Kolom Opini Irvan Nasir

Menjaga Marwah Energi Riau, Refleksi Dua Dekade Alih Kelola Blok CPP

Opini Sabtu, 08 Agustus 2026 - 20:45 WIB
Menjaga Marwah Energi Riau, Refleksi Dua Dekade Alih Kelola Blok CPP

Irvan Nasir, Pengamat Sosial dan Kemasyarakatan di Riau

MIGAS NEWS - Setiap tanggal 9 Agustus, masyarakat Bumi Lancang Kuning tidak hanya merayakan Hari Jadi Provinsi Riau, tetapi juga memperingati momentum penting kedaulatan energi nasional.

Tepat 24 tahun lalu, pada 9 Agustus 2002, Riau mengukir tinta emas saat PT Bumi Siak Pusako (BSP) bersama Pertamina resmi mengambil alih Wilayah Kerja (WK) Coastal Plain and Pekanbaru (CPP) dari raksasa asing, PT Caltex Pacific Indonesia. Peristiwa tersebut menjadi tonggak sejarah yang membuktikan bahwa anak daerah mampu berdiri di kaki sendiri.

Sebagai orang yang pernah dipercaya menakhodai manajemen sumber daya manusia (HRM) dan External Affairs di BOB selama lebih dari satu dekade (2010–2022), saya menyaksikan sendiri bagaimana bentangan lapangan Blok CPP yang melintasi wilayah administrasi Siak, Bengkalis, dan Kampar ini dikelola.

Di balik kesuksesan operasional yang stabil dan kontribusi masif terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), aset terbesar kita sebenarnya adalah investasi pada manusia.

Fase pertama alih kelola di bawah skema BOB sukses menjadi laboratorium hidup tempat terjadinya transfer pengetahuan (transfer of knowledge). Kita berhasil mengadopsi standar global profesionalisme hulu migas ke dalam etos kerja putra daerah. Pembuktian nyata dari kokohnya kompetensi SDM lokal ini tercermin dari keberhasilan berbagai program strategis di lapangan, termasuk suksesnya pengeboran eksplorasi  di beberapa struktur prospektif yang berhasil mengamankan cadangan migas baru bagi masa depan Riau.

Dua dekade berselang, pada 9 Agustus 2022, PT BSP naik kelas menjadi operator tunggal (100%) Blok CPP. Langkah berani ini adalah puncak dari penantian panjang kedailatan ekonomi daerah. Namun, mengelola lapangan tua (mature field) dengan kompleksitas tinggi sebagai penguasa tunggal menuntut ketangguhan organisasi yang jauh lebih berat.

Memasuki tahun 2026, perjalanan mandiri ini meninggalkan catatan kritis pada aspek keandalan fasilitas. Salah satunya adalah isu pembekuan minyak (congeal) akibat tingginya kandungan parafin pada jaringan pipa penyalur utama.

Ketika kendala teknis ini terjadi, jalur distribusi dari wilayah operasional vital seperti Gathering Station Zamrud dan Pusaka, sehingga memaksa perusahaan beralih ke metode mitigasi darurat berupa pengangkutan darat menggunakan truk (trucking).

Dari kacamata manajemen aset dan organisasi, kita harus objektif melihat akar masalahnya. Masalah congeal ini dipicu oleh faktor aging facility, di mana jaringan pipa salur utama yang digunakan saat ini telah berumur lebih dari 30 tahun. Infrastruktur warisan masa lalu ini telah melewati masa pakai optimalnya, sehingga sangat rentan terhadap perubahan suhu operasional.

Gejala ini menjadi alarm bagi kita semua bahwa mengelola blok migas secara mandiri tidak cukup hanya bermodalkan semangat kedaerahan, melainkan harus dibarengi dengan keberanian melakukan investasi peremajaan kapital (capital expenditure) yang besar.

Kendati demikian, catatan kritis ini harus dipandang sebagai ujian pendewasaan organisasi yang lumrah dalam industri migas global. Menghadapi tantangan ini, PT BSP di bawah manajemen baru perlu mengambil langkah taktis: mempercepat modernisasi total fasilitas pipa yang telah berumur tersebut, mengintensifkan program pembersihan pipa (pigging), serta mengoptimalkan instalasi pemanas jaringan pipa (heater).

Dari sisi HR, manajemen juga harus terus memperkuat kompetensi teknis para pekerja lapangan agar memiliki kesiapan mental dan keahlian hulu mutakhir dalam mengelola fasilitas tua.

Menjadikan momen Hari Jadi Provinsi Riau sebagai ruang refleksi berarti kita berani melihat prestasi masa lalu sekaligus jujur mengakui tantangan hari ini untuk diperbaiki esok hari. Kedaulatan energi sejati adalah manifestasi dari keandalan operasional, peremajaan infrastruktur yang konsisten, serta transparansi tata kelola perusahaan yang bersih (good corporate governance).

Mendukung PT BSP untuk bertransformasi menjadi BUMD yang tangguh adalah tanggung jawab moral seluruh elemen di Riau. Dengan sinergi antara investasi teknologi, peremajaan fasilitas, dan pembangunan kapasitas SDM, marwah energi Riau di Blok CPP akan tetap terjaga sebagai motor kesejahteraan rakyat hingga akhir masa kontrak di tahun 2042. Selamat Hari Jadi Provinsi Riau!

Irvan Nasir, Manager Human Resources Management [HRM] Badan Operasi Bersama [BOB] PT BSP-Pertamina Hulu Periode 2010–2022.