- Harga Minyak Dunia Tembus US$100 Lagi, Menkeu Purbaya: APBN Aman, Defisit di Bawah 3 Persen
- Dinyatakan Korupsi Dana PI Migas, Hakim PN Pekanbaru Vonis 12 Tahun Mantan Kuasa Hukum PT SPRH
- BBM Biosolar B50 Masuk Pasaran, GAPKI Minta Pemerintah Mantabkan Sebelum Terapkan B60
- Antrean BBM Subsidi Terjadi di Kaltim, Pengamat Minta Pemerintah Buka Data Alokasi dan Distribusi
- Perkuat Kualitas Layanan Sektor Hilir Migas, BPH Migas dan Ombudsman RI Teken Nota Kesepahaman
- Irvan Nasir: Badan Usaha Khusus Migas, Jangan Cuma Ganti Baju
- Biodiesel B50 Sudah 94% di SPBU, Peneliti Kini Sedang Uji BBM Jenis E5
- Restorasi Lahan Kritis di Aceh Utara, PHE NSO Mengembalikan Jalan Pulang Gajah
- Minta Penjelasan SKK Migas, Plt Gubri Harap Transparansi Penghitungan PI 10 Persen WK Rokan
- Awasi Penyaluran BBM Subsidi, Pertamina Patra Niaga, Polda dan Pemprov Sumatera Barat Cek SPBU
Harga Minyak Dunia Tembus US$100 Lagi, Menkeu Purbaya: APBN Aman, Defisit di Bawah 3 Persen
Menkeu Purbaya mengatakan pemerintah belum berencana menambah kuota subsidi energi meski harga minyak global meningkat. Namun, pemerintah akan terus memantau perkembangan harga minyak untuk menentukan langkah selanjutnya.
Berita Populer
- Daftar Lengkap Jurusan yang Dibutuhkan TNI Terkait Rekrutmen Calon Perwira Prajurit Karir 2018
- Ikan Asin Bukan Makanan Orang Miskin
- Masalah Pribadi Jadi Alasan Siswa SMP di Pekanbaru Sayat Tangan, Bukan karena Minuman Energi
- Satu Situs KPU Kampar Diduga Diretas, Satu Lainnya Tidak Bisa Diakses
- Polisi Dumai Sita 5 Butir Ekstasi dari Kotak Rokok dan Ciduk Dua Pelaku
Berita Terkait
- Proses Perawatan, Sabtu Jaringan Operasi Gas Jargas Dihentikan Sementara0
- Pertamina EP Asset 1 Lirik Field Boyong Penghargaan Patra Nirbaya Karya0
- Wahyu Fadil SIK: PT SIK Kembangkan Rumah Subsidi di Pekanbaru0
- 7 Pimpinan Media dan Anggota SPS Riau Kunjungi Media Berbahasa Indonesia di Hong Kong0
- Tiga Anggota SPS Riau Ikuti Asian Digital Media Awards 2018 di Hong Kong0
MIGASNEWS.CO, NASIONAL - Harga minyak dunia berfluktuasi. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih memiliki ruang untuk menghadapi lonjakan harga minyak dunia yang kembali menembus US$100 per barel.
"Anggarannya masih cukup seperti yang kita hitung sebelumnya," ujar Purbaya saat ditemui di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (10/9/2026).
Purbaya mengatakan pemerintah belum berencana menambah kuota subsidi energi meski harga minyak global meningkat. Namun, pemerintah akan terus memantau perkembangan harga minyak untuk menentukan langkah selanjutnya.
"Belum (ada rencana menambah kuota subsidi). Kita harus pantau terus perkembangannya. Jangan sampai naik lebih tinggi lagi," ujar Purbaya saat ditanya mengenai kemungkinan penambahan kuota subsidi energi.
Purbaya menjelaskan perhitungan fiskal pemerintah telah mempertimbangkan asumsi harga minyak sekitar US$100 per barel. Dalam asumsi tersebut, defisit APBN dipatok sebesar 2,85 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
"Dengan asumsi pada waktu itu kan 2,85 persen itu asumsi US$100 per barel. Walaupun diturunkan sedikit, kan rata-rata sekarang masih di bawah US$90 kalau tidak salah harga minyak dunianya yang kita bayar untuk asumsi APBN. Jadi, masih ada ruang," jelasnya.
Ia menilai pemerintah memiliki pengalaman dalam menghadapi periode harga minyak tinggi sehingga kenaikan harga saat ini belum perlu dikhawatirkan secara berlebihan.
"Seandainya naik ke level yang sekarang dan bertahan di sini pun, kita kan sudah pernah mengalami. Jadi jangan terlalu khawatir. Kita akan atur anggaran kita tetap berkesinambungan dengan defisit tetap ditekan di bawah 3 persen," terangnya.
Purbaya mengatakan posisi fiskal saat ini juga masih relatif terjaga. Defisit APBN hingga Juli-Agustus masih berada di bawah 1 persen.
"Sekarang saja defisitnya baru 0,91 persen. Juli-Agustus 0,95 lah, enggak naik banyak," ujarnya.
Menurut Purbaya, kenaikan harga minyak dunia juga belum akan langsung menekan daya beli mayoritas masyarakat. Pasalnya, pemerintah masih memberikan subsidi untuk bahan bakar minyak (BBM) tertentu.
"Kalau di-absorb di APBN kan enggak. Sebagian mungkin yang Pertamax yang nggak bersubsidi akan terkena. Tapi kan masyarakat umum daya belinya nggak terganggu. Yang umum yang pakai Pertalite masih disubsidi," ujarnya.
Harga minyak dunia kembali di atas level US$100 per barel pada perdagangan Kamis (10/9). Kenaikan harga minyak terjadi di tengah kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan yang semakin parah akibat eskalasi serangan Iran dan Amerika Serikat (AS) terhadap kapal-kapal di kawasan Timur Tengah.
Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent naik 0,1 persen menjadi US$101,34 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS berada di level US$96,55 per barel atau naik 0,5 persen. (FSY/SP)





