- Mencemaskan, Data Dinas Kesehatan Sebut 35.910 Warga Riau Terserang ISPA Akibat Karhutla
- Selewengkan Penjualan Solar dan Pertalite, 7 Penimbun BBM Subsidi di Ditangkap Polisi di Bali
- Perkuat Operasional di Riau, Wakil Direktur Utama Pertamina Tinjau Fuel Terminal Sei Siak
- Rapat Mendadak Menteri ESDM, Dasco, Kepala BIN, Kapolri dan Pertamina, Minta Tindak Tegas Mafia BBM
- Batik Dumai Jadi Kebanggaan Daerah, Menenun Jejak Melayu dan Legenda Putri Tujuh
- Akibat Asap Udara Semakin Beracun, Pemko Pekanbaru Perpanjang PJJ Hingga 17 Oktober 2026
- Ini Detailnya, Pemerintah Pusat Pangkas DBH Migas se-Riau Rp907,5 Miliar Tahun 2027
- Secara Nasional, Kabupaten Bengkalis Peringkat Kedua Penerima DBH Minyak Bumi Terbesar di APBN 2026
- Penggelapan Solar Milik Perusahaan Sawit di Pelalawan, Tiga Pria Ditangkap Polisi
- Langka BBM Sebabkan Antrean SPBU di Bali Capai 1 Km, Ketua DPR RI Desak Pertamina Tambah Pasokan
Mencemaskan, Data Dinas Kesehatan Sebut 35.910 Warga Riau Terserang ISPA Akibat Karhutla
Kepala Dinas Kesehatan Riau, Zulkifli, mengatakan data tersebut merupakan hasil rekapitulasi kasus selama hampir dua bulan terakhir. Menurutnya, jumlah kasus yang tercatat pada Sabtu (17/10/2026) mengalami peningkatan dibandingkan data sebelumnya.
Berita Populer
- Daftar Lengkap Jurusan yang Dibutuhkan TNI Terkait Rekrutmen Calon Perwira Prajurit Karir 2018
- Ikan Asin Bukan Makanan Orang Miskin
- Masalah Pribadi Jadi Alasan Siswa SMP di Pekanbaru Sayat Tangan, Bukan karena Minuman Energi
- Satu Situs KPU Kampar Diduga Diretas, Satu Lainnya Tidak Bisa Diakses
- Polisi Dumai Sita 5 Butir Ekstasi dari Kotak Rokok dan Ciduk Dua Pelaku
Berita Terkait
- Semarak Gelaran Funtastic Walk Pertamina 20180
- Ketinggian Air Capai 40 Sentimeter, Dua Desa di Kampar Riau Kembali Terendam Banjir0
- Tinggi Buka Pintu Pelimpah PLTA Koto Panjang Kembali Dibuka karena Elevasi Air Waduk di Atas Normal0
- Polisi Rohul Tembak Terduga Pelaku Pembunuhan di Asahan yang Dikhawatirkan Akan Melukai0
- Ajang Kebangkitan, Suku Talang Mamak di Inhu Kembali Gelar Gawai Gedang 20180
MIGASNEWS.CO, RIAU – Waspada. Dinas Kesehatan Provinsi Riau mencatat 35.910 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) selama periode 19 Agustus hingga 17 Oktober 2026. Kota Pekanbaru menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi, yakni 10.020 kasus. Kondisi ini tentu saja mencemaskan.
Kepala Dinas Kesehatan Riau, Zulkifli, mengatakan data tersebut merupakan hasil rekapitulasi kasus selama hampir dua bulan terakhir. Menurutnya, jumlah kasus yang tercatat pada Sabtu (17/10/2026) mengalami peningkatan dibandingkan data sebelumnya.
"Berdasarkan hasil rekapitulasi kita, terhitung 19 Agustus sampai 17 Oktober terdapat total 35.910 kasus ISPA. Kasus paling banyak ditemukan hari ini, meningkat dari sebelumnya 634 menjadi 10.020," kata Zulkifli kepada media, Sabtu (17/10/2026).
Ia menjelaskan, puluhan ribu kasus tersebut tercatat di kabupaten dan kota di Provinsi Riau. Setelah Pekanbaru, Kabupaten Kampar menjadi wilayah dengan jumlah kasus terbanyak berikutnya, yakni 4.830 kasus.
Selanjutnya, Kabupaten Bengkalis mencatat 4.382 kasus, Kabupaten Siak 3.675 kasus, Kota Dumai 3.413 kasus, Kabupaten Pelalawan 2.227 kasus, Kabupaten Indragiri Hulu 1.810 kasus, Kabupaten Kuantan Singingi 1.355 kasus, dan Kabupaten Rokan Hulu 987 kasus.
Sementara itu, Kabupaten Rokan Hilir mencatat 311 kasus dan Kabupaten Indragiri Hilir sebanyak 84 kasus.
Zulkifli menegaskan, angka 35.910 kasus tersebut tidak seluruhnya disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Data itu juga mencakup pasien yang melakukan kontrol atau berobat ulang.
"Namun, 35.910 kasus ini bukan semuanya dampak karhutla, tetapi juga sudah termasuk pasien yang kontrol atau berobat ulang," tegasnya.
Dinkes Imbau Warga Lindungi Diri dari Polusi Udara
Di tengah perhatian terhadap kualitas udara dan dampak asap, Dinas Kesehatan Riau mendorong masyarakat meningkatkan upaya perlindungan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan.
Kelompok tersebut meliputi anak-anak, ibu hamil, lanjut usia, serta orang yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid.
Zulkifli mengimbau masyarakat menerapkan langkah perlindungan kesehatan dan menggunakan masker yang mampu menyaring polutan udara saat diperlukan.
Selain itu, tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan (faskes) diminta memantau dan segera melaporkan kasus penyakit yang berpotensi berkaitan dengan paparan asap kepada Dinas Kesehatan kabupaten/kota.
Penyakit yang perlu dipantau antara lain ISPA, pneumonia, iritasi mata, iritasi kulit, dan asma.
Pemantauan tersebut diharapkan membantu pemerintah daerah mengetahui perkembangan kasus dan mengambil langkah penanganan kesehatan sesuai kebutuhan masyarakat. (MNA/RA)





