- Kerugian Capai Ro64 Miliar, Kejati Riau Dalami Putusan Kasus PI 10 Persen Migas di Riau
- Terkontaminasi Minyak di WK Rokan, Pertamina Hulu Rokan Percepat Pemulihan Tanah
- Perusahaan Gas Negara Area Pekanbaru Kembali Gelar Donor Darah
- Harga Minyak Naik 1,44 Persen Akibat Iran Belum Mau Buka Selat Hormuz
- Paripurna Hari Jadi Riau ke-69 Digelar DPRD Riau, Beri Tanda Jasa dan Berbagai Harapan Disampaikan
- Hari Jadi Riau Khidmat, Plt Gubri: Tekanan Fiskal Dirasakan Seluruh Indonesia, Termasuk Riau
- Menjaga Marwah Energi Riau, Refleksi Dua Dekade Alih Kelola Blok CPP
- Perkembangan Terbaru, Tiga Sumur Baru PHR Zona 4 Buktikan Lapangan Tua Masih Produktif
- Perkuat Ekosistem Pantai Wilayah Pesisir, Pertamina Hulu Rokan Tanam 700 Mangrove di Pesisir Dumai
- Perkuat Sinergi PHR, SKK Migas, dan Polda Riau untuk Lindungi Aset Negara di WK Rokan
Harga Minyak Naik 1,44 Persen Akibat Iran Belum Mau Buka Selat Hormuz
Iran menyatakan kesepakatan dengan Oman untuk menetapkan jalur pelayaran baru di selat strategis tersebut telah memasuki tahap akhir. Namun, Teheran menegaskan masih ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi Amerika Serikat (AS) sebelum Selat Hormuz dibuka kembali.
Berita Populer
- Daftar Lengkap Jurusan yang Dibutuhkan TNI Terkait Rekrutmen Calon Perwira Prajurit Karir 2018
- Ikan Asin Bukan Makanan Orang Miskin
- Masalah Pribadi Jadi Alasan Siswa SMP di Pekanbaru Sayat Tangan, Bukan karena Minuman Energi
- Satu Situs KPU Kampar Diduga Diretas, Satu Lainnya Tidak Bisa Diakses
- Polisi Dumai Sita 5 Butir Ekstasi dari Kotak Rokok dan Ciduk Dua Pelaku
Berita Terkait
- 7 Pimpinan Media dan Anggota SPS Riau Kunjungi Media Berbahasa Indonesia di Hong Kong0
- Tiga Anggota SPS Riau Ikuti Asian Digital Media Awards 2018 di Hong Kong0
- KJRI di Hong Kong Siap Terima "PWI Riau Menyapa Dunia"0
- Wafat pada Usia 80 Tahun, Inilah Riwayat Hidup Mantan Sekjen PBB Kofi Annan0
- JCH Asal Kuansing Wafat di Tanah Suci0
MIGASNEWS.CO, INTERNASIONAL - Harga minyak mentah dunia kembali menguat pada perdagangan Senin (10/8/2026) di tengah ketidakpastian mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz.
Iran menyatakan kesepakatan dengan Oman untuk menetapkan jalur pelayaran baru di selat strategis tersebut telah memasuki tahap akhir. Namun, Teheran menegaskan masih ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi Amerika Serikat (AS) sebelum Selat Hormuz dibuka kembali.
Harga minyak Brent berjangka naik US$ 1,20 atau 1,44% menjadi US$ 84,79 per barel. Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) AS naik US$ 1,12 atau 1,08% menjadi US$ 79,29 per barel.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan kesepakatan dengan Oman mengenai pengaturan jalur pelayaran baru di Selat Hormuz telah berada pada tahap akhir. Namun, kesepakatan tersebut belum berarti selat akan segera dibuka.
Menurut Araghchi, pembukaan kembali Selat Hormuz tetap bergantung pada pemenuhan sejumlah tuntutan Iran oleh AS. Kesepakatan Iran dan Oman nantinya akan mengatur jalur pelayaran yang digunakan setelah persyaratan tersebut dipenuhi dan lalu lintas kapal kembali dibuka.
Iran sebelumnya menegaskan pembukaan kembali Selat Hormuz tidak hanya bergantung pada pembicaraan dengan Oman. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan pembukaan selat tersebut bergantung pada kesediaan AS memenuhi persyaratan yang ditetapkan Teheran.
Sejumlah tuntutan Iran mencakup penghentian ancaman dan serangan militer, pencabutan sanksi AS, penghentian blokade terhadap pelabuhan Iran, pembebasan aset Iran yang dibekukan, serta kompensasi atas kerusakan akibat perang.
Iran dan Oman memang tengah membahas pengaturan jalur pelayaran baru di Selat Hormuz. Namun, Teheran memandang kesepakatan tersebut hanya mengatur mekanisme pelayaran dan tidak secara otomatis menyelesaikan persoalan yang lebih luas dengan Washington.
Ketidakpastian tersebut membuat aktivitas pelayaran di Selat Hormuz masih sangat terbatas. Sebelum konflik pecah, jalur perairan tersebut menjadi salah satu jalur utama perdagangan energi dunia, dengan sekitar seperlima pengiriman minyak dan gas alam cair (LNG) global melewati selat tersebut.
Karena itu, ketidakjelasan mengenai kapan lalu lintas kapal dapat kembali normal terus menjadi perhatian pelaku pasar. Sebelumnya, harga minyak sempat turun ketika pasar melihat peluang penyelesaian konflik semakin terbuka.
Namun, keraguan mengenai persyaratan pembukaan kembali Selat Hormuz kembali memberikan tekanan terhadap harga minyak. (HFS/INT)





