- Atasi Macet Kendaraan Antre Bio Solar dan Pertalite, Pemprov Riau Ajukan Penambahan Kuota BBM
- Bukan Kebijakan Nasional, Pertamina Sebut Beli BBM Tak Perlu Tunjukkan STNK
- Kementerian Lingkungan Hidup Segel 30 Perusahaan Karhutla, Terbanyak Kalbar dan Riau Ada Satu
- Dorong Kemandirian Ekonomi, PHR Bekali Pemuda Riau Jadi Teknisi AC
- Anteran Panjang dan Berjam-jam, Pengendara di SPBU Arifin Achmad Kecewa BBM Mendadak Habis
- EMP Bentu Taja Pengobatan Gratis dan Bantu Pemadaman Api Karhutla di Rantau Baru
- Lebih dari 100 Blok Migas Indonesia di Tawarkan Presiden Prabowo ke Investor Rusia
- Pertamina Hulu Rokan Buka Kembali Magang Batch 9, 122 yang Lulus Ditempatkan di Riau dan Jakarta
- Banyak Warga Terdampak Kathutla, PT Bumi Siak Pusako Peduli Bagikan 20 Ribu Masker
- Keluarkan Suara Letupan, Warga Kaget Kejadian di Kilang Pertamina Dumai
Atasi Macet Kendaraan Antre Bio Solar dan Pertalite, Pemprov Riau Ajukan Penambahan Kuota BBM
Pemprov Riau telah mengajukan kuota BBM jenis Bio Solar dan Pertalite. Foto rapat koordinasi Plt Gubri dengan Pertamina beberapa waktu lalu.
Berita Populer
- Daftar Lengkap Jurusan yang Dibutuhkan TNI Terkait Rekrutmen Calon Perwira Prajurit Karir 2018
- Ikan Asin Bukan Makanan Orang Miskin
- Masalah Pribadi Jadi Alasan Siswa SMP di Pekanbaru Sayat Tangan, Bukan karena Minuman Energi
- Satu Situs KPU Kampar Diduga Diretas, Satu Lainnya Tidak Bisa Diakses
- Polisi Dumai Sita 5 Butir Ekstasi dari Kotak Rokok dan Ciduk Dua Pelaku
Berita Terkait
MIGASNEWS.CO, RIAU – Melihat realitas yang terjadi di lapangan, adanya antrean untuk mendapatkan BBM hampir disetiap SPBU. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mengajukan penambahan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) Subsidi ke pemerintah pusat.
Adapun bahan bakar yang diusulkan yakni jenis Bio Solar dan Pertalite guna mengatasi kemacetan antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Riau.
Kepala Dinas ESDM Provinsi Riau, Ismon Diando Simatupang memyebutkan langkah antisipatif ini diambil seiring meningkatnya konsumsi masyarakat menjelang momen Natal dan Tahun Baru.
"Pemprov Riau telah mengajukan kuota BBM jenis Bio Solar dan Pertalite. Tapi hingga saat ini masih tinggal menunggu persetujuan dari pusat dalam hal ini BPH Migas," kata Ismon, Sabtu (5/9/2026).
Dirinya menyebutkan pengajuan penambahan kuota Bio Solar tercatat sebesar 99.700 Kilo Liter (KL), sedangkan usulan penambahan Pertalite mencapai 99.556 KL. Saat ini Pemprov Riau masih menunggu keputusan akhir penetapan kuota tersebut dari instansi teknis di tingkat pusat.
Ismon menjelaskan bahwa lonjakan konsumsi BBM rutin terjadi pada periode akhir tahun akibat peningkatan aktivitas transportasi publik dan logistik. Oleh karena itu, pasokan tambahan sangat diperlukan untuk menekan potensi kelangkaan dan kemacetan lalu lintas di sekitar area SPBU.
"Namun realisasi pengajuan penambahan kuota BBM jenis Bio Solar dan Pertalite tersebut tergantung pihak BPH Migas. Karena realisasi penambahan kuota tersebut juga tergantung kemampuan APBN," ujarnya.
Guna menjaga ketertiban distribusi BBM di lapangan, Dinas ESDM Provinsi Riau juga telah mengoordinasikan fenomena antrean panjang ini kepada pihak penyalur resmi. Koordinasi intensif dilakukan bersama Pertamina Patra Niaga selaku pihak yang memegang kewenangan teknis pengaturan dan penyaluran BBM ke SPBU.
"Kami terus melakukan koordinasi dengan pihak Pertamina Patra Niaga," tegasnya.
Meskipun stok Pertalite saat ini dipastikan masih mencukupi kebutuhan harian masyarakat hingga akhir tahun, Pemprov Riau menilai langkah cadangan tetap harus disiapkan.
Penambahan kuota Pertalite difungsikan sebagai antisipasi utama apabila terjadi lonjakan konsumsi yang drastis selama periode libur panjang. (FSY/MCR)





