- Meski Harga Minyak Mentah Dunia Tinggi, Presiden Prabowo Perintahkan BBM Subsidi Tidak Naik
- Beredar Info Sejumlah Pejabat ESDM Akan Dilantik Esok, Pimpinan SKK Migas, BPMA dan BPH Migas Dimint
- Direktorat Jenderal Pajak Sebut 80 Persen Pendapatan Negara di Riau Bersumber dari Minyak Sawit
- Ubah Gas Terbuang Jadi Energi, Inovasi Kilang Cilacap yang Sebabkan Emisi Karbon Turun Drastis
- BBM Biosolar B50 Sudah 1 Bulan Beredar, Kebutuhan CPO Melejit dan Mampukah Produksi Sawit Mencukupi?
- Sampaikan Dukacita Lakalantas Kalimantan, Pertamina Patra Niaga Sebut Mobil Tangki Tidak Terdaftar
- Pemerintah Sesuaikan Lagi Harga BBM, Harga Pertamax di Riau Turun Jadi Rp16.650 per Liter
- Jaga Ketahahan Energi, Terminal LPG Tanjung Sekong Pasok 40% Kebutuhan LPG Nasional
- Pertamina Hulu Energi Pacu Eksplorasi Lewat Kolaborasi Global dan Akuisisi Wilayah Kerja Baru
- Tiga Direktur Utama Anak Usaha Berganti, Pertamina Hulu Energi Lanjutkan Pembenahan Kepemimpinan
Meski Harga Minyak Mentah Dunia Tinggi, Presiden Prabowo Perintahkan BBM Subsidi Tidak Naik
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan arahan tersebut disampaikan Presiden dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa.
Berita Populer
- Daftar Lengkap Jurusan yang Dibutuhkan TNI Terkait Rekrutmen Calon Perwira Prajurit Karir 2018
- Ikan Asin Bukan Makanan Orang Miskin
- Masalah Pribadi Jadi Alasan Siswa SMP di Pekanbaru Sayat Tangan, Bukan karena Minuman Energi
- Satu Situs KPU Kampar Diduga Diretas, Satu Lainnya Tidak Bisa Diakses
- Polisi Dumai Sita 5 Butir Ekstasi dari Kotak Rokok dan Ciduk Dua Pelaku
Berita Terkait
- 7 Pimpinan Media dan Anggota SPS Riau Kunjungi Media Berbahasa Indonesia di Hong Kong0
- Tiga Anggota SPS Riau Ikuti Asian Digital Media Awards 2018 di Hong Kong0
- Ini nama-nama Pegawai Kemenkeu yang ada di Dalam pesawat Lion Air JT-6100
- Ini Foto Puing-puing Pesawat Lion Air yang Jatuh di Temukan0
- Lion Air Tujuan Jakarta-Pangkal Pinang Hilang Kontak0
MIGASNEWS.CO, JAKARTA – Perkembangan tentang harga bahan bakar minyak (BBM) terbaru. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan agar harga BBM bersubsidi tidak dinaikkan di tengah dinamika harga minyak mentah dunia yang masih tinggi.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan arahan tersebut disampaikan Presiden dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (4/8/2026), yang juga dihadiri Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aris Marsudiyanto dan Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria.
"Kami juga membahas terkait dengan perkembangan harga minyak dunia yang terus terjadi dinamika yang sangat tinggi. Arahan Bapak Presiden memerintahkan agar menjaga harga BBM subsidi untuk tidak boleh dinaikkan," kata Bahlil kepada wartawan usai pertemuan.
Dia mengatakan pemerintah juga mempertimbangkan penyesuaian harga BBM non-subsidi apabila harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) di pasar dunia mengalami penurunan.
"Tetapi kalau memang harga ICP dunia turun, kita juga yang non-subsidi dipertimbangkan untuk disesuaikan dengan harga pasar. Kalau turun ya turun, jangan dinaikkan, kira-kira begitu," ujarnya.
Diketahui, harga minyak turun lebih dari 5 persen, Senin (3/8), setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan perundingan damai dengan Iran akan dilanjutkan dan keputusannya membatalkan serangan militer yang direncanakan terhadap Iran.
Harga minyak mentah Brent, yang menjadi acuan internasional, turun menjadi sekitar 83,40 dolar AS per barel (sekitar Rp1,5 juta) pada Senin pukul 06.05 GMT (13.05 WIB).
Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI), yang menjadi acuan AS, juga turun 6 persen menjadi 79,60 dolar AS (sekitar Rp1,4 juta) per barel.
Harga minyak turun tajam seiring dengan meningkatnya harapan terhadap dimulainya lagi diplomasi untuk meredakan kekhawatiran akan gangguan lebih lanjut terhadap pasokan energi dari Timur Tengah.
Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) juga telah melakukan penyesuaian harga BBM non-subsidi secara bertahap. Per 1 Agustus 2026, Pertamax turun dari Rp16.250 per liter menjadi Rp15.950 per liter, Pertamax Green 95 turun dari Rp17.000 menjadi Rp16.600 per liter, serta Pertamax Turbo turun dari Rp19.300 per liter menjadi Rp18.300 per liter.
Sementara itu, harga Pertalite tetap Rp10 ribu per liter, dan Biosolar tetap Rp6.800 per liter. (HFS/SP)





