Pekanbaru, Riau

Terus Diapresiasi, Akademisi Umri: Laba Riau Petroleum Diharap Perkuat Dunia Pendidikan

Pendidikan Senin, 27 Juli 2026 - 11:09 WIB
Terus Diapresiasi, Akademisi Umri: Laba Riau Petroleum Diharap Perkuat Dunia Pendidikan

Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), Jayus, S.Sos, MIKom.

MIGASNEWS.CO, PEKANBARU – Dukungan dan aspresiasi terus mengalir di berbagai kalangan atas pencapaian PT Riau Petroleum. Peningkatan kinerja yang ditandai dengan pertumbuhan laba perusahaan mendapat apresiasi dari kalangan akademisi.

Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), Jayus, S.Sos, MIKom, menilai capaian tersebut merupakan sinyal positif bagi pengelolaan aset strategis daerah sekaligus membuka peluang yang lebih besar untuk berkontribusi terhadap pembangunan sumber daya manusia di Provinsi Riau.

Menurut Jayus, keberhasilan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam meningkatkan laba hendaknya tidak hanya diukur dari aspek finansial semata, tetapi juga dari sejauh mana manfaatnya dapat dirasakan masyarakat melalui investasi di bidang pendidikan.

“Peningkatan laba PT Riau Petroleum tentu patut diapresiasi. Ke depan, kami berharap sebagian dari keberhasilan tersebut dapat diwujudkan dalam bentuk dukungan yang lebih besar bagi dunia pendidikan, seperti program beasiswa, bantuan riset, pengembangan inovasi mahasiswa, hingga kolaborasi dengan perguruan tinggi di Provinsi Riau. Pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan kualitas sumber daya manusia dan masa depan daerah,” ujar Jayus.

Ia menambahkan, kolaborasi antara BUMD dan perguruan tinggi menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat ekosistem inovasi di Riau. Perguruan tinggi memiliki potensi besar dalam menghasilkan riset, teknologi, dan sumber daya manusia yang dapat mendukung pembangunan daerah apabila didukung oleh dunia usaha.

“Sinergi antara BUMD dan kampus perlu terus diperkuat. Melalui kerja sama yang berkelanjutan, mahasiswa dapat memperoleh kesempatan belajar yang lebih luas, sementara perusahaan juga mendapatkan akses terhadap hasil riset, inovasi, dan talenta muda yang siap berkontribusi bagi kemajuan daerah,” katanya.

Jayus berharap keberhasilan PT Riau Petroleum menjadi momentum bagi perusahaan daerah untuk semakin memperluas program tanggung jawab sosial yang berorientasi pada pengembangan pendidikan tinggi dan pemberdayaan generasi muda.

“Keberhasilan sebuah BUMD akan memiliki makna yang lebih besar apabila mampu menciptakan dampak nyata bagi masyarakat. Investasi pada pendidikan bukan sekadar pengeluaran, tetapi merupakan investasi strategis untuk melahirkan generasi unggul yang akan menjadi penggerak pembangunan Riau di masa depan,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, Direktur Utama PT Riau Petroleum, Husnul Kausarian mengatakan perusahaan memperoleh dukungan khusus dari KPK melalui fungsi Koordinasi dan Supervisi selama dua tahun berturut-turut, yakni pada 2025 hingga 2026, dalam pengelolaan PI 10 persen di Provinsi Riau.

"Alhamdulillah, selama dua tahun berturut-turut, dari 2025 hingga 2026, Riau Petroleum mendapat dukungan khusus terhadap pengelolaan PI 10 persen di Provinsi Riau," ujar Husnul.

Ia menjelaskan, hal ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat tata kelola perusahaan melalui peningkatan transparansi, akuntabilitas, kepatuhan, dan profesionalisme dalam pengelolaan BUMD sektor migas.

Berdasarkan kompilasi data kinerja PT Riau Petroleum tahun 2025, sejumlah anak perusahaan yang mengelola PI berhasil membukukan peningkatan laba dibandingkan dengan kondisi sebelum adanya dukungan dari Koordinasi dan Supervisi KPK dan penguatan tata kelola perusahaan.

PT Riau Petroleum Rokan yang mengelola PI 10 persen di Wilayah Kerja Pertamina Hulu Rokan mencatat peningkatan laba sebesar Rp126.865.475.706. PT Riau Petroleum Mahato (PI 5 persen) meningkat sebesar Rp30.194.231.627. PT Riau Petroleum Siak (PI 10 persen di Wilayah Kerja Gandewa) meningkat sebesar Rp395.868.341. Adapun PT Riau Petroleum Kampar (PI 10 persen di Wilayah Kerja EMP) meningkat sebesar Rp102.384.000.

"Secara agregat, peningkatan laba mencapai Rp157,46 miliar dibandingkan dengan sebelum adanya peranan dari Koordinasi dan Supervisi KPK RI dan penguatan tata kelola," sebut Husnul lagi. (HFS/SP)