- Kebakaran Hutan dan Lahan Mendekati Sumur Minyak BSP, Bupati Siak Pimpin Pemadaman Hingga Tengah Mal
- Baru Delapan Hari Kabut Asap, 1.960 Warga Riau di 10 Kabupaten dan Kota Terpapar ISPA
- Sengketa Panjang, Blok Langgak Beralih dari BUMD Riau ke Kingswood Capital Limited
- Siaga 1 Api Karhutla Mendekat ke Sumber Migas, LNG Tangguh Tetap Beroperasi
- Memburuk, Kualitas Udara Pekanbaru Masuki Level Sangat Tidak Sehat Akibat Kabut Asap
- Karhutla Dekat Pipa Penyalur Minyak di Jambi, Berhasil Dipadamkan
- PHR Berdayakan Penyadang Disabilitas, Usaha Ruang Setara Diapresiasi Dewan Pendidikan Riau
- Program Desa Energi Berdikari Perkuat Kemandirian Penyandang Disabilitas di Boyolali
- Tumbuhkan Semangat Belajar, Pertamina Bantu Fasilitas Meja dan Kursi SDN Batu Cermin NTT
- Lindungi Ekosistem Esensial, Unri dan Walhi Satukan Perspeksi Kawal Transisi Energi Berkeadilan
Baru Delapan Hari Kabut Asap, 1.960 Warga Riau di 10 Kabupaten dan Kota Terpapar ISPA
Kepala Dinas Kesehatan Riau, Zulkifli
Berita Populer
- Daftar Lengkap Jurusan yang Dibutuhkan TNI Terkait Rekrutmen Calon Perwira Prajurit Karir 2018
- Ikan Asin Bukan Makanan Orang Miskin
- Masalah Pribadi Jadi Alasan Siswa SMP di Pekanbaru Sayat Tangan, Bukan karena Minuman Energi
- Satu Situs KPU Kampar Diduga Diretas, Satu Lainnya Tidak Bisa Diakses
- Polisi Dumai Sita 5 Butir Ekstasi dari Kotak Rokok dan Ciduk Dua Pelaku
Berita Terkait
- Ketinggian Air Capai 40 Sentimeter, Dua Desa di Kampar Riau Kembali Terendam Banjir0
- Tinggi Buka Pintu Pelimpah PLTA Koto Panjang Kembali Dibuka karena Elevasi Air Waduk di Atas Normal0
- Polisi Rohul Tembak Terduga Pelaku Pembunuhan di Asahan yang Dikhawatirkan Akan Melukai0
- Ajang Kebangkitan, Suku Talang Mamak di Inhu Kembali Gelar Gawai Gedang 20180
- Atraksi Silat di Siak Sambut Kedatangan Rombongan Pertukaran Pemuda Indonesia-Australia0
MIGASNEWS.CO, RIAU – Bahaya akibat kabut asap mulai mencemaskan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Kesehatan telah merilis jumlah kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang ditemukan di Provinsi Riau.
Kepala Dinas Kesehatan Riau, Zulkifli menyebutkan data tersebut diperoleh selama 8 hari belakangan, terhitung Rabu, 19 Agustus hingga, Rabu, 26 Agustus 2026.
"Berdasarkan hasil rekapan kita terhitung 19-26 Agustus, terdapat total kasus ISPA sebanyak 1960 kasus. Yang mana kasus paling banyak ditemukan hari ini, sebanyak 634 kasus," kata Zulkifli, Kamis (27/8/2026).
Ribuan kasus yang terpapar kabut asap ini, dikatakan Zulkifli, tersebar di 10 kabupaten kota, dengan penderita terbanyak berada di Kota Pekanbaru yakni 563 kasus dan Kabupaten Pelalawan sebanyak 535 kasus.
Baca Juga : Keluarkan Surat Edaran, Plt Gubri Minta SMA, SMK dan SLB Negeri dan Swasta Suaikan Kegiatan Belajar
"Kemudian Siak sebanyak 198 kasus, Kampar sebanyak 195 kasus, Kuantan Singingi sebanyak 181 kasus, Rokan Hulu sebanyak 114 kasus, Rokan Hilir sebanyak 68 kasus," katanya.
Kemudian disusul Kabupaten Bengkalis sebanyak 51 kasus, Indragiri Hulu sebanyak 28 kasus dan Kota Dumai sebanyak 27 kasus.
Terhadap persoalan ini, dikatakan Zulkifli, pihaknya meminta seluruh fasilitas kesehatan dapat melakukan promosi kesehatan berupa edukasi dampak polusi udara dan upaya mengurangi bahaya polusi dengan menerapkan protokol kesehatan.
Mulai dari kegiatan memeriksa kualitas udara melalui aplikasi atau situs web, mengurangi aktivitas luar ruangan dan menutup ventilasi rumah, kantor, sekolah, tempat umum saat polusi udara tinggi.
"Kemudian kita minta juga tenaga kesehatan agar mensosialisasikan kepada masyarakat untuk menggunakan penjernih udara dalam ruangan, menghindari sumber polusi dan asap rokok, menggunakan masker saat polusi udara tinggi, melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS); dan segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan jika muncul keluhan pernapasan," katanya.
Kemudian juga, pihaknya mengimbau untuk meningkatkan deteksi dini dengan mendorong masyarakat yang mengalami gejala untuk segera melakukan pemeriksaan ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
"Kita juga mendorong peningkatan peran serta masyarakat dalam menanggulangi dampak kesehatan yang diakibatkan polusi udara melalui penerapan protokol kesehatan, khususnya terhadap populasi rentan seperti anak, ibu hamil, orang dengan komorbid atau penyakit penyerta, dan lanjut usia," katanya.
Selain itu juga perlu tindakan memastikan ketersediaan masker dalam melindungi diri dari polusi udara, khususnya masker yang dapat menyaring polusi udara.
"Tenaga kesehatan kita di Faskes kita minta untuk segera melaporkan dan memantau kasus kejadian penyakit yang diakibatkan oleh asap seperti ISPA, iritasi mata, pneumonia, iritasi kulit dan asma ke Dinas Kesehatan kabupaten kota se-Riau," ulasnya. (FSY/SP)





