Pekanbaru, Riau

SKK Migas dan EMP Bentu Perkuat Sinergi Media Dukung Ketahanan Energi Nasional

Pekanbaru Jumat, 02 Oktober 2026 - 08:18 WIB
SKK Migas dan EMP Bentu Perkuat Sinergi Media Dukung Ketahanan Energi Nasional

Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas dan PT Energi Mega Persada (EMP) Bentu menggelar Forum Interaktif bertajuk Neo Energy Meet Up, Kamis, (1/10/2026), di salah satu coffee shop di kawasan Arifin Ahmad, Pekanbaru.

MIGASNEWS.CO, PEKANBARU – Guna memberikan penguatan hubungan dengan media, Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas dan PT Energi Mega Persada (EMP) Bentu menggelar Forum Interaktif bertajuk Neo Energy Meet Up, Kamis, (1/10/2026), di salah satu coffee shop di kawasan Arifin Ahmad, Pekanbaru.

Tampak hadir di kegiatan ini Ketua PWI Riau Raja Isyam Azwar, Ketua SMSI Riau Luna Agustin dan sekitar 25 jurnalis dan media nasional serta lokal di Pekanbaru .

Hadir Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut Sebastian Julius, Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagut Yanin Kholison, Area Manager EMP Bentu Ltd Dadi Mulyadi, serta Media Relations Officer EMP Bentu Ltd. M Hansardi dan beberapa staf lainnya.

Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut Sebastian Julius menyebut kegiatan ini sebagai bentuk hubungan baik dengan insan pers.

‘’Hubungan dan koordinasi dengan media ini sangat penting, apalagi dalam menginfomasikan dukungan Riau untuk ketahanan energi nasional,’’ katanya.

Dia mengungkapkan EMP merupakan salah satu bagian dari kegiatan hulu migas dan menjadi salah satu pemasok gas untuk berbagai wilayah.

‘’Termasuk untuk kebutuhan Pekanbaru. Dari 11 K3S, EMP memiliki enam diantaranya yang berada di Riau,’’ katanya.

Lokasi itu antara lain Bentu, Korinci Baru, Kampar, Siak, Malacca Strait, dan South CPP. Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) migas adalah badan usaha atau bentuk usaha tetap yang diberi wewenang oleh pemerintah (melalui SKK Migas) untuk melakukan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi di Indonesia.

Lebih jauh, Dadi Mulyadi mengatakan forum ini menjadi ruang komunikasi yang lebih santai antara perusahaan, SKK Migas dan media.

“Media menjadi penyambung informasi kepada masyarakat dengan informasi yang lebih berimbang,” kata Dadi.

Dedi mencontohkan, beberapa kejadian di lapangan ketika upaya untuk memperluas wilayah untuk pengeboran atau produksi baru. ‘’Kendala kadang ada saat perencanaan sumber sumur baru. Karakter orang masing-masing, kan beda-beda. Kadang pembebasan lahan seperti HGU ada masalah. Padahal, jika itu berada di suatu daerah, maka akan ada pembangunan. Kalau tidak ada jalan, kita yang buat,’’ ujarnya mencontohkan.

Sementara itu, Yanin Kholison mendorong para jurnalis dan media tidak hanya mengangkat data teknis, tetapi juga sisi humanis dari kegiatan hulu migas.

“Kadang jika masalah teknis saja yang dipubliksikan, ada yang kesulitan menjelaskanya melalui tulisan. Saya memahami latar belakang keilmuan wartawan yang tidak sama. Kami berharap ada hal-hal yang humanis, selain sisi teknis yang selama ini diberikan,” katanya.

Menurut Yanin, banyak dampak kegiatan hulu migas yang dapat ditelusuri, termasuk multiplier effect bagi masyarakat. Salah satunya terkait lahan yang dibeli dengan nilai lebih baik sehingga memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat. “Kita selalu welcome jika ada ide seperti ini,” ujarnya.

Dalam pada itu, komitmen SKK Migas dan EMP ini disambut baik Ketua PWI Riau R Isyam Azwar.

‘’Ruang lingkup liputan ini sangat luas. Apalagi seputar migas. Kami berharap, jika para wartawan ini diwadahi untuk peliputan ke berbagai daerah, itu akan lebih baik. Supaya dapat menangkap berbagai sudut pandang dari persepktif masyarakat sekitar. Kalau mandiri terdapat kendala-kendala,’’ katanya.

Berbagai media menyambut baik adanya forum ini. Sebab akan menjadi ruang bertukar informasi antara SKK Migas, EMP dan media, sekaligus membuka peluang pemberitaan hulu migas dari sisi produksi, ekonomi dan dampaknya terhadap masyarakat. (FSY/SP)