Dumai, Riau

Perkuat Ekosistem Pantai Wilayah Pesisir, Pertamina Hulu Rokan Tanam 700 Mangrove di Pesisir Dumai

Dumai Jumat, 07 Agustus 2026 - 17:01 WIB
Perkuat Ekosistem Pantai Wilayah Pesisir, Pertamina Hulu Rokan Tanam 700 Mangrove di Pesisir Dumai

Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia 2026 tersebut mengusung tema “Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang”.

MIGASNEWS.CO, DUMAI – Peduli dengan lingkungan sekitar, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menanam sebanyak 700 bibit mangrove di kawasan Marine Duma. Upaya ini memperkuat perlindungan ekosistem pesisir sekaligus mendukung mitigasi perubahan iklim.

Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia 2026 tersebut mengusung tema “Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang”.

Penanaman mangrove yang berlangsung Kamis (6/8/2026) itu melibatkan Pemerintah Kota Dumai, instansi maritim, serta sejumlah pemangku kepentingan di kawasan pesisir.

Senior Manager HSE Operations Zona Rokan PHR, I Nyoman Widaryantha Naya mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan di sekitar wilayah operasional.

Menurutnya, mangrove memiliki peran penting sebagai penyerap karbon alami atau blue carbon yang mampu membantu mengurangi emisi gas rumah kaca. Selain itu, keberadaan hutan mangrove juga menjadi pelindung alami pesisir dari ancaman abrasi, gelombang pasang, dan erosi.

"Melalui penanaman 700 bibit mangrove ini, kami menegaskan komitmen PHR untuk menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, melindungi keanekaragaman hayati, sekaligus memberikan manfaat ekologis dan sosial bagi masyarakat sekitar," ujarnya.

Ia menyebut, pelestarian lingkungan membutuhkan keterlibatan bersama. Karena itu, PHR mendorong pekerja dan mitra kerja untuk ikut berperan aktif menjaga ekosistem pesisir sebagai bagian dari penerapan prinsip keberlanjutan.

Secara ekologis, keberadaan mangrove yang terjaga di pesisir Dumai juga berperan dalam mendukung rantai makanan laut serta meningkatkan keberlangsungan berbagai biota perairan. Selain itu, kawasan mangrove berpotensi dikembangkan untuk mendukung ekonomi masyarakat melalui sektor perikanan pesisir dan ekowisata.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Dumai, Drs. H. Muhammad Yunus, mengapresiasi langkah PHR dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir.

Ia menyebut mangrove memiliki fungsi strategis sebagai benteng alami yang melindungi garis pantai Dumai yang memiliki kawasan pesisir cukup luas.

"Pentingnya mangrove sebagai benteng alam untuk menahan abrasi. Kami berterima kasih atas kepedulian PHR yang tidak hanya bergerak di sektor energi, tetapi juga ikut menjaga lingkungan. Mangrove ini menjadi paru-paru bumi yang menyerap karbon dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta kelangsungan hidup biota laut," katanya.

PHR memastikan lokasi penanaman mangrove berada dalam kawasan operasional Marine Dumai sehingga proses pemantauan dan perawatan tanaman dapat dilakukan secara berkala.

Program tersebut telah melalui tahapan persiapan sejak Mei 2026, mulai dari survei lokasi, koordinasi dengan pemangku kepentingan, hingga persiapan aspek keselamatan kerja.

Ke depan, PHR berkomitmen melanjutkan program pengelolaan lingkungan terpadu di wilayah kerja Zona Rokan. Upaya ini sejalan dengan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta dukungan terhadap target Net Zero Emission melalui pengembangan sumber penyerap karbon alami. (FSY/SP)