Jakarta

Mengenang Menteri Energi Pertama, Djoko Siswanto Menjaga Api Ketahanan Energi

Nasional Selasa, 29 September 2026 - 21:18 WIB
Mengenang Menteri Energi Pertama, Djoko Siswanto Menjaga Api Ketahanan Energi

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto turut hadir dalam upacara tabur bunga di makam Dr Chairul Saleh, Menteri Energi pertama Indonesia, Selasa (29/9/2026).

MIGASNEWS.CO, JAKARTA - Dari sebuah makam, sejarah energi Indonesia kembali diingat. Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto turut hadir dalam upacara tabur bunga di makam Dr Chairul Saleh, Menteri Energi pertama Indonesia, Selasa (29/9/2026). kegiatan ini untuk memperingati Hari Pertambangan ke-81 yang jatuh pada 28 September 2026.

Djoko bercerita kepada media, prosesi bunga berlangsung dalam suasana khidmat. Doa dipanjatkan, bunga ditaburkan, sementara jejak pengabdian seorang tokoh bangsa kembali dikenang.

Chairul Saleh bukan sekadar nama dalam catatan sejarah pemerintahan Indonesia. Ia merupakan bagian dari generasi awal yang ikut meletakkan fondasi pengelolaan energi nasional pada masa awal perjalanan republik.

Kini, puluhan tahun kemudian, tantangan sektor energi telah berubah. Indonesia menghadapi kebutuhan energi yang terus meningkat, tuntutan peningkatan produksi migas, percepatan eksplorasi, pengembangan energi baru dan terbarukan, hingga agenda besar ketahanan energi nasional.

Namun, satu hal tetap sama: energi menjadi salah satu fondasi penting bagi keberlangsungan pembangunan bangsa.

Kehadiran Djoko Siswanto di makam Chairul Saleh menjadi simbol bahwa perjuangan membangun sektor energi memiliki mata rantai sejarah yang panjang.

Dari generasi perintis hingga generasi pengelola energi saat ini, tanggung jawabnya tetap berlanjut—memastikan sumber daya energi Indonesia dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat dan mendukung pembangunan nasional.

Tabur bunga pun bukan sekadar seremoni.

Ia menjadi pengingat bahwa apa yang dinikmati Indonesia hari ini dibangun melalui perjalanan panjang, pengabdian, dan keputusan para pendahulu.

Dan tugas generasi hari ini adalah memastikan api perjuangan itu tidak padam. (FSY/SP)