- Timur Tengah Masih Bergelojak, Harga Minyak Dunia Naik Hampir 2 Persen
- Badan Pusat Statitik dan LPEM FEB UI Analisis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal II 2026, Ini Kon
- Luruskan Polemik Kontrak Pengadaan Kendaraan Operasional, BSP Tegaskan Komitmen Transparansi
- Meski Harga Minyak Mentah Dunia Tinggi, Presiden Prabowo Perintahkan BBM Subsidi Tidak Naik
- Info Sejumlah Pejabat ESDM Akan Dilantik Esok, Pimpinan SKK Migas, BPMA dan BPH Migas Diminta Hadir
- Direktorat Jenderal Pajak Sebut 80 Persen Pendapatan Negara di Riau Bersumber dari Minyak Sawit
- Ubah Gas Terbuang Jadi Energi, Inovasi Kilang Cilacap yang Sebabkan Emisi Karbon Turun Drastis
- BBM Biosolar B50 Sudah 1 Bulan Beredar, Kebutuhan CPO Melejit dan Mampukah Produksi Sawit Mencukupi?
- Sampaikan Dukacita Lakalantas Kalimantan, Pertamina Patra Niaga Sebut Mobil Tangki Tidak Terdaftar
- Pemerintah Sesuaikan Lagi Harga BBM, Harga Pertamax di Riau Turun Jadi Rp16.650 per Liter
Timur Tengah Masih Bergelojak, Harga Minyak Dunia Naik Hampir 2 Persen
Mengutip Reuters, harga minyak Brent berjangka naik US$ 1,51 atau 1,9% menjadi US$ 80,87 per barel pada pukul 11.23 GMT. Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat (AS) naik 90 sen atau 1,19% menjadi US$ 76,67 per barel.
Berita Populer
- Daftar Lengkap Jurusan yang Dibutuhkan TNI Terkait Rekrutmen Calon Perwira Prajurit Karir 2018
- Ikan Asin Bukan Makanan Orang Miskin
- Masalah Pribadi Jadi Alasan Siswa SMP di Pekanbaru Sayat Tangan, Bukan karena Minuman Energi
- Satu Situs KPU Kampar Diduga Diretas, Satu Lainnya Tidak Bisa Diakses
- Polisi Dumai Sita 5 Butir Ekstasi dari Kotak Rokok dan Ciduk Dua Pelaku
Berita Terkait
- Proses Perawatan, Sabtu Jaringan Operasi Gas Jargas Dihentikan Sementara0
- Pertamina EP Asset 1 Lirik Field Boyong Penghargaan Patra Nirbaya Karya0
- Wahyu Fadil SIK: PT SIK Kembangkan Rumah Subsidi di Pekanbaru0
- 7 Pimpinan Media dan Anggota SPS Riau Kunjungi Media Berbahasa Indonesia di Hong Kong0
- Tiga Anggota SPS Riau Ikuti Asian Digital Media Awards 2018 di Hong Kong0
MIGASNEWS.CO, INTERNASIONAL – Di tengah situasi yang terus bergejolak, harga minyak dunia kembali menguat. Sesi perdagangan Rabu (5/8/2026) waktu setempat setelah kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran mengeklaim menyerang kapal tanker minyak Arab Saudi di Laut Merah.
Serangan tersebut memupus sebagian harapan pasar terhadap meredanya konflik di Timur Tengah yang dapat memulihkan lalu lintas pelayaran dan aliran minyak di kawasan tersebut.
Mengutip Reuters, harga minyak Brent berjangka naik US$ 1,51 atau 1,9% menjadi US$ 80,87 per barel pada pukul 11.23 GMT. Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat (AS) naik 90 sen atau 1,19% menjadi US$ 76,67 per barel.
Kelompok Houthi mengatakan telah melancarkan serangan rudal terhadap kapal tanker minyak Arab Saudi di lepas pantai Yanbu, salah satu pelabuhan utama ekspor minyak mentah Arab Saudi.
Analis UBS Giovanni Staunovo mengatakan laporan serangan tersebut mendorong harga minyak naik. Hingga berita ini ditulis, pejabat Arab Saudi belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait serangan tersebut.
Laporan serangan tersebut juga mengurangi optimisme investor terhadap potensi deeskalasi konflik di Timur Tengah. Sebelumnya, Qatar menyatakan pada Selasa (4/8/2026) para mediator telah mencapai kemajuan dalam upaya mengakhiri perang.
Pernyataan tersebut sebelumnya mendorong harga minyak turun 5% pada Selasa. Harga Brent bahkan ditutup di bawah US$ 80 per barel untuk pertama kalinya sejak 13 Juli 2026.
Kelompok Houthi mengatakan telah melancarkan serangan rudal terhadap kapal tanker minyak Arab Saudi di lepas pantai Yanbu, salah satu pelabuhan utama ekspor minyak mentah Arab Saudi.
Analis UBS Giovanni Staunovo mengatakan laporan serangan tersebut mendorong harga minyak naik. Hingga berita ini ditulis, pejabat Arab Saudi belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait serangan tersebut.
Laporan serangan tersebut juga mengurangi optimisme investor terhadap potensi deeskalasi konflik di Timur Tengah. Sebelumnya, Qatar menyatakan pada Selasa (4/8/2026) lalu, para mediator telah mencapai kemajuan dalam upaya mengakhiri perang.
Pernyataan tersebut sebelumnya mendorong harga minyak turun 5% pada Selasa. Harga Brent bahkan ditutup di bawah US$ 80 per barel untuk pertama kalinya sejak 13 Juli 2026. (FSY/INT)





