikan terima kasih atas doa, dukungan, dan perhatian dari seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan sehingga kedua kapal, Gamsunoro dan Pertamina Pride dapat berlayar keluar dari Selat Hormuz,” sebut Vega. (FSY/SP)





