- Dari Lidi Sawit Menjadi Piring, Ibu-Ibu Melebung Merintis Usaha Bersama EMP Korinci Baru
- SKK Migas Bidik Terobosan Baru, FOREK Hulu Migas jadi Arena Adu Strategi
- Tujuh Kapal Dikerahkan, Perkuat Cadangan BBM di Bali Hingga 15 Hari
- Edukasi Beternak dan Bertani, Pertamina Hulu Rokan Memupuk Generasi Sadar Lingkungan
- Percepat Pemulihan BBM di Bali, Menteri ESDM Bahlil Cek Distribusi Pertamina
- Pemerintah Terus Matangkan RUU Migas, Bahlil Sebut Penyusunan Capai 80–90 Persen
- Mencemaskan, Data Dinas Kesehatan Sebut 35.910 Warga Riau Terserang ISPA Akibat Karhutla
- Selewengkan Penjualan Solar dan Pertalite, 7 Penimbun BBM Subsidi di Ditangkap Polisi di Bali
- Perkuat Operasional di Riau, Wakil Direktur Utama Pertamina Tinjau Fuel Terminal Sei Siak
- Rapat Mendadak Menteri ESDM, Dasco, Kepala BIN, Kapolri dan Pertamina, Minta Tindak Tegas Mafia BBM
Tujuh Kapal Dikerahkan, Perkuat Cadangan BBM di Bali Hingga 15 Hari
Pertamina Patra Niaga menyalurkan sekitar 3 juta liter BBM per hari ke Bali, di atas konsumsi normal Pertalite sekitar 2,2 juta liter per hari. Sebanyak 66 SPBU di Denpasar dan Badung beroperasi 24 jam, didukung tambahan 16 mobil tangki dan 100 personel TNI.
Berita Populer
- Daftar Lengkap Jurusan yang Dibutuhkan TNI Terkait Rekrutmen Calon Perwira Prajurit Karir 2018
- Ikan Asin Bukan Makanan Orang Miskin
- Masalah Pribadi Jadi Alasan Siswa SMP di Pekanbaru Sayat Tangan, Bukan karena Minuman Energi
- Satu Situs KPU Kampar Diduga Diretas, Satu Lainnya Tidak Bisa Diakses
- Polisi Dumai Sita 5 Butir Ekstasi dari Kotak Rokok dan Ciduk Dua Pelaku
Berita Terkait
- Semarak Gelaran Funtastic Walk Pertamina 20180
- Ketinggian Air Capai 40 Sentimeter, Dua Desa di Kampar Riau Kembali Terendam Banjir0
- Tinggi Buka Pintu Pelimpah PLTA Koto Panjang Kembali Dibuka karena Elevasi Air Waduk di Atas Normal0
- Polisi Rohul Tembak Terduga Pelaku Pembunuhan di Asahan yang Dikhawatirkan Akan Melukai0
- Ajang Kebangkitan, Suku Talang Mamak di Inhu Kembali Gelar Gawai Gedang 20180
MIGASNEWS.CO, DENPASAR - Pemerintah menaikkan cadangan bahan bakar minyak (BBM) di Bali dari 11 hari menjadi 15 hari untuk mempercepat pemulihan pasokan. Keputusan itu diambil Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi (Menko Hiltrans)/Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia usai memimpin rapat koordinasi di Fuel Terminal (FT) Sanggaran, Denpasar, Senin (19/10/2026).
Rapat tersebut dihadiri Gubernur Bali, Kapolda Bali, Kasdam IX/Udayana, Direktur Utama Pertamina, Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, dan Kepala BPH Migas. Bahlil menyampaikan perintah kenaikan cadangan melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi serta BPH Migas, sekaligus menepis kabar bahwa kuota BBM untuk Bali dipangkas.
"Saya malah hari ini baru memerintahkan, memutuskan lewat Dirjen Migas dan BPH Migas, untuk menaikkan kuota yang tadinya 11 hari, saya naikin menjadi 15 hari. Jadi bukan mengurangi, menambah," ujar Bahlil.
Menurut Bahlil, keterlambatan kapal pengangkut BBM dari Jawa sempat membuat cadangan di Bali turun hingga sekitar 3 sampai 4 hari. Kini cadangan rata-rata sudah kembali ke kisaran 11 sampai 12 hari.
"Jadi alhamdulillah, puji Tuhan, untuk di sini (Provinsi Bali) sudah bisa teratasi," katanya.
Tambahan pasokan BBM dijadwalkan kembali tiba di Fuel Terminal Sanggaran dan Terminal Manggis melalui sejumlah kapal pengangkut. Kedatangan pasokan ini menjadi bagian dari upaya Pertamina Patra Niaga untuk memperkuat ketersediaan BBM serta menjaga kelancaran pelayanan kepada masyarakat di Bali.
Di lapangan, Pertamina Patra Niaga menyalurkan sekitar 3 juta liter BBM per hari ke Bali, di atas konsumsi normal Pertalite sekitar 2,2 juta liter per hari. Sebanyak 66 SPBU di Denpasar dan Badung beroperasi 24 jam, didukung tambahan 16 mobil tangki dan 100 personel TNI. Gubernur Bali menyebut skema pembelian ganjil-genap sejak Sabtu lalu efektif mengurai antrean, sehingga diperpanjang hingga Jumat.
Bahlil menjelaskan, cadangan 15 hari bukan berarti stok habis dalam 15 hari. Ia mengibaratkannya seperti bak air di rumah yang terus diisi ulang.
"Bukan berarti 15 hari itu habis. Enggak. Dia bergulir terus, datang terus," ujarnya.
Antrean di Bali muncul sejak pekan lalu akibat kendala bongkar muat kapal tanker, gelombang tinggi, dan lonjakan pembelian. Pemerintah juga mengevaluasi distribusi di Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera, tempat pendangkalan sungai membuat pengiriman dialihkan ke jalur darat.
Secara nasional, cadangan Pertalite berada di kisaran 16 sampai 18 hari, sementara jenis BBM lainnya di atas 20 hari. Karena itu, Bahlil menegaskan fokus pemerintah kini ada pada kelancaran distribusi. "Sekarang distribusinya yang kita perlancar," katanya.
Direktur Utama Pertamina menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Bali dan berkomitmen kejadian serupa tidak terulang. Pemerintah, Pertamina, dan Pemerintah Provinsi Bali akan mengevaluasi distribusi setiap hari agar layanan BBM kembali normal dan aktivitas warga serta pariwisata di Pulau Dewata berjalan lancar. (MNA/RD)





