- Gelar Pertandingan Olahraga, PWI Riau Perkuat Sinergi dengan SKK Migas Sumbagut dan EMP Bentu
- Berkah PHR Dampingi UMKM, Produk Koperasi Pucuk Rebung Tembus Pasar Internasional
- Tampil di Forum Seskoau, Bupati Afni Uraikan Peran Strategis Siak Bagi Ketahanan Energi Nasional
- Semester I/2026, Pertamina Hulu Energi Produksi Minyak dan Gas 935.000 Barel Per Hari
- Pemprov Jambi Tunggu Izin 4 BUMD Kelola Sumur Minyak Masyarakat
- 700 Kilang Minyak Ilegal 6 Wilayah, Berpotensi jadi Ancaman Serius Lifting Nasional
- Kuatkan Literasi Pendidikan, Pertamina EP Lirik Field Dirikan Rumah Baca Lilac di Inhu
- Ekonom Unri Kaji Soal PI Migas 10%, Dahlan: Dana Itu Bukan ‘’Amplop’’ yang Dibagi-bagi
- Permintaan Meningkat 20 Persen, Pertamina Tambah Pasokan Biosolar di Riau
- Strategi Ekspansi, PT Pertamina Hulu Energi Sudah Tambah 9 Ladang Minyak dan Gas
Syabas, PGN Capai 484 Juta Jam Keselamatan Kerja untuk Jaga Pasokan Gas Nasional
Hingga Mei 2026 PGN berhasil membukukan lebih dari 484 juta Safe Man Hours, melaksanakan 48 Management Walkthrough dan 23 Management on Duty. Kinerja tersebut juga dibuktikan dengan raihan 15 penghargaan Patra Nirbhaya, 5 Patra Karya Raksa, serta 4 PROPER Emas dan 5 PROPER Hijau atas keberhasilan perusahaan dalam pengelolaan keselamatan dan lingkungan.
Berita Populer
- Daftar Lengkap Jurusan yang Dibutuhkan TNI Terkait Rekrutmen Calon Perwira Prajurit Karir 2018
- Ikan Asin Bukan Makanan Orang Miskin
- Masalah Pribadi Jadi Alasan Siswa SMP di Pekanbaru Sayat Tangan, Bukan karena Minuman Energi
- Satu Situs KPU Kampar Diduga Diretas, Satu Lainnya Tidak Bisa Diakses
- Polisi Dumai Sita 5 Butir Ekstasi dari Kotak Rokok dan Ciduk Dua Pelaku
Berita Terkait
- 7 Pimpinan Media dan Anggota SPS Riau Kunjungi Media Berbahasa Indonesia di Hong Kong0
- Tiga Anggota SPS Riau Ikuti Asian Digital Media Awards 2018 di Hong Kong0
- Soal Imunisasi Vaksin MR, Diskes Pekanbaru Akui Tak Capai Target dan Tunggu Arahan Kemenkes0
- Ini nama-nama Pegawai Kemenkeu yang ada di Dalam pesawat Lion Air JT-6100
- Ini Foto Puing-puing Pesawat Lion Air yang Jatuh di Temukan0
MIGASNEWS.CO, JAKARTA – Syabas, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) semakin memperkuat budaya keselamatan kerja sebagai benteng utama menjaga keandalan pasokan gas bumi nasional. Sebagai Subholding Gas Pertamina yang mengelola mayoritas infrastruktur gas bumi hilir Indonesia, PGN menegaskan bahwa aspek keselamatan bukan sekadar kewajiban regulasi, melainkan strategi utama dalam mendukung ketahanan energi nasional.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam Audiensi Umum bersama Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang berlangsung di Kantor Pusat PGN, Jakarta.
Direktur Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Ditjen Migas, Joko Hadi Wibowo, yang hadir sebagai Pembina Sektor Keselamatan Migas, menegaskan bahwa keberhasilan mewujudkan swasembada energi tidak hanya ditentukan oleh peningkatan produksi, tetapi juga oleh kemampuan industri menjaga keselamatan operasional secara konsisten.
Menurutnya, implementasi Sistem Manajemen Keselamatan Migas (SMKM), penguatan budaya keselamatan, pencapaian Zero Unplanned Shutdown, serta peningkatan keandalan instalasi menjadi faktor penting agar pasokan energi nasional tetap aman, andal, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.
“Keselamatan merupakan fondasi utama dalam penyelenggaraan kegiatan usaha migas. Implementasi SMKM yang konsisten serta penguatan budaya keselamatan menjadi kunci untuk melindungi pekerja, masyarakat, dan lingkungan, sekaligus menjaga keandalan instalasi serta keberlangsungan pasokan energi nasional,” ujar Joko.
Mewakili manajemen PGN, Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis Mirza Mahendra menegaskan bahwa keselamatan telah menjadi nilai utama dalam seluruh aktivitas operasional perusahaan. Sebagai operator jaringan gas bumi yang beroperasi di 18 provinsi, PGN memastikan seluruh rantai bisnis—mulai dari pasokan gas, transmisi, distribusi, LNG, CNG hingga pengolahan gas bumi—mengutamakan prinsip Health, Safety, Security and Environment (HSSE).
“Keselamatan merupakan prioritas utama dalam menjalankan operasional Subholding Gas. Implementasi HSSE tidak hanya menjadi kewajiban kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga menjadi budaya kerja yang terus kami perkuat agar seluruh infrastruktur gas bumi dapat beroperasi secara aman, andal, dan berkelanjutan,” kata Mirza.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program, seperti implementasi SMKM, Management Walkthrough (MWT), CEO Safety Talk, Management on Duty (MoD), peningkatan kompetensi pekerja, hingga evaluasi berkelanjutan terhadap keandalan aset dan instalasi.
Hasilnya, hingga Mei 2026 PGN berhasil membukukan lebih dari 484 juta Safe Man Hours, melaksanakan 48 Management Walkthrough dan 23 Management on Duty. Kinerja tersebut juga dibuktikan dengan raihan 15 penghargaan Patra Nirbhaya, 5 Patra Karya Raksa, serta 4 PROPER Emas dan 5 PROPER Hijau atas keberhasilan perusahaan dalam pengelolaan keselamatan dan lingkungan.
Melalui sinergi yang semakin erat dengan Ditjen Migas, PGN juga terus memperkuat implementasi berbagai ketentuan keselamatan migas, mulai dari peningkatan kompetensi sumber daya manusia, pengelolaan risiko, inspeksi keselamatan, hingga peningkatan keandalan instalasi.
PGN meyakini bahwa budaya keselamatan yang kuat akan menjadi modal utama dalam menjaga keberlanjutan operasional perusahaan sekaligus memastikan masyarakat dan dunia usaha memperoleh pasokan gas bumi yang aman, andal, dan berkesinambungan. Langkah ini juga menjadi bagian penting dalam mendukung agenda pemerintah memperkuat ketahanan energi nasional dan mendorong transisi menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan. (FSY/INT)





