- Sempena Sumpah Pemuda, Pertamina Dorong Anak Muda jadi Penggerak Inovasi Indonesia
- Momen Sumpah Pemuda, Pertamina EP Rantau Gelar Simulasi Bencana Bagi Penyandang Difabel
- Lemigas, Dari Lab Riset ke Ladang Duit Impor Minyak dan BBM
- SKK Migas Sebut Hari Ini Gas Natuna yang Selama ke Singapura, Mulai Mengalir ke Batam
- Di Pameran Hutan.ID Fest 2026, PHR Hadirkan Strategi Biodiversitas Berkelanjutan
- Ganguan Listrik Mulai Terjadi di Riau, Ini Kata PLN Soal Pemadaman Bergilir
- Gapai Mimpi dan Merangkai Senyum Anak-anak Yatim, PHR & KMMBS Salurkan 700 Paket Sekolah
- Anggaran Kompensasi Dievaluasi, Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik Hingga Akhir 2026
- Kepala SKK Migas Djoko Siswanto: Doa 700 Sumur untuk PDSI & ADES
- Kementerian ESDM Proyeksikan BBM Bensin Bioetanol Berlaku 2027
SKK Migas Sebut Hari Ini Gas Natuna yang Selama ke Singapura, Mulai Mengalir ke Batam
PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) melaporkan, gas mulai mengalir pada pukul 00.25 WIB. Laju alir kemudian ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai 15 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) pada pukul 01.01 WIB. Pasokan tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan gas pembangkit listrik PLN Batam, termasuk di Tanjung Uncang.
Berita Populer
- Daftar Lengkap Jurusan yang Dibutuhkan TNI Terkait Rekrutmen Calon Perwira Prajurit Karir 2018
- Ikan Asin Bukan Makanan Orang Miskin
- Masalah Pribadi Jadi Alasan Siswa SMP di Pekanbaru Sayat Tangan, Bukan karena Minuman Energi
- Satu Situs KPU Kampar Diduga Diretas, Satu Lainnya Tidak Bisa Diakses
- Polisi Dumai Sita 5 Butir Ekstasi dari Kotak Rokok dan Ciduk Dua Pelaku
Berita Terkait
- BSP Siap Dukung PWI dan HPN 20190
- Semarak Gelaran Funtastic Walk Pertamina 20180
- Ketinggian Air Capai 40 Sentimeter, Dua Desa di Kampar Riau Kembali Terendam Banjir0
- Tinggi Buka Pintu Pelimpah PLTA Koto Panjang Kembali Dibuka karena Elevasi Air Waduk di Atas Normal0
- Polisi Rohul Tembak Terduga Pelaku Pembunuhan di Asahan yang Dikhawatirkan Akan Melukai0
MIGASNEWS.CO, JAKARTA – Sebuah gambaran ideal kini terjadi bagi perkembangan minyak dan gas bumi (migas) nasional. Untuk pertama kalinya sejak Indonesia merdeka, gas alam dari Laut Natuna yang selama ini 100 persen mengalir ke Singapura, akhirnya mulai dialirkan ke dalam negeri.
Hal ini disampaikan Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, Rabu, 28 Oktober 2026.
Dengan penuh rasa syukur, Djoko mengungkapkan bahwa gas alam dari Natuna yang selama ini mengalir ke Singapura, kini mulai masuk ke pangkuan Ibu Pertiwi.
“Alhamdulillah, untuk pertama kalinya sejak Indonesia Merdeka gas alam dari Laut Natuna yang selama ini 100% mengalir ke Singapura, tadi pagi dini hari akhirnya mengalir ke pangkuan Ibu Pertiwi. Jaya Indonesiaku Merdeka,” ujar Djoko kepada media.
Pernyataan tersebut menandai perkembangan penting dalam upaya mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya gas bumi nasional untuk memenuhi kebutuhan energi di dalam negeri.
Pengaliran gas Natuna ke pasar domestik menjadi momentum penting di tengah kebutuhan Indonesia untuk menjaga pasokan energi bagi pembangkit listrik, industri, dan berbagai sektor ekonomi.
Selama ini, sebagian gas dari wilayah Natuna disalurkan melalui infrastruktur pipa yang terhubung dengan pasar Singapura. Perubahan aliran tersebut membuka peluang bagi pemanfaatan gas bumi nasional untuk mendukung kebutuhan energi domestik.
Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat ketahanan energi, mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam, serta memastikan potensi migas Indonesia memberikan manfaat lebih besar bagi perekonomian nasional.
Djoko menjelaskan, bagi SKK Migas, pengaliran gas ke dalam negeri menjadi perkembangan strategis dalam pengelolaan hulu migas, khususnya dalam mengoptimalkan pasokan gas untuk memenuhi kebutuhan nasional.
Namun, realisasi manfaatnya akan sangat ditentukan oleh kepastian volume pasokan, kesiapan infrastruktur penyaluran, serta kesesuaian kebutuhan dan kontrak dengan para pengguna gas di dalam negeri.
Pemerintah dan para pemangku kepentingan sektor migas perlu memastikan penyaluran tersebut berlangsung berkelanjutan sehingga dapat mendukung kebutuhan energi nasional.
Bagi Indonesia, kabar dari Laut Natuna ini bukan sekadar perubahan arah aliran gas. Peristiwa tersebut membawa pesan penting bahwa sumber daya energi nasional harus dikelola agar manfaatnya semakin dirasakan oleh bangsa sendiri.
Sebagaimana ditegaskan Djoko Siswanto, gas Natuna yang akhirnya mengalir ke Tanah Air menjadi kabar yang patut disyukuri.
PLN Batam Terima Gas Natuna
Gas bumi dari Natuna, Kepulauan Riau (Kepri), mulai mengalir ke Batam melalui pipa West Natuna Transportation System (WNTS)–Pemping, Selasa (27/10/2026) dini hari. Pengaliran perdana ini menjadi langkah penting untuk memperkuat pasokan energi bagi pembangkit listrik di Batam sekaligus membuka akses lebih besar bagi pemanfaatan gas bumi untuk kebutuhan dalam negeri.
PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) melaporkan, gas mulai mengalir pada pukul 00.25 WIB. Laju alir kemudian ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai 15 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) pada pukul 01.01 WIB. Pasokan tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan gas pembangkit listrik PLN Batam, termasuk di Tanjung Uncang.
Pengaliran gas ini berlangsung bertepatan dengan peringatan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81 yang mengusung tema “Energi untuk Semua, Kemandirian bagi Indonesia”. Momentum tersebut sekaligus menandai pengoperasian jalur baru yang diharapkan memperkuat keandalan pasokan energi primer di Batam. (FSY/SP)





