- Pudarnya Kearifan Lokal
- PHR Aktifkan Kembali Lapangan Reco Wilayah Rokan, Tambah Produksi Minyak 1.528 BOPD
- Antre Terus Terjadi, Pertamina Sebut Sudah Realisasikan Penyaluran Bio Solar di Riau Naik 28 Persen
- Ekonomi Riau Tumbuh 4,7 Persen, Di Rapimprov Kadin Riau 2026 Pemprov Dorong Hilirisasi dan Investasi
- Mitigasi Risiko Banjir, PT BSP Normalisasi Kanal Siak Buton Sepanjang 10 Kilometer
- Usut Kebocoran BBM Subsidi, DPRD Riau Setujui Usulan Pembentukan Satgas Terpadu
- Siapkan Kualitas Tenaga Kerja Lokal, BSP Taja Pelatihan dan Sertifikasi Juru Las 3F
- Mantan Gubri Edy Natar Usulkan Bentuk Satgas Atasi Mafia Solar di Riau
- Atasi Kelangkaan BBM, DPRD Pekanbaru Sebut Pemerintah Harus Punya Strategi
- Sempena AJP 2026, PHR Ajak Media Lihat Realisasi Program Kemandirian Disabilitas di Zona Rokan
PHR Aktifkan Kembali Lapangan Reco Wilayah Rokan, Tambah Produksi Minyak 1.528 BOPD
Berdasarkan hasil pengujian awal, sumur ini menghasilkan 1.528 BOPD dengan water cut 0 persen. Pengeboran RECO#4 sekaligus menjadi bagian dari upaya PHR mengoptimalkan kembali lapangan yang sebelumnya berstatus idle.
Berita Populer
- Daftar Lengkap Jurusan yang Dibutuhkan TNI Terkait Rekrutmen Calon Perwira Prajurit Karir 2018
- Ikan Asin Bukan Makanan Orang Miskin
- Masalah Pribadi Jadi Alasan Siswa SMP di Pekanbaru Sayat Tangan, Bukan karena Minuman Energi
- Satu Situs KPU Kampar Diduga Diretas, Satu Lainnya Tidak Bisa Diakses
- Polisi Dumai Sita 5 Butir Ekstasi dari Kotak Rokok dan Ciduk Dua Pelaku
Berita Terkait
- Semarak Gelaran Funtastic Walk Pertamina 20180
- Ketinggian Air Capai 40 Sentimeter, Dua Desa di Kampar Riau Kembali Terendam Banjir0
- Tinggi Buka Pintu Pelimpah PLTA Koto Panjang Kembali Dibuka karena Elevasi Air Waduk di Atas Normal0
- Polisi Rohul Tembak Terduga Pelaku Pembunuhan di Asahan yang Dikhawatirkan Akan Melukai0
- Ajang Kebangkitan, Suku Talang Mamak di Inhu Kembali Gelar Gawai Gedang 20180
MIGASNEWS.CO, RIAU – Inovasi yang dilakukan guna meningkatkan produksi berhasil. PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) berhasil menambah produksi minyak sebesar 1.528 barel per hari (BOPD) melalui pengeboran Sumur RECO#4 di Lapangan Reco, Wilayah Kerja (WK) Rokan.
Berdasarkan hasil pengujian awal, sumur tersebut menghasilkan 1.528 BOPD dengan water cut 0 persen. Pengeboran RECO#4 sekaligus menjadi bagian dari upaya PHR mengoptimalkan kembali lapangan yang sebelumnya berstatus idle.
General Manager Zona Rokan PHR, Andre Wijanarko, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari integrasi kajian bawah permukaan (subsurface), perencanaan pengeboran, penerapan teknologi, dan pelaksanaan operasi di lapangan.
“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa optimalisasi aset yang telah ada dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan produksi. PHR akan terus mendorong penerapan teknologi, inovasi, serta penguatan kerja sama seluruh tim untuk mengembangkan potensi yang ada secara aman, efektif, dan efisien,” ujar Andre.
Pengeboran Sumur RECO#4 dilaksanakan melalui Mekanisme Surat Edaran Percepatan Produksi SKK Migas. Mekanisme tersebut mendukung percepatan kegiatan pengeboran yang memiliki potensi menambah produksi.
Pengeboran RECO#4 diawali studi subsurface untuk mengevaluasi kembali potensi lapangan-lapangan yang sebelumnya berstatus idle. Berdasarkan hasil kajian, sumur tersebut dirancang sebagai sumur infill berarah (directional well) dengan konfigurasi J-Type.
Sumur RECO#4 menargetkan reservoir batupasir Pematang. Dalam proses pengeboran, PHR menerapkan teknologi real-time geosteering secara mandiri untuk mengoptimalkan lintasan sumur agar tetap berada pada zona target reservoir.
Teknologi tersebut memungkinkan tim pengeboran mengevaluasi kondisi bawah permukaan secara langsung selama operasi, sehingga lintasan sumur dapat disesuaikan dengan posisi reservoir yang ditargetkan.
Setelah diproduksikan, minyak dari Sumur RECO#4 dialirkan menuju Gathering Station PAGER (PAGER GS) untuk diproses bersama produksi dari fasilitas yang terintegrasi di wilayah tersebut.
Andre mengatakan keberhasilan RECO#4 menjadi bagian dari upaya PHR menjaga dan meningkatkan produksi minyak dengan mengoptimalkan aset yang telah tersedia.
“Tambahan produksi dari Sumur RECO#4 diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan produksi minyak nasional sekaligus mendukung upaya memperkuat ketahanan energi Indonesia,” tutur Andre.
PHR menyatakan akan terus mengoptimalkan kegiatan eksplorasi, pengeboran, dan pengembangan lapangan di WK Rokan dengan mengedepankan aspek keselamatan, keandalan, efisiensi, dan disiplin biaya. (FSY/SP)





