- International Symposium Environmental and Energy Policy 2026 Batam Bahas Gambut Transisi Energi
- Lagi Pemerintah Naikan Harga BBM Non Subsidi, Ini Daftar Harga per 1 September di Riau
- Menteri ESDM Bahlil Masih Kaji Pembatasan Beli BBM Pertalite untuk Desil 9-10
- Patra Logistik Terus Perkuat Kapabilitas dan Keandalan Distribusi Energi di Usia Tiga Dekade
- Blok Langgak Beralih Kelola dari BUMD Riau ke Pihak Asing, Tokoh Muda Riau Surati Menteri ESDM
- Anggota Komisi XII DPR RI Yulian Gunhar Harap Desil DTSEN Tidak Jadi Patokan Tunggal Subsidi Energi
- Atasi Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau, SKK Migas dan KKKS Sumbagut Kerahkan Personel dan Peralatan
- Di International Indonesia CCS Forum 2026, Pertamina Hulu Energi Perkuat Komitmen Transisi Energi da
- Bantu Dampak Karhutla di Pelalawan, EMP Bentu Turunkan Personil dan Salurkan 18 Ribu Masker ke Warga
- BPH Migas Sebut Distribusi BBM Biodisel B50 Lancar, Pengguna Beri Tanggapan Positif
Lagi Pemerintah Naikan Harga BBM Non Subsidi, Ini Daftar Harga per 1 September di Riau
Penyesuaian harga dilakukan dengan mengacu pada formula yang ditetapkan pemerintah, dengan mempertimbangkan sejumlah indikator.
Berita Populer
- Daftar Lengkap Jurusan yang Dibutuhkan TNI Terkait Rekrutmen Calon Perwira Prajurit Karir 2018
- Ikan Asin Bukan Makanan Orang Miskin
- Masalah Pribadi Jadi Alasan Siswa SMP di Pekanbaru Sayat Tangan, Bukan karena Minuman Energi
- Satu Situs KPU Kampar Diduga Diretas, Satu Lainnya Tidak Bisa Diakses
- Polisi Dumai Sita 5 Butir Ekstasi dari Kotak Rokok dan Ciduk Dua Pelaku
Berita Terkait
MIGASNEWS.CO, RIAU - Pemerintah terus menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM). PT Pertamina Patra Niaga menaikkan harga sejumlah produk bahan bakar non-subsidi mulai 1 September 2026.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan penyesuaian harga dilakukan dengan mengacu pada formula yang ditetapkan pemerintah, dengan mempertimbangkan sejumlah indikator.
"Penyesuaian ini mempertimbangkan, antara lain, harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah, pajak, dan faktor-faktor relevan lainnya termasuk daya beli masyarakat," kata Kitty, Selasa (1/9/2026).
Adapun harga bahan bakar bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar, ia mengatakan harganya tetap sama seperti bulan lalu.
"Penyesuaian harga ini tidak mengubah komitmen Pertamina Patra Niaga untuk menjaga kualitas produk dan memberikan layanan terbaik kepada konsumen," ujarnya.
Sedangkan untuk harga BBM Pertamina per September 2026 untuk wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur Pertamax Turbo naik dari Rp. 18.300 hingga Rp. 19.600 per liter.
Kemudian harga Dexlite naik dari Rp19.700 per liter menjadi Rp23.700 per liter, Pertamina Dex juga naik dari Rp21.150 menjadi Rp25.200 per liter dan subsidi Biosolar naik menjadi Rp6.800 per liter.
"Sementara harga Pertalite masih sama yaitu Rp. 10.000 dan Biosolar disubsidi sebesar Rp. 6.800 per liter. Sedangkan harga Pertamax tercatat sebesar Rp. 15.950 per liter dan Pertamax Green 95 sebesar Rp. 16.600 per liter," katanya.
Kitty menyebutkan bahwa harga bahan bakar Pertamina tidak seragam di seluruh Indonesia. Perbedaan harga tersebut dipengaruhi, antara lain, oleh wilayah pemasaran dan komponen pajak daerah.
Khususnya di Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau, ia menjelaskan bahwa terjadi kenaikan harga bensin tipe Pertamax Turbo dari Rp19.100 per liter menjadi Rp20.450 per liter.
"Kemudian terjadi juga kenaikan harga Pertamina Dex dari Rp22.100 menjadi Rp26.300 per liter, serta Dexlite dari Rp20.550 menjadi Rp24.750 per liter," katanya.
Sementara itu, beberapa SPBU masih mempertahankan harga bulan sebelumnya, yaitu Pertalite Rp10.000 per liter, Pertamax Rp16.650 per liter, dan Biosolar (subsidi) Rp6.800 per liter. (HFS/SP)





