- Serius Usut 3.387 Hektare Lahan Terbakar, Polda Riau Tangani 58 Kasus Karhutla dan Tetapkan 61 Tersa
- Menteri Bahlil Harapkan Warga Mampu Tak Gunakan BBM Subsidi
- Simulasi Teknis Bencana Hidrometeorologi, Pertamina EP Rantau Field Tingkatkan Kesiapsiagaan Banjir
- Terus Disorot Soal Penyaluran BBM di Riau, Ini Kata Pertamina Patra Niaga
- Geram Antrean Solar Terus Terjadi, DPRD Pekanbaru Pertanyakan Peran Pertamina
- DPRD Riau akan Panggil Pertamina Bahas Antrean Panjang Kendaraan di SPBU Makin Meluas
- Belum Ada Potensi Hujan, Kualitas Udara Akibat Asap Pekanbaru Masih Sangat Tidak Sehat
- Antre BBM Jenis Solar Dipandang Sudah Meresahkan, Sejumlah Tokoh Datangi DPRD Riau
- Perkuat Kemitraan, Corporate Communication PHR Wilayah Rokan Taja Pertemuan dengan PWI Riau
- Banyak Truk Rela Menginap Antre Solar, DPRD Pekanbaru: Pertamina Jangan Tutup Mata
Menteri Bahlil Harapkan Warga Mampu Tak Gunakan BBM Subsidi
Menteri ESDM Bahlil menjelaskan, harga minyak dunia yang kini menembus lebih dari US$100 per barel turut memengaruhi penyesuaian harga BBM nonsubsidi di dalam negeri.
Berita Populer
- Daftar Lengkap Jurusan yang Dibutuhkan TNI Terkait Rekrutmen Calon Perwira Prajurit Karir 2018
- Ikan Asin Bukan Makanan Orang Miskin
- Masalah Pribadi Jadi Alasan Siswa SMP di Pekanbaru Sayat Tangan, Bukan karena Minuman Energi
- Satu Situs KPU Kampar Diduga Diretas, Satu Lainnya Tidak Bisa Diakses
- Polisi Dumai Sita 5 Butir Ekstasi dari Kotak Rokok dan Ciduk Dua Pelaku
Berita Terkait
- BSP Siap Dukung PWI dan HPN 20190
- Proses Perawatan, Sabtu Jaringan Operasi Gas Jargas Dihentikan Sementara0
- Pertamina EP Asset 1 Lirik Field Boyong Penghargaan Patra Nirbaya Karya0
- Wahyu Fadil SIK: PT SIK Kembangkan Rumah Subsidi di Pekanbaru0
- 7 Pimpinan Media dan Anggota SPS Riau Kunjungi Media Berbahasa Indonesia di Hong Kong0
MIGASNEWS.CO, NASIONAL – Menghadapi situasi global dan melonjaknya harganya minyak dunia. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meminta masyarakat yang mampu untuk tidak menggunakan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
Menurut Bahlil, BBM subsidi diperuntukkan bagi masyarakat yang memang berhak menerima bantuan pemerintah tersebut.
"Saudara-saudara kita yang mampu, yang memakai mobil bagus ya tolonglah, subsidi ini kan untuk saudara-saudara kita yang berhak menerimanya," kata Bahlil dilansir dari Beritasatu.com, Kamis (17/9/2026).
Bahlil menjelaskan, harga minyak dunia yang kini menembus lebih dari US$100 per barel turut memengaruhi penyesuaian harga BBM nonsubsidi di dalam negeri.
Di sisi lain, pemerintah memutuskan tidak menaikkan harga BBM bersubsidi. Kondisi ini disebut mendorong sebagian masyarakat beralih dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi.
Pergeseran konsumsi tersebut menjadi salah satu faktor yang menyebabkan antrean panjang di sejumlah SPBU di berbagai daerah.
Selain itu, Bahlil menyoroti praktik penyalahgunaan BBM subsidi. Berdasarkan temuan kepolisian, terdapat kendaraan yang tangkinya dimodifikasi agar mampu menampung BBM dalam jumlah besar.
"Ada (tangki dimodifikasi) yang 700 liter, ada yang 1 ton, kemudian diisi dengan mobil Pajero, apa, segala macam. Jadi itu yang membuat salah satu penyebab antrean," ujarnya.
Bahlil mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah mengarahkan agar seluruh bentuk pelanggaran dalam penyaluran BBM subsidi segera ditertibkan.
Kementerian ESDM, lanjutnya, terus berkoordinasi dengan PT Pertamina (Persero) untuk memperketat pengawasan distribusi BBM bersubsidi.
"Arahannya harus segera kita tertibkan. Pemerintah itu kan regulator. Implementasi di lapangan itu kan adalah Pertamina. Jadi saya melakukan koordinasi terus dengan Pertamina," sebut Bahlil lagi. (FSY/SP)





