Pekanbaru, Riau

Geram Antrean Solar Terus Terjadi, DPRD Pekanbaru Pertanyakan Peran Pertamina

Pekanbaru Kamis, 17 September 2026 - 11:21 WIB
Geram Antrean Solar Terus Terjadi, DPRD Pekanbaru Pertanyakan Peran Pertamina

Komisi IV DPRD Pekanbaru Faisal Islami mempertanyakan peran Pertamina dalam kondisi ini. Ia melihat, setiap hari mulai pagi hingga malam selalu ditemukan kendaraan mengantre Solar.

MIGASNEWS.CO, RIAU – Makin banyak wakil rakyat yang geram dengan kondisi distribusi BBM di Riau. Antrean solar di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kota Pekanbaru masih terjadi. Kondisi ini menimbulkan keresahan warga lantaran sering terjadi macet.

M Pradikta, warga Kecamatan Bina Widya mengeluhkan antrean panjang setiap kali mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM). Ia pempertanyakan kondisi ini sering terjadi.

"Macetnya itu bikin susah. Sampai ke jalan. Kadang orang mau isi partalite, terhalang sama kendaraan yang antre solar," katanya, Kamis (17/9/2026).

Ia juga mempertanyakan kuota Solar yang seolah dibatasi. Sebab, kata dia, kalau tidak dibatasi, mana mungkin kendaraan antre sampai memakan badan jalan. Ia juga curiga, ada permainan mafia Solar yang membuat BBM ini sulit didapatkan.

"Coba kita lihat, pertalite misalnya. Tidak ada antre. Itu karena lancar pasokan. Nah Solar ini kita lihat. Padahal sama pentingnya. Kenapa selalu antre? Karena dibatasi atau memang ada permainan?" kata dia.

Menanggapi itu, anggota Komisi IV DPRD Pekanbaru Faisal Islami mempertanyakan peran Pertamina dalam kondisi ini. Ia melihat, setiap hari mulai pagi hingga malam selalu ditemukan kendaraan mengantre Solar.

"Hampir tiap hari, pagi, siang, malam sudah ada truk-truk antre mau isi solar. Ada yang sudah lama antre tapi tidak kebagian sampai rela menginap mereka. Tentu kita bertanya-tanya, sebenarnya ada apa? Pertamina jangan tutup mata," kata Faisal.

Kata dia, kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan berlarut. Sebab, selain menyulitkan pengemudi truk, antrean yang mengular hingga ke jalan juga berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat dan kelancaran lalu lintas.

Ia mengaku heran karena antrean solar terjadi berulang hampir setiap hari. Ia meminta pihak terkait segera mencari tahu akar persoalannya, bukan hanya membiarkan masyarakat menghadapi antrean panjang.

"Kondisi antrean BBM solar itu tidak bisa dianggap sebagai persoalan biasa. Jujur kita muak juga melihat itu tiap hari. Begitu terus dibiarkan tak ada perubahan, yang ada makin parah. Jangan bikin masyarakat kecewa," tegasnya.

Ia menilai Pertamina perlu melakukan pengecekan langsung di lapangan untuk mengetahui kondisi sebenarnya. Pengawasan dan pemeriksaan penting agar persoalan antrean solar tidak terus berulang tanpa kejelasan.

"Pertamina harus melek. Daerah kita Provinsi Riau itu kaya akan minyak tapi masyarakatnya dibikin kesusahan mau isi minyak. Mau sampai kapan antrean BBM ini berakhir?" katanta.

Ia berharap Pertamina dapat segera mengambil langkah untuk memastikan ketersediaan dan distribusi solar berjalan dengan baik, sehingga antrean panjang tidak lagi terjadi setiap hari.

"Masyarakat butuh kepastian. Jangan sampai kendaraan sudah mengantre lama, sampai-sampai mutar cari SPBU yang jual solar tapi ujung-ujungnya tidak mendapatkan solar. Kalau memang ada persoalan, segera dicari solusinya," jelasnya. (FSY/SP)