Nasional

Pertamina Buka Suara Soal Harga BBM Subsidi Hingga Akhir 2026, Ini Info Terbarunya

Ekonomi Senin, 14 September 2026 - 10:57 WIB
Pertamina Buka Suara Soal Harga BBM Subsidi Hingga Akhir 2026, Ini Info Terbarunya

PT Pertamina Patra Niaga memastikan harga BBM subsidi tidak mengalami kenaikan hingga akhir 2026.

MIGASNEWS.CO, JAKARTA – Di tengah maraknya antrean BBM diberbagai daerah di Indonesia dan harga minyak dunia yang melonjak, Pertamina buka suara. Kabar soal harga bahan bakar minyak (BBM) terus perhatian masyarakat. Di tengah pergerakan harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah yang terus berubah, PT Pertamina Patra Niaga memastikan harga BBM subsidi tidak mengalami kenaikan hingga akhir 2026.

Kepastian itu menjadi angin segar bagi masyarakat, terutama pengguna BBM bersubsidi yang cukup sensitif terhadap perubahan harga energi.

Pertamina Patra Niaga menegaskan, kebijakan tersebut dijalankan sesuai arahan Pemerintah yang sebelumnya telah memastikan harga BBM subsidi tetap hingga penghujung tahun.

“Pertamina Patra Niaga mengikuti kebijakan Pemerintah dalam penetapan harga BBM. Meskipun terdapat fluktuasi pada sejumlah parameter pembentuk harga, seperti harga minyak dunia dan nilai tukar, untuk BBM subsidi sesuai arahan Pemerintah tidak ada kenaikan harga hingga akhir 2026,” ujar VP Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, Sabtu (12/9/2026) lalu.

Menurut Kitty, dinamika harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS memang menjadi bagian dari parameter yang memengaruhi pembentukan harga BBM. Namun, untuk BBM subsidi, keputusan harga tetap mengacu pada kebijakan Pemerintah.

Lantas bagaimana dengan BBM nonsubsidi?

Pertamina Patra Niaga menjelaskan bahwa harga Jenis BBM Umum (JBU) atau BBM nonsubsidi tetap mengikuti formula yang telah ditetapkan Pemerintah.

Artinya, harga BBM nonsubsidi dapat bergerak mengikuti parameter dan ketentuan yang berlaku, berbeda dengan BBM subsidi yang untuk saat ini dipastikan tidak mengalami kenaikan hingga akhir 2026.

“Sementara untuk JBU, harga mengikuti formula yang telah ditetapkan Pemerintah,” kata Kitty.

Perbedaan mekanisme tersebut membuat masyarakat perlu membedakan antara BBM subsidi dan BBM nonsubsidi ketika mencermati perubahan harga di SPBU.

Bagi Pertamina Patra Niaga, persoalan harga tidak hanya menyangkut angka yang tertera di papan harga SPBU. Perusahaan juga memastikan penyaluran BBM tetap berjalan dan kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi.

Di tengah dinamika pasar energi global, Pertamina Patra Niaga menyatakan akan terus menjalankan kebijakan Pemerintah terkait harga maupun penyaluran BBM.

Dengan demikian, hingga akhir 2026, masyarakat pengguna BBM subsidi mendapatkan kepastian: harga tidak naik, meski dunia energi masih menghadapi dinamika harga minyak dan nilai tukar.

Sementara bagi pengguna BBM nonsubsidi, pergerakan harga tetap perlu dicermati karena mengikuti formula yang telah ditetapkan Pemerintah. (FSY/SP)