- Minta Penjelasan SKK Migas, Plt Gubri Harap Transparansi Penghitungan PI 10 Persen WK Rokan
- Awasi Penyaluran BBM Subsidi, Pertamina Patra Niaga, Polda dan Pemprov Sumatera Barat Cek SPBU
- Sudah Ajukan Kuota BBM dan Belum Dijawab, Pemprov Riau Minta Tambahan 199 Ribu KL Pertalite-Solar
- Meski Antre di SPBU Meluas, Pemprov Riau dan Pertamina Pastikan Stok BBM Aman
- Pemprov Riau Usul ke PHR Perbaiki 10 Km Jalan Mahato Hingga Simpang Menggala Kabupaten Rokan Hilir
- Erupsi Anak Krakatau Sedikitnya Berdampak pada 3 KKKS, Produksi Migas Tetap Aman
- Atasi Macet Kendaraan Antre Bio Solar dan Pertalite, Pemprov Riau Ajukan Penambahan Kuota BBM
- Bukan Kebijakan Nasional, Pertamina Sebut Beli BBM Tak Perlu Tunjukkan STNK
- Kementerian Lingkungan Hidup Segel 30 Perusahaan Karhutla, Terbanyak Kalbar dan Riau Ada Satu
- Dorong Kemandirian Ekonomi, PHR Bekali Pemuda Riau Jadi Teknisi AC
Sudah Ajukan Kuota BBM dan Belum Dijawab, Pemprov Riau Minta Tambahan 199 Ribu KL Pertalite-Solar
Pemprov Riau melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah resmi menyodorkan angka permohonan tambahan, namun hingga kini eksekusinya masih menggantung tanpa kepastian.
Berita Populer
- Daftar Lengkap Jurusan yang Dibutuhkan TNI Terkait Rekrutmen Calon Perwira Prajurit Karir 2018
- Ikan Asin Bukan Makanan Orang Miskin
- Masalah Pribadi Jadi Alasan Siswa SMP di Pekanbaru Sayat Tangan, Bukan karena Minuman Energi
- Satu Situs KPU Kampar Diduga Diretas, Satu Lainnya Tidak Bisa Diakses
- Polisi Dumai Sita 5 Butir Ekstasi dari Kotak Rokok dan Ciduk Dua Pelaku
Berita Terkait
- Semarak Gelaran Funtastic Walk Pertamina 20180
- Ketinggian Air Capai 40 Sentimeter, Dua Desa di Kampar Riau Kembali Terendam Banjir0
- Tinggi Buka Pintu Pelimpah PLTA Koto Panjang Kembali Dibuka karena Elevasi Air Waduk di Atas Normal0
- Polisi Rohul Tembak Terduga Pelaku Pembunuhan di Asahan yang Dikhawatirkan Akan Melukai0
- Ajang Kebangkitan, Suku Talang Mamak di Inhu Kembali Gelar Gawai Gedang 20180
MIGASNEWS.CO, PEKANBARU – Setelah mengajukan secara resmi soal suplai BBM di Riau beberapa hari lalu. Kini Pemprov Riau belum menerima jawaban Pertamina. Antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) wilayah Riau seolah angin lalu saja.
Guna mencegah kelumpuhan logistik dan kemacetan parah saat periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau terpaksa mengambil langkah darurat dengan meminta 'suntikan' kuota BBM subsidi ke pemerintah pusat.
Sayangnya, nasib mobilitas warga Riau kini sepenuhnya berada di tangan Jakarta.
Pemprov Riau melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah resmi menyodorkan angka permohonan tambahan, namun hingga kini eksekusinya masih menggantung tanpa kepastian.
Kadis ESDM Riau, Ismon menyebutkan, angka yang diajukan tidaklah kecil. Riau seperi mengemis tambahan hampir 200 ribu Kilo Liter (KL) BBM subsidi, yang terbagi atas 99.700 KL Bio Solar dan 99.556 KL Pertalite.
"Pemprov Riau telah mengajukan kuota BBM jenis Bio Solar dan Pertalite. Tapi hingga saat ini masih tinggal menunggu persetujuan dari pusat dalam hal ini BPH Migas," ungkap Ismon, Sabtu (5/9/2026) lalu.
Fakta kritis di lapangan menunjukkan bahwa lonjakan konsumsi BBM pada kuartal terakhir adalah siklus pasti akibat mobilitas warga dan distribusi logistik yang meroket.
Namun, respons birokrasi di tingkat pusat seringkali menjadi hambatan.
Ismon mengakui bahwa usulan strategis ini tidak bisa langsung dieksekusi begitu saja.
Ada variabel besar yang berada di luar kendali pemerintah daerah, yakni kekuatan finansial negara.
"Namun realisasi pengajuan penambahan kuota BBM jenis Bio Solar dan Pertalite tersebut tergantung pihak BPH Migas. Karena realisasi penambahan kuota tersebut juga tergantung kemampuan APBN," tambahnya.
Pernyataan ini menjadi sinyal alarm bagi masyarakat. Jika APBN dianggap tidak memadai oleh BPH Migas, Riau harus bersiap menghadapi skenario terburuk, kelangkaan BBM di tengah tingginya permintaan libur panjang.
Sembari menunggu palu keputusan dari BPH Migas, Pemprov Riau hanya bisa melakukan mitigasi lokal agar antrean tidak semakin mengular dan memicu konflik di lapangan.
Langkah intervensi satu-satunya saat ini adalah 'menekan' pihak penyalur untuk mendistribusikan stok yang ada secara tepat sasaran.
"Kami terus melakukan koordinasi dengan pihak Pertamina Patra Niaga," sebutnya. (FSY/SP)





