Provinsi Riau

PHR Aktifkan Kembali Lapangan Reco Wilayah Rokan, Tambah Produksi Minyak 1.528 BOPD

Prov. Riau Jumat, 25 September 2026 - 08:44 WIB
PHR Aktifkan Kembali Lapangan Reco Wilayah Rokan, Tambah Produksi Minyak 1.528 BOPD

Berdasarkan hasil pengujian awal, sumur ini menghasilkan 1.528 BOPD dengan water cut 0 persen. Pengeboran RECO#4 sekaligus menjadi bagian dari upaya PHR mengoptimalkan kembali lapangan yang sebelumnya berstatus idle.

MIGASNEWS.CO, RIAU – Inovasi yang dilakukan guna meningkatkan produksi berhasil. PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) berhasil menambah produksi minyak sebesar 1.528 barel per hari (BOPD) melalui pengeboran Sumur RECO#4 di Lapangan Reco, Wilayah Kerja (WK) Rokan.

Berdasarkan hasil pengujian awal, sumur tersebut menghasilkan 1.528 BOPD dengan water cut 0 persen. Pengeboran RECO#4 sekaligus menjadi bagian dari upaya PHR mengoptimalkan kembali lapangan yang sebelumnya berstatus idle.

General Manager Zona Rokan PHR, Andre Wijanarko, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari integrasi kajian bawah permukaan (subsurface), perencanaan pengeboran, penerapan teknologi, dan pelaksanaan operasi di lapangan.

“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa optimalisasi aset yang telah ada dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan produksi. PHR akan terus mendorong penerapan teknologi, inovasi, serta penguatan kerja sama seluruh tim untuk mengembangkan potensi yang ada secara aman, efektif, dan efisien,” ujar Andre.

Pengeboran Sumur RECO#4 dilaksanakan melalui Mekanisme Surat Edaran Percepatan Produksi SKK Migas. Mekanisme tersebut mendukung percepatan kegiatan pengeboran yang memiliki potensi menambah produksi.

Pengeboran RECO#4 diawali studi subsurface untuk mengevaluasi kembali potensi lapangan-lapangan yang sebelumnya berstatus idle. Berdasarkan hasil kajian, sumur tersebut dirancang sebagai sumur infill berarah (directional well) dengan konfigurasi J-Type.

Sumur RECO#4 menargetkan reservoir batupasir Pematang. Dalam proses pengeboran, PHR menerapkan teknologi real-time geosteering secara mandiri untuk mengoptimalkan lintasan sumur agar tetap berada pada zona target reservoir.

Teknologi tersebut memungkinkan tim pengeboran mengevaluasi kondisi bawah permukaan secara langsung selama operasi, sehingga lintasan sumur dapat disesuaikan dengan posisi reservoir yang ditargetkan.

Setelah diproduksikan, minyak dari Sumur RECO#4 dialirkan menuju Gathering Station PAGER (PAGER GS) untuk diproses bersama produksi dari fasilitas yang terintegrasi di wilayah tersebut.

Andre mengatakan keberhasilan RECO#4 menjadi bagian dari upaya PHR menjaga dan meningkatkan produksi minyak dengan mengoptimalkan aset yang telah tersedia.

“Tambahan produksi dari Sumur RECO#4 diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan produksi minyak nasional sekaligus mendukung upaya memperkuat ketahanan energi Indonesia,” tutur Andre.

PHR menyatakan akan terus mengoptimalkan kegiatan eksplorasi, pengeboran, dan pengembangan lapangan di WK Rokan dengan mengedepankan aspek keselamatan, keandalan, efisiensi, dan disiplin biaya. (FSY/SP)