Pekanbaru, Riau

Banyak Truk Rela Menginap Antre Solar, DPRD Pekanbaru: Pertamina Jangan Tutup Mata

Daerah Rabu, 16 September 2026 - 09:26 WIB
Banyak Truk Rela Menginap Antre Solar, DPRD Pekanbaru: Pertamina Jangan Tutup Mata

DPRD Pekanbaru mengaku heran karena persoalan antrean solar terus berulang hampir setiap hari. Ia meminta pihak terkait segera mencari akar persoalan dan tidak membiarkan masyarakat terus menghadapi kondisi tersebut.

MIGASNEWS.CO, PEKANBARU – Melihat realitas yang terjadi di beberapa SPBU di Pekanbaru. Anggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Faisal Islami, meminta Pertamina tidak menutup mata terhadap persoalan antrean panjang kendaraan, khususnya truk, yang terjadi saat mengisi BBM jenis solar.

Faisal mendesak Pertamina segera turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi antrean solar yang disebut terjadi hampir setiap hari. Bahkan, antrean kendaraan mengular sejak pagi hingga malam dan tak jarang memenuhi badan jalan.

"Hampir tiap hari, pagi, siang, malam sudah ada truk-truk antre mau isi solar. Ada yang sudah lama antre tapi tidak kebagian sampai rela menginap mereka. Tentu kita bertanya-tanya, sebenarnya ada apa? Pertamina jangan tutup mata," kata Faisal, Rabu (16/9/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh terus dibiarkan. Selain menyulitkan pengemudi truk, antrean yang memanjang hingga badan jalan juga berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat dan kelancaran lalu lintas.

Faisal mengaku heran karena persoalan antrean solar terus berulang hampir setiap hari. Ia meminta pihak terkait segera mencari akar persoalan dan tidak membiarkan masyarakat terus menghadapi kondisi tersebut.

"Kondisi antrean BBM solar itu tidak bisa dianggap sebagai persoalan biasa. Jujur kita muak juga melihat itu tiap hari. Begitu terus dibiarkan tak ada perubahan, yang ada makin parah. Jangan bikin masyarakat kecewa," tegasnya.

Politisi NasDem itu menilai Pertamina perlu melakukan pengecekan langsung ke lapangan untuk mengetahui kondisi sebenarnya. Menurutnya, pemeriksaan tersebut penting agar persoalan antrean solar tidak terus berulang tanpa kejelasan.

"Pertamina harus melek. Daerah kita Provinsi Riau itu kaya akan minyak tapi masyarakatnya dibikin kesusahan mau isi minyak. Mau sampai kapan antrean BBM ini berakhir?" cetusnya.

Faisal berharap Pertamina segera mengambil langkah untuk memastikan ketersediaan dan distribusi solar berjalan dengan baik, sehingga antrean panjang tidak lagi terjadi setiap hari.

"Masyarakat butuh kepastian. Jangan sampai kendaraan sudah mengantre lama, sampai-sampai mutar cari SPBU yang jual solar tapi ujung-ujungnya tidak mendapatkan solar. Kalau memang ada persoalan, segera dicari solusinya," sebutnya. (FSY/SP)