- Rapat Mendadak Menteri ESDM, Dasco, Kepala BIN, Kapolri dan Pertamina, Minta Tindak Tegas Mafia BBM
- Batik Dumai Jadi Kebanggaan Daerah, Menenun Jejak Melayu dan Legenda Putri Tujuh
- Akibat Asap Udara Semakin Beracun, Pemko Pekanbaru Perpanjang PJJ Hingga 17 Oktober 2026
- Ini Detailnya, Pemerintah Pusat Pangkas DBH Migas se-Riau Rp907,5 Miliar Tahun 2027
- Secara Nasional, Kabupaten Bengkalis Peringkat Kedua Penerima DBH Minyak Bumi Terbesar di APBN 2026
- Penggelapan Solar Milik Perusahaan Sawit di Pelalawan, Tiga Pria Ditangkap Polisi
- Langka BBM Sebabkan Antrean SPBU di Bali Capai 1 Km, Ketua DPR RI Desak Pertamina Tambah Pasokan
- Sudah Dipasang Plang Sitaan oleh Kejati Riau, SPBU di Kampar Tetap Beroperasi
- Mata Kuliah CSR, Mahasiswa UIN Suska Pelajari Pengolahan Kotoran Sapi jadi Biogas di Desa Binaan PHR
- Hari Ini Kualitas Udara Pekanbaru Sangat Tidak Sehat, AQI Tembus 215
Akibat Asap Udara Semakin Beracun, Pemko Pekanbaru Perpanjang PJJ Hingga 17 Oktober 2026
MIGASNEWS.CO, PEKANBARU – Masuk tahap berbahaya. Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru kembali memperpanjang sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring selama dua hari, Jumat-Sabtu (16-17 Oktober 2026). Kebijakan ini diambil karena kualitas udara di Pekanbaru belum membaik akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Perpanjangan PJJ tertuang dalam Surat Edaran Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Nomor B.400.3.1/Disdik/44/2026 tentang Penyesuaian Kegiatan Pembelajaran. Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Abdul Jamal, mengatakan keputusan diambil setelah melihat perkembangan kualitas udara pada Kamis (15/10/2026). "PJJ diperpanjang selama dua hari ke depan, karena kualitas udara belum membaik," kata Abdul Jamal, Kamis (15/10/2026). Dengan kebijakan ini, peserta didik tingkat PAUD hingga SMP kembali belajar dari rumah selama dua hari. Langkah ini diambil demi menjaga kesehatan dan keselamatan siswa di tengah paparan kabut asap. Tak hanya sekolah di bawah kewenangan Pemko Pekanbaru, satuan pendidikan dan madrasah di bawah Kementerian Agama serta kementerian dan lembaga lain di Pekanbaru juga diimbau menyesuaikan kegiatan pembelajaran. Penyesuaian diminta tetap memperhatikan kondisi udara terkini serta kesehatan peserta didik. Bagi sekolah yang mengalami kendala listrik atau jaringan internet, pembelajaran dapat diganti dengan modul dan penugasan berbasis rumah. "Kami akan terus memantau perkembangan kualitas udara," pungkasnya. (MNA/SP)
Berita Populer
- Daftar Lengkap Jurusan yang Dibutuhkan TNI Terkait Rekrutmen Calon Perwira Prajurit Karir 2018
- Ikan Asin Bukan Makanan Orang Miskin
- Masalah Pribadi Jadi Alasan Siswa SMP di Pekanbaru Sayat Tangan, Bukan karena Minuman Energi
- Satu Situs KPU Kampar Diduga Diretas, Satu Lainnya Tidak Bisa Diakses
- Polisi Dumai Sita 5 Butir Ekstasi dari Kotak Rokok dan Ciduk Dua Pelaku
Berita Terkait
- Semarak Gelaran Funtastic Walk Pertamina 20180
- Ketinggian Air Capai 40 Sentimeter, Dua Desa di Kampar Riau Kembali Terendam Banjir0
- Tinggi Buka Pintu Pelimpah PLTA Koto Panjang Kembali Dibuka karena Elevasi Air Waduk di Atas Normal0
- Polisi Rohul Tembak Terduga Pelaku Pembunuhan di Asahan yang Dikhawatirkan Akan Melukai0
- Ajang Kebangkitan, Suku Talang Mamak di Inhu Kembali Gelar Gawai Gedang 20180
MIGASNEWS.CO, PEKANBARU – Masuk tahap berbahaya. Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru kembali memperpanjang sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring selama dua hari, Jumat-Sabtu (16-17 Oktober 2026).
Kebijakan ini diambil karena kualitas udara di Pekanbaru belum membaik akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Perpanjangan PJJ tertuang dalam Surat Edaran Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Nomor B.400.3.1/Disdik/44/2026 tentang Penyesuaian Kegiatan Pembelajaran.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Abdul Jamal, mengatakan keputusan diambil setelah melihat perkembangan kualitas udara pada Kamis (15/10/2026).
"PJJ diperpanjang selama dua hari ke depan, karena kualitas udara belum membaik," kata Abdul Jamal, Kamis (15/10/2026).
Dengan kebijakan ini, peserta didik tingkat PAUD hingga SMP kembali belajar dari rumah selama dua hari. Langkah ini diambil demi menjaga kesehatan dan keselamatan siswa di tengah paparan kabut asap.
Tak hanya sekolah di bawah kewenangan Pemko Pekanbaru, satuan pendidikan dan madrasah di bawah Kementerian Agama serta kementerian dan lembaga lain di Pekanbaru juga diimbau menyesuaikan kegiatan pembelajaran.
Penyesuaian diminta tetap memperhatikan kondisi udara terkini serta kesehatan peserta didik.
Bagi sekolah yang mengalami kendala listrik atau jaringan internet, pembelajaran dapat diganti dengan modul dan penugasan berbasis rumah.
"Kami akan terus memantau perkembangan kualitas udara," pungkasnya. (MNA/SP)





