- Usut Kebocoran BBM Subsidi, DPRD Riau Setujui Usulan Pembentukan Satgas Terpadu
- Mantan Gubri Edy Natar Usulkan Bentuk Satgas Atasi Mafia Solar di Riau
- Atasi Kelangkaan BBM, DPRD Pekanbaru Sebut Pemerintah Harus Punya Strategi
- Sempena AJP 2026, PHR Ajak Media Lihat Realisasi Program Kemandirian Disabilitas di Zona Rokan
- Menarik, 85 Persen Investor Saham di Riau Didominasi Usia di Bawah 40 Tahun
- Terkait Korupsi Kerja Sama Operasi, Kejagung Periksa Dirut PT Migas Kota Bekasi
- Menteri Bahlil Sebut Badan Khusus Migas Langsung Bertanggung Jawab ke Presiden
- Jarwansyah, Lelaki yang Mengurus Kehidupan Setelah Bencana
- Soal Krisis Solar di Riau, Pengamat Unri: Ini Akibat ’’Price Ceiling’’, Bukan Antrean Biasa
- Banyak Konsumsi Minyak Subsidi, Pergeseran Pemakaian Naik dan Penyaluran BBM Riau Meningkat
Usut Kebocoran BBM Subsidi, DPRD Riau Setujui Usulan Pembentukan Satgas Terpadu
Wakil Ketua DPRD Riau Parisman Ihwan mengatakan, pihaknya akan segera menyurati Pemerintah Provinsi Riau dan instansi terkait untuk mendorong pembentukan Satgas tersebut.
Berita Populer
- Daftar Lengkap Jurusan yang Dibutuhkan TNI Terkait Rekrutmen Calon Perwira Prajurit Karir 2018
- Ikan Asin Bukan Makanan Orang Miskin
- Masalah Pribadi Jadi Alasan Siswa SMP di Pekanbaru Sayat Tangan, Bukan karena Minuman Energi
- Satu Situs KPU Kampar Diduga Diretas, Satu Lainnya Tidak Bisa Diakses
- Polisi Dumai Sita 5 Butir Ekstasi dari Kotak Rokok dan Ciduk Dua Pelaku
Berita Terkait
- Semarak Gelaran Funtastic Walk Pertamina 20180
- Ketinggian Air Capai 40 Sentimeter, Dua Desa di Kampar Riau Kembali Terendam Banjir0
- Tinggi Buka Pintu Pelimpah PLTA Koto Panjang Kembali Dibuka karena Elevasi Air Waduk di Atas Normal0
- Polisi Rohul Tembak Terduga Pelaku Pembunuhan di Asahan yang Dikhawatirkan Akan Melukai0
- Ajang Kebangkitan, Suku Talang Mamak di Inhu Kembali Gelar Gawai Gedang 20180
MIGASNEWS.CO, RIAU – Usai melakukan pertemuan dengan berbagai pihak, DPRD Provinsi Riau bersama sejumlah organisasi masyarakat mengusulkan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) terpadu untuk mengusut dugaan penyalahgunaan dan kebocoran distribusi Solar subsidi.
Usulan tersebut dibahas dalam rapat Komisi IV DPRD Riau di Pekanbaru, Rabu (23/9/2026). Rapat digelar merespons antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Rapat koordinasi dihadiri Wakil Ketua DPRD Riau Parisman Ihwan, Komisi IV DPRD Riau, serta perwakilan GMKR, GEMA, LMB, Hiswana Migas Riau, TNI dan Polri.
Wakil Ketua DPRD Riau Parisman Ihwan mengatakan, pihaknya akan segera menyurati Pemerintah Provinsi Riau dan instansi terkait untuk mendorong pembentukan Satgas tersebut.
"Secepat mungkin akan disuratin Pak Plt Gubernur Riau SF Hariyanto dan dinas terkait untuk pembentukan itu. Tentu nanti melibatkan diskusi dengan Forkopimda dan instansi terkait," kata Parisman, Rabu (23/9/2026).
Ketua Komisi IV DPRD Riau Ma'mun Solikhin berharap Satgas tersebut dapat segera terbentuk. Menurutnya, persoalan kelangkaan dan antrean Solar subsidi sudah dirasakan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari.
"Kalau kita berharap memang semakin cepat semakin bagus, karena kelangkaan ini kita rasakan sehari-hari. Sampai sekarang belum juga terurai masalahnya," katanya.
Ma'mun mengatakan, persoalan distribusi Solar subsidi tidak bisa diselesaikan jika masing-masing instansi bekerja sendiri. Diperlukan koordinasi lintas sektor untuk mengurai persoalan mulai dari hulu hingga hilir.
DPRD Riau juga menyoroti disparitas harga antara Solar subsidi dengan BBM nonsubsidi seperti Dexlite. Kondisi tersebut dinilai dapat mendorong pergeseran konsumsi.
Selain itu, penggunaan sistem barcode untuk pembelian Solar subsidi juga dipertanyakan setelah ditemukan kendaraan jenis Mitsubishi Pajero dan Toyota Fortuner yang disebut masih dapat mengakses BBM subsidi.
"Yang kita heran mengapa mobil-mobil bagus lolos di barcode-nya juga," ujar Ma'mun.
Dia juga mengungkapkan adanya informasi mengenai dugaan penyalahgunaan Solar subsidi oleh sektor industri skala besar. Peralatan berat, mesin pabrik hingga dugaan praktik "pelangsiran" BBM menggunakan kendaraan tertentu turut menjadi perhatian.
"Berita-berita dari bawah ini bahwa ini dibacking aparat dan sebagainya. Makanya kita undang tadi dari Polda sampai TNI, semua matra kita undang," tuturnya.
Terkait wacana penambahan kuota Solar subsidi, DPRD Riau memilih untuk menunda usulan tersebut sebelum dilakukan audit dan penertiban distribusi.
Ma'mun menilai penambahan kuota tidak akan menyelesaikan persoalan jika kebocoran dan dugaan penyelewengan di lapangan belum ditemukan.
"Teman-teman yang lain, ini tidak perlu, karena sudah cukup sebenarnya. Cuma ada penyelewengan itu," ungkapnya.
"Kalau ketemu penyelewengannya kemudian ternyata kuotanya enggak perlu ditambah pun bisa teratasi, nah itu kan lebih bagus," lanjut Ma'mun.
Selain distribusi, pengawasan di SPBU juga menjadi perhatian, termasuk kendala jaringan sistem digital dan operasional CCTV di sejumlah daerah.
Namun, Ma'mun menegaskan pengawasan tidak boleh berhenti ketika BBM subsidi sudah keluar dari SPBU.
"Kalau SPBU, ini tanggung jawabnya mulai dari titik nol. Setelah keluar ke mana-mana, dia enggak punya tanggung jawab," ulasnya. (FSY/SP)





