- PWI Riau Gelar Diskusi Pers dan Penyerahan Anugerah LKTJ Ali Kelana 2026 Bertemakan Energi
- Pertamina Buka Suara Soal Harga BBM Subsidi Hingga Akhir 2026, Ini Info Terbarunya
- Kurangi Ketergantungan Luar Negeri, Danantara Dorong Pertamina Pangkas Impor Gas
- Luar Biasa, Kapal Pertamina Patra Niaga Selamatkan 16 Korban KMP Virgo Transport 08 yang Tenggelam
- Bangun Pemahaman Publik, SKK Migas Sumbagut Temu Pimpinan Media 4 Provinsi di Sumatera
- Dua Tahun Prabowo: Antara Negara Kuat dan Pemerintahan Efektif
- Harga Minyak Dunia Tembus US$100 Lagi, Menkeu Purbaya: APBN Aman, Defisit di Bawah 3 Persen
- Dinyatakan Korupsi Dana PI Migas, Hakim PN Pekanbaru Vonis 12 Tahun Mantan Kuasa Hukum PT SPRH
- BBM Biosolar B50 Masuk Pasaran, GAPKI Minta Pemerintah Mantabkan Sebelum Terapkan B60
- Antrean BBM Subsidi Terjadi di Kaltim, Pengamat Minta Pemerintah Buka Data Alokasi dan Distribusi
Bangun Pemahaman Publik, SKK Migas Sumbagut Temu Pimpinan Media 4 Provinsi di Sumatera
Kegiatan ini diikuti 20 pimpinan media dari Aceh, Sumatera Utara, Riau dan Kepulauan Riau (Kepri).
Berita Populer
- Daftar Lengkap Jurusan yang Dibutuhkan TNI Terkait Rekrutmen Calon Perwira Prajurit Karir 2018
- Ikan Asin Bukan Makanan Orang Miskin
- Masalah Pribadi Jadi Alasan Siswa SMP di Pekanbaru Sayat Tangan, Bukan karena Minuman Energi
- Satu Situs KPU Kampar Diduga Diretas, Satu Lainnya Tidak Bisa Diakses
- Polisi Dumai Sita 5 Butir Ekstasi dari Kotak Rokok dan Ciduk Dua Pelaku
Berita Terkait
MIGASNEWS.CO, JAKARTA – Jalinan kemitraan terus dikuatkan antar lembaga. Industri hulu minyak dan gas bumi (migas) tidak hanya berkaitan dengan produksi dan investasi. Di baliknya terdapat berbagai proses, tantangan, hingga kontribusi strategis yang perlu dipahami publik, terutama dalam kaitannya dengan ketahanan energi nasional.
Pemahaman tersebut menjadi bagian dari kegiatan Edukasi Media bertajuk Energy Meet Up yang digelar Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Perwakilan Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), Rabu (9/9/2026) lalu.
Kegiatan ini diikuti 20 pimpinan media dari Aceh, Sumatera Utara, Riau dan Kepulauan Riau (Kepri).
Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Perwakilan Sumbagut, Yanin Kholison, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi dan pertukaran informasi antara industri hulu migas dengan insan pers.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin membuka ruang komunikasi dan berbagi informasi mengenai kegiatan usaha hulu migas, termasuk peran SKK Migas. Kami berharap interaksi yang terjalin dapat memperkuat pemahaman bersama serta mendorong penyampaian informasi kepada masyarakat secara akurat dan berimbang," ujarnya.
Menurut Yanin, media memiliki posisi strategis dalam membangun pemahaman publik mengenai industri hulu migas. Peran tersebut tidak sebatas menyampaikan informasi, tetapi juga membantu mengedukasi masyarakat mengenai berbagai proses dan tantangan yang ada di sektor energi.
Apalagi, industri hulu migas memiliki banyak istilah serta proses teknis yang tidak selalu mudah dipahami masyarakat. Karena itu, komunikasi yang terbuka antara industri dan media dinilai penting agar informasi teknis dapat disampaikan sesuai konteks dan menggunakan bahasa yang lebih mudah dipahami.
"Karena itu, kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada seluruh insan pers yang selama ini telah menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi mengenai industri hulu migas kepada masyarakat," tutur Yanin.
Rangkaian Energy Meet Up tidak hanya diisi paparan mengenai industri hulu migas. Para pimpinan media juga diajak mengenal sejarah geologi Indonesia melalui kunjungan ke Museum Geologi Kementerian ESDM di Bandung.
Kunjungan tersebut memberikan perspektif mengenai keterkaitan kondisi geologi Indonesia dengan keberadaan sumber daya alam dan energi.
Para peserta juga mendapatkan edukasi mengenai industri hulu migas dengan menghadirkan narasumber dari SKK Migas, yakni Aryo Radityo, Suhendra Atmaja dan Andini Claudita.
Dalam forum tersebut, peserta berdiskusi mengenai perkembangan, tantangan dan peluang industri hulu migas serta kontribusinya dalam mendukung ketahanan energi nasional.
Cairkan Suasana di Cikole
Untuk membangun suasana yang lebih santai, SKK Migas dan KKKS Sumbagut juga mengajak peserta mengikuti fun game di kawasan adventure Cikole, Lembang.
Kegiatan tersebut menjadi ruang interaksi antara para pimpinan media dari berbagai daerah dengan jajaran SKK Migas dan KKKS.
"Kami sengaja membuat kegiatan ini tidak terlalu formal. Kami ingin membangun chemistry, karena komunikasi dan kolaborasi yang baik juga membutuhkan kedekatan," kata Yanin.
Apresiasi untuk Pimpinan Media
Sebagai bentuk penghargaan atas dukungan media dalam menyampaikan informasi mengenai industri hulu migas, SKK Migas dan KKKS Sumbagut juga memberikan apresiasi kepada para pimpinan media yang hadir.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap kontribusi media dalam mengedukasi masyarakat serta menyampaikan berbagai perkembangan sektor hulu migas.
Kegiatan Energy Meet Up mendapat dukungan sejumlah perusahaan dan entitas yang beraktivitas di sektor hulu migas wilayah Sumbagut, di antaranya PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), PHR Zona 1, PT Pertamina East Natuna, PT Pertamina NSO, EMP Group, Medco E&P Natuna, Mubadala Energy (Andaman 1) RSC. Ltd., PT APG West Kampar Indonesia, West Natuna Exploration Ltd., Star Energy, Kufpec Indonesia (Anambas) B.V., Premier Oil Natuna Sea BV, Prima Energy Northwest Natuna Pte. Ltd., SPR Langgak, PT Bumi Siak Pusako dan Texcal Energy Mahato Inc.
Yanin menegaskan, komunikasi dan kolaborasi antara SKK Migas, KKKS dan media akan terus diperkuat agar informasi mengenai industri hulu migas dapat dipahami publik secara lebih utuh dan berimbang. (FSY/SP)





