- Simulasi Teknis Bencana Hidrometeorologi, Pertamina EP Rantau Field Tingkatkan Kesiapsiagaan Banjir
- Terus Disorot Soal Penyaluran BBM di Riau, Ini Kata Pertamina Patra Niaga
- Geram Antrean Solar Terus Terjadi, DPRD Pekanbaru Pertanyakan Peran Pertamina
- DPRD Riau akan Panggil Pertamina Bahas Antrean Panjang Kendaraan di SPBU Makin Meluas
- Belum Ada Potensi Hujan, Kualitas Udara Akibat Asap Pekanbaru Masih Sangat Tidak Sehat
- Antre BBM Jenis Solar Dipandang Sudah Meresahkan, Sejumlah Tokoh Datangi DPRD Riau
- Perkuat Kemitraan, Corporate Communication PHR Wilayah Rokan Taja Pertemuan dengan PWI Riau
- Banyak Truk Rela Menginap Antre Solar, DPRD Pekanbaru: Pertamina Jangan Tutup Mata
- Mitigasi Karhutla, Pertamina EP Lirik dan Mabes TNI Bekali Kepala Desa dan Masyarakat di Kabupaten I
- Bahas Tentang PI Migas Riau, Fithriady Syam Raih Penghargaan LKTJ Raja Ali Kelana 2026
Simulasi Teknis Bencana Hidrometeorologi, Pertamina EP Rantau Field Tingkatkan Kesiapsiagaan Banjir
PEP Rantau Field menggelar simulasi taktis penanggulangan banjir skala besar di Kompleks PEP Rantau Field. Langkah ini menjadi alarm penting bagi penguatan sistem kesiapsiagaan menghadapi cuaca global.
Berita Populer
- Daftar Lengkap Jurusan yang Dibutuhkan TNI Terkait Rekrutmen Calon Perwira Prajurit Karir 2018
- Ikan Asin Bukan Makanan Orang Miskin
- Masalah Pribadi Jadi Alasan Siswa SMP di Pekanbaru Sayat Tangan, Bukan karena Minuman Energi
- Satu Situs KPU Kampar Diduga Diretas, Satu Lainnya Tidak Bisa Diakses
- Polisi Dumai Sita 5 Butir Ekstasi dari Kotak Rokok dan Ciduk Dua Pelaku
Berita Terkait
- Semarak Gelaran Funtastic Walk Pertamina 20180
- Ketinggian Air Capai 40 Sentimeter, Dua Desa di Kampar Riau Kembali Terendam Banjir0
- Tinggi Buka Pintu Pelimpah PLTA Koto Panjang Kembali Dibuka karena Elevasi Air Waduk di Atas Normal0
- Polisi Rohul Tembak Terduga Pelaku Pembunuhan di Asahan yang Dikhawatirkan Akan Melukai0
- Ajang Kebangkitan, Suku Talang Mamak di Inhu Kembali Gelar Gawai Gedang 20180
MIGASNEWS.CO, ACEH TAMIANG - Ratusan pengawai PEP Rantau Field menghentikan aktivitas kerja saat raung sirene peringatan dini tiba-tiba melengking. Mereka tidak lagi terpaku pada ruang kerja. Dengan cekatan, mereka mengambil dokumen penting yang sudah tersusun rapi di atas meja dan berjalan ke arah titik kumpul sesuai jalur evakuasi yang telah ditentukan.
Dari titik kumpul, kendaraan pengangkut ratusan pegawai menjemput. Mereka kemudian diavakusi bersama masyarakat di Lapangan Golf Rantau. Sejumlah kendaraan milik perusahaan juga mengarah ke tampat yang sama. Setiba di Lapangan Golf Rantau, para petugas sudah stanbay mengarahkan pekerja, mitra kerja dan masyarakat.
Pagi itu, mereka tidak sedang melarikan diri dari banjir yang sungguhan. Para pekerja, mitra kerja dan keluarga menjadi aktor utama dalam simulasi penanggulangan bencana banjir besar yang digelar PEP Rantau Field.
PEP Rantau Field menggelar simulasi taktis penanggulangan banjir skala besar di Kompleks PEP Rantau Field. Langkah ini menjadi alarm penting bagi penguatan sistem kesiapsiagaan menghadapi cuaca global.
Banjir besar akibat curah hujan ekstrem menunjukkan bahwa kawasan Aceh Tamiang tidak bisa lagi menggunakan cara-cara lama dalam penanggulangan bencana. Simulasi khusus penanganan bencana banjir berfokus pada kecepatan evakuasi kelompok rentan. Seperti lansia, anak-anak dan ibu hamil.
Simulasi ini sangat penting untuk menekan potensi jatuhnya korban dan memudahkan evakuasi agar mendapat perlindungan yang lebih baik. Dalam simulasi ini, manajemen PEP Rantau Field memberikan edukasi praktis kepada pekerja, mitra kerja dan masyarakat. Mulai dari mengenali tanda-tanda bencana, mengikuti arahan petugas hingga proses evakuasi menuju tempat pengungsian.
Seorang mitra kerja, Noor Arif Sultan Bahari menyampaikan, simulasi bencana banjir ini sangat bermanfaat. Sebab, para para pekerja dan mitra kerja dapat memahami pola penanganan bencana banjir yang bisa diterapkan apabila bencana benar-benar terjadi.
"Kami sangat bersyukur manajemen begitu peduli dengan keselamatan pekerja dan mitra kerja saat terjadi bencana. Bagi saya, simulasi ini sangat penting karena sudah menggambarkan bagaimana bencana terjadi dan langkah yang dilakukan pekerja dan mitra kerja sebelum dan sesudahnya," ujarnya.
Sementara itu, Field Manager (FM) Pertamina EP Rantau Field, Tomi Wahyu Alimsyah mengatakan, simulasi ini tidak sekadar memberikan teori tetapi mempraktikkan proses evakuasi hingga penanganan di pengungsian. Melalui simulasi ini agar seluruh pekerja, mitra kerja memiliki kesiapsiagaan sebelum bencana.
"Simulasi ini menggambarkan bagaimana bencana terjadi dan langkah yang dilakukan sebelum dan sesudah bencana hidrometeorologi. Dan tentu masih banyak hal-hal yang harus disiapkan saat terjadi bencana," katanya.
Ia menambahkan, kegiatan ini diikuti ratusan orang yang melibatkan pelajar, pekerja di rumah sakit, keluarga pekerja dan mitra kerja. Bahkan, perwakilan warga Kecamatan Rantau agar seluruh pihak mendapatkan edukasi bila terjadi bencana.
"Harapannya semua sudah teredukasi bila menghadapi banjir. Kita mencegah dampak banjir lebih besar. Ketika melakukan evakuasi lebih cepat dampak buruk dari banjir bisa lebih kecil atau dihilangkan," ungkapnya. (FSY/SP)





