- PHR Berdayakan Penyadang Disabilitas, Usaha Ruang Setara Diapresiasi Dewan Pendidikan Riau
- Program Desa Energi Berdikari Perkuat Kemandirian Penyandang Disabilitas di Boyolali
- Tumbuhkan Semangat Belajar, Pertamina Bantu Fasilitas Meja dan Kursi SDN Batu Cermin NTT
- Lindungi Ekosistem Esensial, Unri dan Walhi Satukan Perspeksi Kawal Transisi Energi Berkeadilan
- Pertamina Hulu Energi Perkuat Ketahanan Energi Nasional Lewat Capaian Eksplorasi Strategis dan Inova
- Optimalkan Operasional, EMP Bentu Perluas Produksi Lifting Perdana Crude Oil Capai 5.500 Barel
- Local Media Community Harap Revisi UU Hak Cipta Perhatikan Kondisi Media Daerah
- SF Hariyanto Raih Sertifikat Insinyur Profesional Utama, Pertama untuk Gubernur se-Indonesia
- Ciptakan Rasa Aman dan Bantu Kebutuhan Harian, Pertamina Hadir Dampingi Warga Terdampak Gempa Flores
- Di Forum HSSE, PHR Zona 4 Ajak Mitra Utamakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Lindungi Ekosistem Esensial, Unri dan Walhi Satukan Perspeksi Kawal Transisi Energi Berkeadilan
Pandangan itu mengemuka dalam diskusi “Transisi Energi Berkeadilan: Melindungi Ekosistem Esensial” yang digelar Universitas Riau (Unri) bersama Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Jumat (21/8/2026).
Berita Populer
- Daftar Lengkap Jurusan yang Dibutuhkan TNI Terkait Rekrutmen Calon Perwira Prajurit Karir 2018
- Ikan Asin Bukan Makanan Orang Miskin
- Masalah Pribadi Jadi Alasan Siswa SMP di Pekanbaru Sayat Tangan, Bukan karena Minuman Energi
- Satu Situs KPU Kampar Diduga Diretas, Satu Lainnya Tidak Bisa Diakses
- Polisi Dumai Sita 5 Butir Ekstasi dari Kotak Rokok dan Ciduk Dua Pelaku
Berita Terkait
- Ketinggian Air Capai 40 Sentimeter, Dua Desa di Kampar Riau Kembali Terendam Banjir0
- Tinggi Buka Pintu Pelimpah PLTA Koto Panjang Kembali Dibuka karena Elevasi Air Waduk di Atas Normal0
- Polisi Rohul Tembak Terduga Pelaku Pembunuhan di Asahan yang Dikhawatirkan Akan Melukai0
- Ajang Kebangkitan, Suku Talang Mamak di Inhu Kembali Gelar Gawai Gedang 20180
- Atraksi Silat di Siak Sambut Kedatangan Rombongan Pertukaran Pemuda Indonesia-Australia0
MIGASNEWS.CO, PEKANBARU - Upaya menuju transisi energi dinilai tidak cukup hanya berbicara tentang perubahan sumber energi, tetapi juga harus memastikan keberlanjutan ekosistem dan kepentingan masyarakat tetap terlindungi.
Pandangan itu mengemuka dalam diskusi “Transisi Energi Berkeadilan: Melindungi Ekosistem Esensial” yang digelar Universitas Riau (Unri) bersama Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Jumat (21/8/2026).
Diskusi yang berlangsung di Gedung Auditorium Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unri tersebut menjadi bagian dari rangkaian Pekan Rakyat Lingkungan Hidup 2026 bertema “Gerakan Pulihkan Indonesia untuk Keadilan Ekologis”.
Forum ini mempertemukan kalangan akademisi, organisasi masyarakat, komunitas, serta berbagai pihak untuk membahas tantangan transisi energi sekaligus dampaknya terhadap lingkungan. Perlindungan terhadap ekosistem esensial menjadi salah satu perhatian utama dalam pembahasan.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Unri, Dr. Ir. Sofyan Husein Siregar, M.Phil., mengatakan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan ruang dialog yang mempertemukan beragam perspektif mengenai persoalan strategis.
“Atas nama pimpinan Unri, kami menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini dan kerja sama yang terbangun antara WALHI dan Unri. Universitas bukan hanya tempat untuk menyampaikan pengetahuan, tetapi juga harus menjadi ruang kritis dan ruang kolaborasi untuk membicarakan berbagai persoalan strategis yang dihadapi masyarakat,” ujar Sofyan.
Menurutnya, transisi energi berkeadilan merupakan isu kompleks yang tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak. Karena itu, diperlukan keterlibatan perguruan tinggi, pemerintah, masyarakat sipil, komunitas, dan pemangku kepentingan lainnya.
Unri, kata Sofyan, dapat berkontribusi melalui riset, kajian akademik, serta penyediaan perspektif berbasis ilmu pengetahuan. Di saat yang sama, kampus perlu membuka ruang komunikasi dengan masyarakat dan organisasi yang bergerak di bidang lingkungan.
“Ruang akademik harus tetap menjadi ruang yang memungkinkan berbagai perspektif bertemu. Perbedaan pandangan bukan untuk dipertentangkan, tetapi menjadi bagian dari proses menemukan solusi yang lebih baik,” katanya.
Ia berharap kolaborasi Unri dan Walhi tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi dapat memperkuat peran perguruan tinggi dalam merespons persoalan lingkungan. Khususnya, dalam memastikan agenda transisi energi berjalan beriringan dengan upaya menjaga ekosistem esensial.
“Kolaborasi antara Unri dan Walhi diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam merespons persoalan lingkungan, khususnya isu transisi energi dan perlindungan ekosistem esensial,” pungkasnya. (HFS/SP)





