- Banyak Truk Rela Menginap Antre Solar, DPRD Pekanbaru: Pertamina Jangan Tutup Mata
- Bahas Tentang PI Migas Riau, Fithriady Syam Raih Penghargaan LKTJ Raja Ali Kelana 2026
- Kembangkan Migas Non Konvensional di Zona Rokan Riau, Tonggak Strategis Baru Pertamina
- Tambahan Kuota Bio Solar dan Pertalite di Riau Masih Tunggu Persetujuan Pusat
- PWI Riau Gelar Diskusi Pers dan Penyerahan Anugerah LKTJ Ali Kelana 2026 Bertemakan Energi
- Pertamina Buka Suara Soal Harga BBM Subsidi Hingga Akhir 2026, Ini Info Terbarunya
- Kurangi Ketergantungan Luar Negeri, Danantara Dorong Pertamina Pangkas Impor Gas
- Luar Biasa, Kapal Pertamina Patra Niaga Selamatkan 16 Korban KMP Virgo Transport 08 yang Tenggelam
- Bangun Pemahaman Publik, SKK Migas Sumbagut Temu Pimpinan Media 4 Provinsi di Sumatera
- Dua Tahun Prabowo: Antara Negara Kuat dan Pemerintahan Efektif
Perkuat Kemandirian Jadi Operator Migas, EMP Bentu Gandeng Kampus ITP2I di Program Vokasi Pemuda
Manajemen EMP Bentu Limited bersama Rektor ITP2I, Prof Dr T Dahril dan peserta program vokasi pada kegiatan pembukaan di Kampus ITP2I Pelalawan, Selasa (11/8/2026)
Berita Populer
- Daftar Lengkap Jurusan yang Dibutuhkan TNI Terkait Rekrutmen Calon Perwira Prajurit Karir 2018
- Ikan Asin Bukan Makanan Orang Miskin
- Masalah Pribadi Jadi Alasan Siswa SMP di Pekanbaru Sayat Tangan, Bukan karena Minuman Energi
- Satu Situs KPU Kampar Diduga Diretas, Satu Lainnya Tidak Bisa Diakses
- Polisi Dumai Sita 5 Butir Ekstasi dari Kotak Rokok dan Ciduk Dua Pelaku
Berita Terkait
- Ketinggian Air Capai 40 Sentimeter, Dua Desa di Kampar Riau Kembali Terendam Banjir0
- Tinggi Buka Pintu Pelimpah PLTA Koto Panjang Kembali Dibuka karena Elevasi Air Waduk di Atas Normal0
- Polisi Rohul Tembak Terduga Pelaku Pembunuhan di Asahan yang Dikhawatirkan Akan Melukai0
- Ajang Kebangkitan, Suku Talang Mamak di Inhu Kembali Gelar Gawai Gedang 20180
- Atraksi Silat di Siak Sambut Kedatangan Rombongan Pertukaran Pemuda Indonesia-Australia0
MIGASNEWS.CO, PELALAWAN - EMP Bentu Limited bersama Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan Indonesia (ITP2I) meningkatkan kompetensi tujuh pemuda Pelalawan melalui Program Vokasi Pemuda sebagai bekal memasuki dunia kerja sektor industri minyak dan gas.
Program yang berlangsung pada 11-29 Agustus 2026 tersebut menargetkan peserta memperoleh sertifikasi kompetensi sebagai operator muda produksi melalui pembelajaran teori, praktik lapangan, dan asesmen sertifikasi.
Ketua Pelaksana Program Vokasi Pemuda Nursyam Arrozi melalui pernyataannya, Selasa, mengatakan pelatihan diberikan oleh instruktur PT Kiat Global Batam Sukses (KGBS), sementara praktik lapangan dilaksanakan di area operasi EMP Bentu Limited.
“Kami berharap kesempatan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para peserta untuk meningkatkan kompetensi dan mempersiapkan diri memasuki dunia kerja,” ujarnya saat pembukaan program di Kampus ITP2I, Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan.
Materi yang diberikan mencakup etika profesi dan integritas, keselamatan dan kesehatan kerja (K3) migas, penggunaan alat pelindung diri, persiapan pekerjaan operasi produksi, operasi sumur migas, proses separasi fluida reservoir, pengelolaan crude oil, gas dan produced water, serta operasi penampungan produksi.
Setelah mengikuti pembelajaran, peserta menjalani praktik atau magang lapangan dengan pendampingan instruktur KGBS dan supervisor EMP Bentu Limited.
Tahap akhir program berupa persiapan dan asesmen sertifikasi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Migas. Peserta mengikuti ujian teori dan wawancara untuk memperoleh sertifikasi kompetensi operator muda produksi.
Instruktur PT KGBS Syahril Kamil mengatakan kebutuhan tenaga kerja di industri migas bersifat spesifik sehingga diperlukan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan sesuai bidang pekerjaan.
“Pekerjaan di dunia migas sangat spesialis sehingga membutuhkan tenaga terampil,” lanjutnya.
Ia menyebut PT KGBS telah memberikan pelatihan kepada sekitar 1.000 tenaga kerja, termasuk pekerja migas lepas pantai di Kepulauan Riau, dengan sebagian di antaranya kemudian bekerja hingga ke luar negeri.
Rektor ITP2I Prof. Dr. T. Dahril mengatakan kolaborasi perguruan tinggi dan dunia usaha diperlukan untuk mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia agar lulusan tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.
“Pola pikir kita sekarang harus berubah. Tidak cukup hanya memiliki ijazah sarjana, tetapi harus memiliki kompetensi sesuai bidangnya dan mampu memberikan sesuatu yang menjadi nilai tambah,” sebut Dahril.
Menurut dia, pendidikan memberikan dasar pengetahuan, sedangkan pengalaman kerja diperoleh melalui praktik langsung. Karena itu, keterlibatan dunia usaha dalam program pendidikan penting untuk membantu peserta menghubungkan pengetahuan dengan kebutuhan pekerjaan.
“Ilmu bisa dipelajari, tapi pengalaman harus didapat sendiri,” katanya.
External & Internal Relation Coordinator EMP Bentu Limited Manshur Dwi Bekti mengatakan kerja sama dengan ITP2I telah berlangsung untuk mendukung peningkatan sumber daya manusia di Kabupaten Pelalawan.
Jika sebelumnya dilakukan melalui program magang, kerja sama tersebut kini dikembangkan menjadi program vokasi yang memberikan pembekalan kompetensi lebih terarah kepada peserta.
“Kami ingin memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi masyarakat. Selain program magang kerja, sekarang kami laksanakan program vokasi,” sebutnya.
Manshur mengatakan sertifikasi yang diperoleh peserta tidak secara otomatis menjamin mereka diterima bekerja di EMP Bentu. Namun, kompetensi tersebut dapat menjadi nilai tambah ketika peserta memasuki pasar kerja, khususnya di Pelalawan yang memiliki kebutuhan terhadap tenaga kerja terampil.
“Bukan hanya sekadar mendapatkan sertifikasi, tetapi sertifikasi dengan nilai tertinggi. Memang tidak otomatis peserta vokasi ini akan langsung diterima di EMP Bentu, tetapi kalian memiliki nilai lebih dibanding yang lain,” ucap Manshur.
Program Vokasi Pemuda merupakan implementasi nota kesepahaman (MoU) antara ITP2I dan EMP Bentu Limited yang melengkapi program beasiswa yang sebelumnya telah dijalankan kedua pihak.
Salah seorang peserta, Anggi Rada Kurnia, alumni Teknik Industri ITP2I asal Kecamatan Bandar Sei Kijang, mengatakan program tersebut memberikan tambahan pengetahuan sekaligus kesempatan memperoleh sertifikasi sebagai bekal menghadapi persaingan kerja.
Peserta lainnya, Hikmah Laila Tulsyippa, alumni Teknik Kimia Universitas Riau asal Kecamatan Langgam, mengatakan program tersebut menjadi wadah untuk meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja. (FSY/SP)





