Nasional

Di IOC Forum & Hackathon Hulu Migas 2026, Ini 4 Inovasi AI PHR yang Raih Penghargaan

Nasional Jumat, 10 Juli 2026 - 18:34 WIB
Di IOC Forum & Hackathon Hulu Migas 2026, Ini 4 Inovasi AI PHR yang Raih Penghargaan

Penghargaan tersebut diberikan atas inovasi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dinilai mampu meningkatkan efisiensi operasi, produktivitas, dan mendukung transformasi digital di industri hulu migas.

MIGASNEWS.CO, RIAU - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) meraih empat penghargaan dalam ajang Integrated Operation Centre (IOC) Forum & Hackathon Artificial Intelligence/Machine Learning (AI/ML) Hulu Migas 2026 yang diselenggarakan SKK Migas.

Penghargaan tersebut diberikan atas inovasi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dinilai mampu meningkatkan efisiensi operasi, produktivitas, dan mendukung transformasi digital di industri hulu migas.

Direktur Utama PHR, Muhamad Arifin, mengatakan pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa Zona Rokan berkembang sebagai pusat inovasi digital di lingkungan Subholding Upstream Pertamina.

"Jika kita bicara digital innovation, Blok Rokan menjadi center of excellence subholding upstream. Apa yang kita miliki menjadi benchmark dan anchor baik di zona maupun regional," kata Arifin.

Menurutnya, keberhasilan itu merupakan hasil kolaborasi lintas fungsi yang melibatkan tim dari bidang subsurface, operasi produksi, engineering hingga teknologi informasi untuk menghadirkan solusi berbasis data dan AI dalam menjawab tantangan operasional.

Sementara itu, Deputi Eksploitasi SKK Migas Surya Widiantoro mengatakan kompetisi tersebut digelar untuk mendorong lahirnya ide-ide inovatif dari pelaku industri dan kalangan akademisi. Menurutnya, inovasi menjadi kebutuhan penting di tengah dinamika industri migas global.

Empat inovasi PHR yang mendapat penghargaan meliputi i-RSS, AI-Chemist 2.0, LandGuard AI, dan JORUN AI. i-RSS yang dikembangkan Tim C.O.R meraih Juara I kategori Surface KKKS–Implementation.

Platform berbasis AI ini mengintegrasikan layanan pendukung operasi pengeboran dan workover sehingga mampu menurunkan Rig Non-Productive Time hingga 71 persen dan mengurangi kehilangan produksi minyak sebesar 76 persen.

Pada kategori Subsurface KKKS–Implementation, Tim AI-Chemist 2.0 juga meraih Juara I melalui solusi berbasis machine learning untuk meningkatkan efektivitas stimulasi kimia di Lapangan Duri. Teknologi tersebut meningkatkan tingkat keberhasilan stimulasi dari 55 persen menjadi 86 persen sekaligus mendongkrak produksi minyak.

Penghargaan Juara I kategori Surface–KKKS Proof of Concept diraih Tim LandGuard melalui inovasi LandGuard AI. Sistem ini memanfaatkan citra satelit beresolusi tinggi untuk mendeteksi aktivitas perambahan lahan secara otomatis sehingga mampu memberikan peringatan dini terhadap potensi gangguan fasilitas operasi. Implementasi inovasi tersebut berhasil menyelamatkan potensi produksi minyak sebesar 4.634 MBO.

Sementara itu, Tim F.O.C.U.S meraih Juara III kategori Subsurface–KKKS Implementation melalui JORUN AI, platform pendukung pengambilan keputusan berbasis AI untuk operasi fishing. Teknologi tersebut meningkatkan produktivitas hingga 31 persen, menghemat biaya operasional, menurunkan emisi karbon sekitar 937 ribu ton CO, serta mendukung 244 pekerjaan fishing tanpa kegagalan sepanjang Maret hingga Desember 2025.

PHR menyatakan akan terus memperluas penerapan teknologi AI ke berbagai layanan operasi hulu migas, seperti wireline, electric submersible pump (ESP), coiled tubing, fracturing, hingga manajemen logistik.

Langkah tersebut diharapkan semakin memperkuat transformasi digital industri hulu migas sekaligus mendukung target peningkatan produksi migas nasional melalui operasi yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan. (FSY/SP)