Provinsi Riau

Mantan Gubri Edy Natar Usulkan Bentuk Satgas Atasi Mafia Solar di Riau

Prov. Riau Rabu, 23 September 2026 - 16:05 WIB
Mantan Gubri Edy Natar Usulkan Bentuk Satgas Atasi Mafia Solar di Riau

Mantan Gubri Edy Afrizal Natar Nasution, mengatakan bahwa saat ini terjadi kelangkaan BBM jenis solar. Namun, jika dilihat dari ketersediaan stok, BBM solar di Riau dinilai masih cukup.

MIGASNEWS.CO, RIAU – Berbagai pihak ikut prihatin atas kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di Riau. Kondisi ini menimbulkan banyak tanda tanya. Pasalnya, tidak ada jawaban pasti penyebab BBM bersubsidi tersebut langka meski kuota sudah ditambah.

Terkait kelangkaan BBM jenis solar tersebut, Komisi IV DPRD Riau menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan sejumlah organisasi masyarakat di antaranya Gerakan Mengembalikan Kedaulatan Rakyat (GMKR), Gerakan Masyarakat Adat Melayu Riau, Lembaga Masyarakat Melayu Bersatu (LMMB) Riau, serta pihak dari Pertamina, Forkopimda dan dinas terkait.

Dalam rapat tersebut, Koordinator GMKR Riau Brigadir Jenderal TNI (Purn), Edy Afrizal Natar Nasution, mengatakan bahwa saat ini terjadi kelangkaan BBM jenis solar. Namun, jika dilihat dari ketersediaan stok, BBM solar di Riau dinilai masih cukup.

Berdasarkan keterangan dari pihak Pertamina, bahwa kelangkaan BBM terjadi karena adanya disparitas harga yang terlalu jauh antara BBM subsidi dengan non subsidi. Sehingga, pengguna BBM non subsidi berpindah ke BBM subsidi.

"Sehingga ada peluang orang untuk melakukan kecurangan dan mengambil keuntungan dari situ. Dari sini dapat kita simpulkan bahwa yang terjadi hari ini adalah adanya mafia. Mafia ini yang ada sekarang," ujar Edy, Rabu (23/9/2026).

Untuk memberantas mafia tersebut, kata Edy, maka diperlukan Satuan Tugas (Satgas). Nantinya, Satgas ini terdiri dari aparat penegak hukum (APH) terutama TNI dan Polri.

"Satgas kita kan ada kepolisian, ada Kodam, kemudian ada POM, ada Jaksa. Bentuk, nanti kita awasi. Kalau dia enggak bisa, ya Kapolda suruh pindah dari Riau, gitu lho. Kalau enggak bisa, Pangdam suruh pindah dari Riau. Edy Natar yang nanti ngasih tahu, gitu lho," tegasnya mantan Wakil Gubernur yang juga Eks Danrem 031 Wirabima itu.

Dirinya menegaskan bahwa Pandam ditunjuk oleh Mabes TNI dan Kapolda ditunjuk Mabes Polri untuk melaksanakan tugas di Riau.

"Kalau tidak bisa menyelesaikan masalah itu, pindah saja dari Riau, enggak ada gunanya di sini," ujarnya. (FSY/SP)