- Patra Logistik Terus Perkuat Kapabilitas dan Keandalan Distribusi Energi di Usia Tiga Dekade
- Blok Langgak Beralih Kelola dari BUMD Riau ke Pihak Asing, Tokoh Muda Riau Surati Menteri ESDM
- Anggota Komisi XII DPR RI Yulian Gunhar Harap Desil DTSEN Tidak Jadi Patokan Tunggal Subsidi Energi
- Atasi Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau, SKK Migas dan KKKS Sumbagut Kerahkan Personel dan Peralatan
- Di International Indonesia CCS Forum 2026, Pertamina Hulu Energi Perkuat Komitmen Transisi Energi da
- Bantu Dampak Karhutla di Pelalawan, EMP Bentu Turunkan Personil dan Salurkan 18 Ribu Masker ke Warga
- BPH Migas Sebut Distribusi BBM Biodisel B50 Lancar, Pengguna Beri Tanggapan Positif
- Penentuan Harga BBM Nasional Digugat ke Mahkamah Konstitusi, Advokat Uji UU Migas
- Waspada Karhutla yang Dekati Sumur Minyak BSP, Robi: Api di Selatan NEB#08 Berhasil Dipadamkan
- Rapat di Komisi XII DPR-RI, BPH Migas Catat Konsumsi Solar Subsidi Naik 15,10 Persen
Atasi Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau, SKK Migas dan KKKS Sumbagut Kerahkan Personel dan Peralatan
Dukungan dilakukan melalui pengerahan personel dan peralatan pemadaman, penyediaan sumber air dan infrastruktur pencegahan, serta bantuan bagi masyarakat dan petugas di lapangan.
Berita Populer
- Daftar Lengkap Jurusan yang Dibutuhkan TNI Terkait Rekrutmen Calon Perwira Prajurit Karir 2018
- Ikan Asin Bukan Makanan Orang Miskin
- Masalah Pribadi Jadi Alasan Siswa SMP di Pekanbaru Sayat Tangan, Bukan karena Minuman Energi
- Satu Situs KPU Kampar Diduga Diretas, Satu Lainnya Tidak Bisa Diakses
- Polisi Dumai Sita 5 Butir Ekstasi dari Kotak Rokok dan Ciduk Dua Pelaku
Berita Terkait
MIGASNEWS.CO, RIAU - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) turut mendukung penanganan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau.
Dukungan dilakukan melalui pengerahan personel dan peralatan pemadaman, penyediaan sumber air dan infrastruktur pencegahan, serta bantuan bagi masyarakat dan petugas di lapangan.
Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut Sebastian Julius mengatakan, keterlibatan industri hulu migas merupakan bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat dan lingkungan sekaligus bagian dari upaya menjaga keamanan wilayah di sekitar kegiatan operasi.
“Karhutla bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi persoalan bersama karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat dan dapat memengaruhi berbagai aktivitas di wilayah terdampak. Karena itu, kami mendorong KKKS untuk bergerak cepat, membantu penanganan di lapangan, sekaligus memperkuat langkah pencegahan agar kebakaran tidak semakin meluas,” ujar Sebastian.
SKK Migas Sumbagut terus mendorong KKKS memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta unsur terkait lainnya. Kolaborasi tersebut penting agar sumber daya yang tersedia dapat dimanfaatkan secara efektif untuk mempercepat penanganan sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla.
Sejumlah KKKS telah terlibat langsung dalam upaya tersebut. EMP Bentu Limited, sejak 24 Agustus 2026, mengerahkan sekitar 20 personel bersama mitra kerja untuk membantu pemadaman di Desa Rantau Baru dan Kelurahan Langgam, Kabupaten Pelalawan. Tim dilengkapi peralatan pemadaman dan water truck, serta menyalurkan bantuan melalui pemerintah kecamatan dan kelurahan, PMI, dan Puskesmas untuk mendukung kebutuhan masyarakat, MPA, TNI-Polri, serta petugas di lapangan.
Di Kepulauan Meranti, PT Imbang Tata Alam (ITA) membantu penanganan titik api bersama aparat serta memperkuat pencegahan melalui pembangunan dan pembersihan embung serta pembuatan parit sebagai sumber air. Sebanyak 20 embung dibangun di Desa Kepau Baru, disertai pembangunan embung di Desa Kundur dan Desa Tenan. ITA juga berkoordinasi dengan unsur pemerintah setempat dan turut memfasilitasi sosialisasi pencegahan karhutla bersama TNI.
Sementara di Kabupaten Siak, PT Bumi Siak Pusako (BSP) membentuk Satuan Tugas Penanggulangan Karhutla lintas departemen dengan sekitar 30 personel beserta peralatan pendukung. Selain melakukan pemantauan dan pencegahan di sekitar wilayah operasi, BSP turut terjun dalam penanganan karhutla untuk membantu melindungi kawasan Taman Nasional Zamrud dan mencegah meluasnya kebakaran. Kegiatan dilakukan bersama Pemerintah Kabupaten Siak, Forkopimda, TNI-Polri, SKK Migas Sumbagut, BPBD, Manggala Agni, MPA, dan unsur terkait lainnya.
Menurut Sebastian, keterlibatan tersebut menunjukkan bahwa keberadaan industri hulu migas di daerah tidak hanya berkaitan dengan kegiatan produksi energi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan di sekitar wilayah operasi.
"Karhutla adalah persoalan bersama. Kami mengapresiasi langkah cepat KKKS, pemerintah daerah, TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, MPA, serta seluruh pihak yang bekerja di lapangan. SKK Migas bersama KKKS akan terus mendukung sesuai kapasitas dan sumber daya yang dimiliki agar kebakaran dapat segera dikendalikan, dampaknya terhadap masyarakat diminimalkan, dan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan dengan aman,” ungkap Sebastian lagi. (FSY/SP)





