- Anggota DPRD Riau Sebut Distribusi Solar di Riau Mulai Normal
- Pertamina EP Pangkalan Susu Gelar Lentera Migas 2026, Jadi Ajang Bakat Siswa di Langkat Sumut
- Saat Buka Minerba Convex 2026, Menteri Bahlil Perintahkan Ekspor SDA Langsung ke Negara Tujuan
- Soal Kelangkaan BBM, Pertamina Patra Niaga Siapkan Tambahan Kuota untuk Bengkalis dan Rupat
- Riau Berduka, Mantan Bupati Siak Arwin AS yang Bentuk Kelola Minyak BUMD Bumi Siak Pusako Meninggal
- Dukung Pendidikan, PHR Salurkan Beasiswa Mahasiswa Asal Dumai yang Kuliah di Universitas Pertamina
- Kementerian ESDM Terapkan Izin Hulu Migas Bakal Cukup di Satu Pintu
- Perkuat ‘’Good Corporate Governance’’, BSP Gandeng Kejati Riau Optimalkan Tata Kelola Perusa
- SKK Migas Ungkap 65 Cekungan Migas Indonesia Belum Dieksplorasi
- Mahasiswa Kampar dan Pelalawan Kenali Industri Migas, EMP Bentu Limited Bekali Kampus ke Dunia Kerja
Saat Buka Minerba Convex 2026, Menteri Bahlil Perintahkan Ekspor SDA Langsung ke Negara Tujuan
Menteri ESDM Bahlil mencontohkan bahwa pengiriman komoditas seperti gas (LNG) maupun hasil tambang ke negara seperti China, Jepang, atau Korea harus dikirim langsung dari Indonesia tanpa harus singgah dan dicap stempel oleh negara perantara yang kemudian mengklaim komoditas tersebut sebagai ekspor negara lain.
Berita Populer
- Daftar Lengkap Jurusan yang Dibutuhkan TNI Terkait Rekrutmen Calon Perwira Prajurit Karir 2018
- Ikan Asin Bukan Makanan Orang Miskin
- Masalah Pribadi Jadi Alasan Siswa SMP di Pekanbaru Sayat Tangan, Bukan karena Minuman Energi
- Satu Situs KPU Kampar Diduga Diretas, Satu Lainnya Tidak Bisa Diakses
- Polisi Dumai Sita 5 Butir Ekstasi dari Kotak Rokok dan Ciduk Dua Pelaku
Berita Terkait
- Proses Perawatan, Sabtu Jaringan Operasi Gas Jargas Dihentikan Sementara0
- Pertamina EP Asset 1 Lirik Field Boyong Penghargaan Patra Nirbaya Karya0
- Wahyu Fadil SIK: PT SIK Kembangkan Rumah Subsidi di Pekanbaru0
- 7 Pimpinan Media dan Anggota SPS Riau Kunjungi Media Berbahasa Indonesia di Hong Kong0
- Tiga Anggota SPS Riau Ikuti Asian Digital Media Awards 2018 di Hong Kong0
MIGASNEWS.CO, JAKARTA – Mendapat perhatian banyak pihak. Komoditas tambang dan energi Indonesia tidak boleh lagi singgah di negara perantara sebelum sampai ke pembeli. Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi/Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memerintahkan agar ekspor sumber daya alam (SDA) dikirim langsung ke negara tujuan akhir.
Perintah itu disampaikan Bahlil saat membuka Mineral dan Batubara Convention - Expo (Minerba Convex) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Senin (2/11/2026), di hadapan pimpinan perusahaan, asosiasi, akademisi, dan pelaku industri pertambangan.
"Pak Dirjen, saya perintahkan jangan lagi ada pengiriman sumber daya alam kita, kalau kita ekspor, lewat transit negara tertentu. Langsung saja," tegas Bahlil.
Bahlil mencontohkan bahwa pengiriman komoditas seperti gas (LNG) maupun hasil tambang ke negara seperti China, Jepang, atau Korea harus dikirim langsung dari Indonesia tanpa harus singgah dan dicap stempel oleh negara perantara yang kemudian mengklaim komoditas tersebut sebagai ekspor negara lain.
"Indonesia ini negara berdaulat, bukan negara yang bisa diatur-atur oleh siapa pun, tidak boleh!" tegasnya lagi.
Bahlil juga meminta dalam memanfaatkan SDA jangan terlampau berlebihan. Menurutnya, mengelola SDA itu harus dengan cara tata kelola yang baik dan benar, jangan kita mengelolanya secara tidak bertanggung jawab.
Dalam kesempatan yang sama, Bahlil menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan (supply and demand) di pasar global, seperti yang ia contohkan pada komoditas batu bara dan nikel.
Menurutnya, produksi yang dilakukan secara membabi buta tanpa kontrol justru dapat menjatuhkan harga komoditas di pasaran internasional, yang pada akhirnya merugikan pendapatan negara serta nilai profit perusahaan dalam jangka panjang.
"Pengelolaan sektor pertambangan harus dilakukan secara bijaksana demi menjamin kelangsungan hidup serta ketersediaan cadangan bagi generasi mendatang," ujarnya.
Minerba Convex 2026
Minerba Convex 2026 berlangsung pada 2-3 November 2026 dengan tema "Membangun Bangsa, Memberdayakan Masyarakat". Penyelenggara memperkirakan jumlah pengunjung dan peserta lebih dari 17.000 orang.
Dalam laporannya, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Tri Winarno menyebut Minerba Convex 2026 sebagai wahana yang mempertemukan pemerintah, pelaku industri, akademisi, investor, asosiasi, dan masyarakat dalam satu ruang pembelajaran tentang peran sektor pertambangan bagi pembangunan nasional.
"Saya berharap kegiatan business matching, forum bisnis, dan dialog eksekutif dapat mempertemukan pemilik proyek dengan mitra investasi, penyedia teknologi, dan pelaku usaha nasional," ujar Tri.
Ajang ini juga menghadirkan Coaching Clinic yang menyediakan konsultasi dan pendampingan bagi badan usaha dalam menyusun dan mengajukan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB), serta Apresiasi Minerba bagi badan usaha dengan kinerja dan kontribusi positif.
Untuk masyarakat umum, khususnya generasi muda, panitia menyiapkan Experience Zone dan Kids' Mining Adventure. Melalui rangkaian tersebut, Minerba Convex 2026 diharapkan mendekatkan dunia pertambangan kepada publik sekaligus mendorong kerja sama yang dapat ditindaklanjuti di subsektor mineral dan batu bara. (FSY/SF)





