Jakarta

Dilantik, Ternyata Ini Alasan Prabowo Jadikan Bahlil Menko Hilirisasi & Transisi Energi

Nasional Jumat, 02 Oktober 2026 - 09:21 WIB
Dilantik, Ternyata Ini Alasan Prabowo Jadikan Bahlil Menko Hilirisasi & Transisi Energi

Pelantikan dilakukan di Istana Negara, Jakarta, hari ini, Kamis (1/10/2026). Keputusan ini tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) No. 104/P/2026.

MIGASNEWS.CO, JAKARTA – Perubahan jajaran kabinet terjadi. Presiden Prabowo Subianto baru saja melantik Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi.

Pelantikan dilakukan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Keputusan ini tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) No. 104/P/2026.

Usai dirinya dilantik menjadi Menko, Bahlil pun menggelar konferensi pers di Kementerian ESDM.

Dia mengatakan, dibentuknya Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi oleh Presiden karena didasari oleh kondisi geopolitik global yang tidak menentu, serta tuntutan dinamika ekonomi dunia terhadap pemanfaatan energi bersih.

Bahlil membeberkan bahwa Presiden Prabowo memandang penanganan program prioritas hilirisasi dan transisi energi tidak lagi bisa dilakukan secara parsial. Menurutnya, kebijakan tersebut juga menjadi bentuk pelaksanaan komitmen Indonesia terhadap Paris Agreement.

"Kenapa ini penting, kita tahu bahwa dalam kondisi geopolitik yang tidak menentu dan konstelasi dinamika ekonomi dunia juga yang menuntut untuk terjadinya energi yang bersih, maka Bapak Presiden memandang penting untuk program-program prioritas terkait dengan hilirisasi, terkait dengan transisi energi sebagai komitmen global dari Paris Agreement, maka ini tidak bisa dilakukan dengan cara parsial, tapi harus dilakukan dengan komprehensif, terukur, dan betul-betul dapat diwujudkan dengan target apa yang diperintahkan oleh Bapak Presiden," jelas Bahlil dalam Konferensi Pers di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Penugasan amanah baru tersebut disampaikan usai pelantikan kabinet di Istana Negara yang bertepatan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober 2026.

Bahlil menegaskan komitmennya untuk bekerja maksimal mengemban dua posisi strategis tersebut demi pengabdian kepada negara.

"Nah, secara kebetulan, kami ditugaskan oleh Bapak Presiden untuk mendapat tugas amanah baru, selain menjadi Menteri ESDM, saya juga merangkap menjadi Menko Hilirisasi dan Transisi Energi. Insya Allah, sebagai pembantu Presiden, akan berusaha sekuat tenaga dengan totalitas untuk menjalankan tugas ini dengan baik, baik adalah sebagai Menko maupun sebagai Menteri ESDM," tegasnya.

Soal daftar kementerian teknis yang nantinya akan berada di bawah koordinasi Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil menyampaikan bakal mengecek aturan detailnya dalam Peraturan Presiden (Perpres).

Di samping itu, ia juga akan segera berkonsultasi dengan Presiden Prabowo untuk memetakan proyek-proyek strategis yang perlu diprioritaskan. 

"Nanti setelah ini baru saya melapor sama Bapak Presiden, baru dilantik ya," sebutnya. (FSY/SP).

Berikut daftar Menteri dan Wakil Menteri serta Kepala Lembaga yang dilantik di Istana Negara:
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sugiono
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Dudung Abdurachman
Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo
Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir
Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji
Wakil Menteri Keuangan Nurkholisoh Ibnu Aman
Wakil Menteri Keuangan Luky Alfirman
Wakil Menteri Pertanian Saleh Mustafa
Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Irwan Meilano
Kepala Staf Kepresidenan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo
Kepala Badan Reformasi Agraria Nasional Komisaris Jenderal Polisi Dedy Prasetyo
Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Keuangan Aryanto Wibowo.