Timur Tengah

Timur Tengah Masih Bergelojak, Harga Minyak Dunia Naik Hampir 2 Persen

Internasional Rabu, 05 Agustus 2026 - 19:46 WIB
Timur Tengah Masih Bergelojak, Harga Minyak Dunia Naik Hampir 2 Persen

Mengutip Reuters, harga minyak Brent berjangka naik US$ 1,51 atau 1,9% menjadi US$ 80,87 per barel pada pukul 11.23 GMT. Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat (AS) naik 90 sen atau 1,19% menjadi US$ 76,67 per barel.

MIGASNEWS.CO, INTERNASIONAL – Di tengah situasi yang terus bergejolak, harga minyak dunia kembali menguat. Sesi perdagangan Rabu (5/8/2026) waktu setempat setelah kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran mengeklaim menyerang kapal tanker minyak Arab Saudi di Laut Merah.

Serangan tersebut memupus sebagian harapan pasar terhadap meredanya konflik di Timur Tengah yang dapat memulihkan lalu lintas pelayaran dan aliran minyak di kawasan tersebut.

Mengutip Reuters, harga minyak Brent berjangka naik US$ 1,51 atau 1,9% menjadi US$ 80,87 per barel pada pukul 11.23 GMT. Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat (AS) naik 90 sen atau 1,19% menjadi US$ 76,67 per barel.

Kelompok Houthi mengatakan telah melancarkan serangan rudal terhadap kapal tanker minyak Arab Saudi di lepas pantai Yanbu, salah satu pelabuhan utama ekspor minyak mentah Arab Saudi.

Analis UBS Giovanni Staunovo mengatakan laporan serangan tersebut mendorong harga minyak naik. Hingga berita ini ditulis, pejabat Arab Saudi belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait serangan tersebut.

Laporan serangan tersebut juga mengurangi optimisme investor terhadap potensi deeskalasi konflik di Timur Tengah. Sebelumnya, Qatar menyatakan pada Selasa (4/8/2026) para mediator telah mencapai kemajuan dalam upaya mengakhiri perang.

Pernyataan tersebut sebelumnya mendorong harga minyak turun 5% pada Selasa. Harga Brent bahkan ditutup di bawah US$ 80 per barel untuk pertama kalinya sejak 13 Juli 2026.

Kelompok Houthi mengatakan telah melancarkan serangan rudal terhadap kapal tanker minyak Arab Saudi di lepas pantai Yanbu, salah satu pelabuhan utama ekspor minyak mentah Arab Saudi.

Analis UBS Giovanni Staunovo mengatakan laporan serangan tersebut mendorong harga minyak naik. Hingga berita ini ditulis, pejabat Arab Saudi belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait serangan tersebut.

Laporan serangan tersebut juga mengurangi optimisme investor terhadap potensi deeskalasi konflik di Timur Tengah. Sebelumnya, Qatar menyatakan pada Selasa (4/8/2026) lalu, para mediator telah mencapai kemajuan dalam upaya mengakhiri perang.

Pernyataan tersebut sebelumnya mendorong harga minyak turun 5% pada Selasa. Harga Brent bahkan ditutup di bawah US$ 80 per barel untuk pertama kalinya sejak 13 Juli 2026. (FSY/INT)