- Data OPEC Annual Statistical Bulletin 2026 Jadikan Singapura Importir Minyak Terbesar di ASEAN
- Warga, Polisi dan Pertamina Temukan 54 Tangki di Gudang Penyimpanan BBM
- DBH Migas Dipangkas 72 Persen, MKA LAMR Siak: Berpotensi Menekan Biaya Pembangunan dan Pelayanan
- Urai Antrean BBM, DPRD Minta Mobil Bertonase Besar Jangan ke Masuk Kota Pekanbaru
- Pulih Pasca Banjir Melalui PPM, Pertamina EP Rantau Berdayakan Kelompok Tani Tunas Muda Aceh Tamiang
- Atasi Kesulitan Air Saat Kemarau, PHR Hadirkan Solusi Bagi Kelompok Wanita Tani Perawang Siak
- Dilantik, Ternyata Ini Alasan Prabowo Jadikan Bahlil Menko Hilirisasi & Transisi Energi
- SKK Migas dan EMP Bentu Perkuat Sinergi Media Dukung Ketahanan Energi Nasional
- SPBU Pelalawan dan Dumai Dicek Pertamina, Stok BBM Dipastikan Aman
- Surat Kemenkeu Berisi DBH Migas Siak akan Dipangkas 70 Persen, Bupati Afni: Sungguh Terlalu
Warga, Polisi dan Pertamina Temukan 54 Tangki di Gudang Penyimpanan BBM
Gudang tersebut diduga digunakan untuk menampung dan mengolah BBM. Temuan itu terungkap setelah puluhan massa dari tiga organisasi masyarakat Melayu melakukan penelusuran bersama aparat kepolisian dan Pertamina Patra Niaga.
Berita Populer
- Daftar Lengkap Jurusan yang Dibutuhkan TNI Terkait Rekrutmen Calon Perwira Prajurit Karir 2018
- Ikan Asin Bukan Makanan Orang Miskin
- Masalah Pribadi Jadi Alasan Siswa SMP di Pekanbaru Sayat Tangan, Bukan karena Minuman Energi
- Satu Situs KPU Kampar Diduga Diretas, Satu Lainnya Tidak Bisa Diakses
- Polisi Dumai Sita 5 Butir Ekstasi dari Kotak Rokok dan Ciduk Dua Pelaku
Berita Terkait
- Semarak Gelaran Funtastic Walk Pertamina 20180
- Ketinggian Air Capai 40 Sentimeter, Dua Desa di Kampar Riau Kembali Terendam Banjir0
- Tinggi Buka Pintu Pelimpah PLTA Koto Panjang Kembali Dibuka karena Elevasi Air Waduk di Atas Normal0
- Polisi Rohul Tembak Terduga Pelaku Pembunuhan di Asahan yang Dikhawatirkan Akan Melukai0
- Ajang Kebangkitan, Suku Talang Mamak di Inhu Kembali Gelar Gawai Gedang 20180
MIGASNEWS.CO, PEKANBARU – Mulai terkuak, salah satu faktor penyebab antrean minyak di Pekanbaru. Wadah penyimpanan bahan bakar minyak (BBM) ditemukan di sebuah gudang di Jalan Temupuri, RT 04/RW 04, Kelurahan Industri Tenayan, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, Jumat (2/10/2026).
Gudang tersebut diduga digunakan untuk menampung dan mengolah BBM. Temuan itu terungkap setelah puluhan massa dari tiga organisasi masyarakat Melayu melakukan penelusuran bersama aparat kepolisian dan Pertamina Patra Niaga.
Tiga organisasi tersebut yakni Lembaga Laskar Melayu Bersatu (LLMB), Gerakan Mengembalikan Kedaulatan Rakyat (GMKR), dan Gerakan Masyarakat Adat (GEMA) Melayu Riau.
Dari pemeriksaan awal, ditemukan sekitar 54 baby tank berkapasitas masing-masing 1.000 liter. Selain itu, terdapat 10 drum merah berkapasitas sekitar 210 liter dan empat drum biru berkapasitas sekitar 240 liter.
Sejumlah wadah tersebut masih berisi cairan dengan warna berbeda, di antaranya putih, merah dan hijau. Di lokasi juga ditemukan botol tinta dan deterjen.
Temuan itu memunculkan dugaan adanya aktivitas pencampuran atau perubahan warna BBM. Namun, jenis dan kandungan cairan tersebut belum dapat dipastikan hanya melalui pemeriksaan visual.
Panglima Pucuk DPP LLMB, Datuk Ismail Amir, mengatakan penelusuran dilakukan karena kelangkaan BBM, khususnya solar, masih dikeluhkan masyarakat.
Menurutnya, pihaknya sebelumnya telah berkoordinasi dengan DPRD Riau dan mendorong pembentukan Satgas Pemberantasan Mafia Solar.
Karena menilai belum ada langkah konkret, tiga organisasi tersebut kemudian melakukan penelusuran langsung ke lapangan.
"Kalau pemerintah tidak bisa bergerak, ya kita rakyat yang bergerak. Kami satukan visi, kami turun ke lokasi, kami temukan gudang itu dalam keadaan terkunci, dan kami panggil RT dan RW, serta lurah," kata Ismail, Sabtu (3/10/2026).
Ismail menyebut massa sempat menunggu aparat kepolisian selama berjam-jam. Setelah membuat laporan, pemeriksaan akhirnya dilakukan bersama Polsek Tenayan Raya dan Pertamina Patra Niaga.
"Di temukan di lokasi itu 54 baby tank, ada yang berisi, ada yang kosong, itu barang bukti yang kita temukan," ujarnya.
Ia menegaskan pihaknya tidak memiliki kepentingan lain selain mendorong dugaan penimbunan BBM tersebut ditindaklanjuti.
"Kami tidak ada kepentingan lain di sini, karena kami lihat kerugian masyarakat sangat luar biasa. Dan saat ini sudah sangat mengganggu, dan bisa saja ini mengganggu kestabilitasan negara. Ini tidak bisa dibiarkan terus menerus," tegasnya.
Koordinator GMKR Riau, Brigadir Jenderal TNI (Purn) Edy Afrizal Natar Nasution, mengapresiasi keterlibatan kepolisian dan Pertamina dalam pemeriksaan tersebut.
Menurut Edy, keterlibatan instansi berwenang diperlukan agar dugaan yang ditemukan di lapangan dapat dibuktikan melalui pemeriksaan resmi.
"Terima kasih karena akhirnya semua unsur bisa bersama-sama melakukan pengecekan. Artinya, fakta bahwa ada penimbunan itu harus kita lihat dan buktikan," kata Edy.
Sementara itu, Sekjen DPP LLMB Juprizal mengatakan keberadaan puluhan baby tank tersebut memperkuat dugaan adanya praktik penimbunan BBM. Ia menyebut lokasi yang diperiksa baru satu dari sejumlah titik yang mereka curigai.
"Jadi bukan masalah kuota yang kurang, tapi BBM ini sengaja ditimbun, dan ini baru satu gudang, kami masih ada beberapa gudang lagi yang kami duga melakukan praktik yang sama," ujarnya.
Juprizal mengatakan pihaknya akan mengawal proses pemeriksaan dan meminta aparat menindaklanjuti temuan tersebut sesuai ketentuan hukum.
"Kami siap mengawal kasus ini sampai tuntas dan mendatangi titik-titik lainnya bersama aparat hukum yang masih berkomitmen dalam penegakan hukum," tegasnya.
Sekretaris GEMA Riau, Datuk Tarlaili, juga meminta dugaan penimbunan BBM tersebut diusut secara menyeluruh.
"Apa yang kita lakukan malam ini menunjukkan kalau dugaan kita selama ini mengapa BBM langka, ya karena ada praktik-praktik jahat seperti ini," tegasnya.
Kapolsek Tenayan Raya AKP Ronny Reduansyah mengatakan pemeriksaan dilakukan bersama Pertamina Patra Niaga. Untuk memastikan jenis cairan yang ditemukan, petugas akan mengambil sampel untuk diperiksa di laboratorium.
"Kami bersama dengan Patra Niaga melakukan pengecekan. Untuk memastikan jenis BBM-nya, akan diambil sampel dan diperiksa di laboratorium," ujar Ronny.
Ia mengatakan lokasi tersebut selanjutnya akan diamankan dan disegel. Pihak yang diduga sebagai pemilik atau pengelola gudang juga akan dipanggil untuk menjalani pemeriksaan.
Sales Area Pertamina Patra Niaga Riau, Heri, mengatakan pemeriksaan awal terhadap cairan di dalam wadah dilakukan secara visual. Sampel kemudian dibawa ke Depot Siak untuk pemeriksaan lebih lanjut.
"Ini masih dugaan penimbunan BBM. Kami akan mengambil sampel untuk mengetahui jenis BBM-nya dan selanjutnya akan diinformasikan secara resmi," ujarnya.
Hasil uji laboratorium nantinya akan menjadi dasar untuk memastikan jenis BBM yang ditemukan, termasuk apakah merupakan BBM bersubsidi atau jenis lainnya. (FSY/RA)





