- Ganguan Listrik Mulai Terjadi di Riau, Ini Kata PLN Soal Pemadaman Bergilir
- Gapai Mimpi dan Merangkai Senyum Anak-anak Yatim, PHR & KMMBS Salurkan 700 Paket Sekolah
- Anggaran Kompensasi Dievaluasi, Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik Hingga Akhir 2026
- Kepala SKK Migas Djoko Siswanto: Doa 700 Sumur untuk PDSI & ADES
- Kementerian ESDM Proyeksikan BBM Bensin Bioetanol Berlaku 2027
- Kembangkan Potensi Talenta Muda dan Ekonomi Desa, EMP Bentu Dukung Turnamen Sepak Bola Buluh Nipis
- Ruang Setara, Meracik Harapan dan Energi Kemandirian Ekonomi Kaum Difabel, Laporan Fithriady Syam
- Siapkan Talenta Siap Kerja, PHR Perkuat Kompetensi Generasi Muda Riau Melalui Program Upskilling dan
- Menimbun BBM, Polda Riau Sita Gudang Solar Subsidi 1.400 Liter di Pekanbaru
- Polisi Amankan Truk dan 14 Jerigen Solar Subsidi di Garuda Sakti Kampar
Anggaran Kompensasi Dievaluasi, Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik Hingga Akhir 2026
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, pemerintah akan terus memantau perkembangan harga minyak dan dinamika geopolitik untuk memastikan pasokan energi nasional tetap terjaga.
Berita Populer
- Daftar Lengkap Jurusan yang Dibutuhkan TNI Terkait Rekrutmen Calon Perwira Prajurit Karir 2018
- Ikan Asin Bukan Makanan Orang Miskin
- Masalah Pribadi Jadi Alasan Siswa SMP di Pekanbaru Sayat Tangan, Bukan karena Minuman Energi
- Satu Situs KPU Kampar Diduga Diretas, Satu Lainnya Tidak Bisa Diakses
- Polisi Dumai Sita 5 Butir Ekstasi dari Kotak Rokok dan Ciduk Dua Pelaku
Berita Terkait
- BSP Siap Dukung PWI dan HPN 20190
- Proses Perawatan, Sabtu Jaringan Operasi Gas Jargas Dihentikan Sementara0
- Pertamina EP Asset 1 Lirik Field Boyong Penghargaan Patra Nirbaya Karya0
- Wahyu Fadil SIK: PT SIK Kembangkan Rumah Subsidi di Pekanbaru0
- 7 Pimpinan Media dan Anggota SPS Riau Kunjungi Media Berbahasa Indonesia di Hong Kong0
MIGASNEWS.CO, JAKARTA – Kabar gembira. Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan naik hingga akhir 2026, meskipun harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) saat ini disebut telah mencapai rata-rata US$92 per barel, melampaui asumsi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar US$90 per barel.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, pemerintah akan terus memantau perkembangan harga minyak dan dinamika geopolitik untuk memastikan pasokan energi nasional tetap terjaga.
“Negara, Bapak Presiden, sudah memerintahkan kepada kami untuk mengatakan bahwa tidak boleh ada kenaikan harga BBM subsidi sampai dengan akhir tahun,” ujar Bahlil kepada media, Senin (26/10/2026), di Jakarta.
Menurut dia, perkembangan harga minyak dunia akan dipantau setiap hari. Pemerintah juga akan melihat dampaknya terhadap kebutuhan anggaran subsidi dan kompensasi energi sepanjang 2026.
Dalam sesi tanya jawab tersebut, Bahlil menyebut kenaikan rata-rata ICP menjadi US$92 per barel, dibandingkan asumsi APBN sebesar US$90 per barel, akan berdampak terhadap perhitungan anggaran subsidi dan kompensasi.
Namun, dia menegaskan bahwa kebijakan menjaga harga BBM bersubsidi hingga akhir tahun tetap menjadi arahan pemerintah.
Bahlil juga menjelaskan mekanisme pengadaan minyak melalui Badan Layanan Umum (BLU). Skema tersebut, menurut dia, memungkinkan pengadaan melalui mekanisme antarpemerintah maupun hubungan bisnis, sesuai ketentuan yang berlaku.
Dia menambahkan, Peraturan Presiden yang dibahas pemerintah membuka kemungkinan bagi Pertamina melakukan komunikasi untuk impor langsung apabila cadangan minyak nasional sudah sangat tipis atau terjadi gangguan geopolitik di negara sumber minyak.
Meski demikian, langkah tersebut harus dikoordinasikan dengan BLU.
“Kita lihat perkembangan. Mana yang menguntungkan negara,” kata Bahlil.
Ia menegaskan, keputusan pengadaan minyak harus mempertimbangkan kepentingan nasional, terutama untuk menjamin ketersediaan energi bagi masyarakat dan menjaga ketahanan energi Indonesia.
Pemerintah, lanjutnya, akan terus mengevaluasi perkembangan pasokan, harga minyak, serta situasi geopolitik sebelum menentukan langkah berikutnya.
Dengan kebijakan tersebut, pemerintah berupaya menjaga stabilitas harga BBM bersubsidi hingga penghujung 2026, sekaligus memastikan mekanisme pengadaan minyak tetap berjalan dengan mempertimbangkan kondisi cadangan dan kepentingan negara. (FSY/SP)





