- Ubah Gas Terbuang Jadi Energi, Inovasi Kilang Cilacap yang Sebabkan Emisi Karbon Turun Drastis
- BBM Biosolar B50 Sudah 1 Bulan Beredar, Kebutuhan CPO Melejit dan Mampukah Produksi Sawit Mencukupi?
- Sampaikan Dukacita Lakalantas Kalimantan, Pertamina Patra Niaga Sebut Mobil Tangki Tidak Terdaftar
- Pemerintah Sesuaikan Lagi Harga BBM, Harga Pertamax di Riau Turun Jadi Rp16.650 per Liter
- Jaga Ketahahan Energi, Terminal LPG Tanjung Sekong Pasok 40% Kebutuhan LPG Nasional
- Pertamina Hulu Energi Pacu Eksplorasi Lewat Kolaborasi Global dan Akuisisi Wilayah Kerja Baru
- Tiga Direktur Utama Anak Usaha Berganti, Pertamina Hulu Energi Lanjutkan Pembenahan Kepemimpinan
- Gelar Pertandingan Olahraga, PWI Riau Perkuat Sinergi dengan SKK Migas Sumbagut dan EMP Bentu
- Berkah PHR Dampingi UMKM, Produk Koperasi Pucuk Rebung Tembus Pasar Internasional
- Tampil di Forum Seskoau, Bupati Afni Uraikan Peran Strategis Siak Bagi Ketahanan Energi Nasional
Jaga Ketahahan Energi, Terminal LPG Tanjung Sekong Pasok 40% Kebutuhan LPG Nasional
Terminal LPG Tanjung Sekong mulai beroperasi pada 2012 dan ditingkatkan menjadi Terminal LPG Refrigerated pada 2020. Berdiri di atas lahan seluas 12,9 hektare, terminal ini memiliki kapasitas penyimpanan mencapai 98.000 metrik ton (MT) yang didukung tiga dermaga berkapasitas 3.500-65.000 DWT.
Berita Populer
- Daftar Lengkap Jurusan yang Dibutuhkan TNI Terkait Rekrutmen Calon Perwira Prajurit Karir 2018
- Ikan Asin Bukan Makanan Orang Miskin
- Masalah Pribadi Jadi Alasan Siswa SMP di Pekanbaru Sayat Tangan, Bukan karena Minuman Energi
- Satu Situs KPU Kampar Diduga Diretas, Satu Lainnya Tidak Bisa Diakses
- Polisi Dumai Sita 5 Butir Ekstasi dari Kotak Rokok dan Ciduk Dua Pelaku
Berita Terkait
- Polisi Rohul Tembak Terduga Pelaku Pembunuhan di Asahan yang Dikhawatirkan Akan Melukai0
- Ajang Kebangkitan, Suku Talang Mamak di Inhu Kembali Gelar Gawai Gedang 20180
- Atraksi Silat di Siak Sambut Kedatangan Rombongan Pertukaran Pemuda Indonesia-Australia0
- PN Bengkalis Surati Kejagung karena Tuntutan Tiga Terdakwa 55 Kg Sabu Tak Juga Dibacakan0
- Polisi Masih Selidiki Kasus Temuan Mayat di Perairan Bengkalis0
MIGASNEWS.CO, BANTEN - Terminal LPG Tanjung Sekong menjadi salah satu infrastruktur strategis Pertamina dalam menjaga ketahanan energi nasional. Berstatus Objek Vital Nasional, terminal ini memasok sekitar 35-40 persen kebutuhan LPG nasional dan melayani distribusi ke 63 kabupaten/kota di Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Sumatera Selatan.
Hal tersebut diungkapkan oleh Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan saat melakukan Management Walkthrough di Terminal LPG Tanjung Sekong, Cilegon, Banten.
"LPG bukan sekadar komoditas energi, tetapi kebutuhan dasar yang menunjang aktivitas sehari-hari masyarakat. Karena itu, keandalan pasokannya harus terus dijaga agar rumah tangga, UMKM, hingga industri dapat beraktivitas tanpa hambatan. Terminal LPG Tanjung Sekong memegang peran penting dalam menjaga ketahanan energi nasional," ujar Mochamad Iriawan dalam keterangan tertulis, Jumat (31/7/2026).
Terminal LPG Tanjung Sekong mulai beroperasi pada 2012 dan ditingkatkan menjadi Terminal LPG Refrigerated pada 2020. Berdiri di atas lahan seluas 12,9 hektare, terminal ini memiliki kapasitas penyimpanan mencapai 98.000 metrik ton (MT) yang didukung tiga dermaga berkapasitas 3.500-65.000 DWT.
Dengan throughput lebih dari 200 ribu MT per bulan, terminal ini menjadi salah satu hub LPG terbesar di Indonesia.
Komisaris Utama meninjau langsung aspek operasional terminal, mulai dari proses penerimaan dan penyimpanan LPG, sistem distribusi, hingga penerapan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE). Dia menekankan pentingnya budaya keselamatan sebagai fondasi utama dalam menjaga keandalan operasi.
Selain itu, Pertamina juga terus mendorong peningkatan efisiensi melalui digitalisasi rantai pasok, termasuk pemantauan stok secara real-time dan optimalisasi waktu sandar kapal, sehingga distribusi LPG ke berbagai wilayah dapat berlangsung lebih cepat.
"Di sisi lain, Terminal LPG Tanjung Sekong juga terus mengembangkan inisiatif dekarbonisasi sebagai bagian dari transformasi menuju operasi yang lebih berkelanjutan, termasuk menjajaki pemanfaatan energi rendah emisi untuk mendukung kegiatan operasional," ungkapnya.
Sementara itu, VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron menambahkan Terminal LPG Tanjung Sekong merupakan salah satu tulang punggung distribusi LPG nasional yang beroperasi selama 24 jam untuk memastikan pasokan energi tetap tersedia bagi masyarakat.
"Operational excellence terminal ini tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur, tetapi juga oleh disiplin operasional, penerapan HSSE, serta kesiapan seluruh pekerja dalam menjaga setiap tahapan distribusi LPG. Dari sinilah pasokan energi untuk masyarakat dapat terus terjaga," urai Baron lagi. (FSY/DTC)





