Jakarta

Menteri Bahlil Buka Jalan Batu Bara Jadi Bensin, Impor BBM Diproyeksi Turun

Ekonomi Selasa, 29 September 2026 - 09:08 WIB
Menteri Bahlil Buka Jalan Batu Bara Jadi Bensin, Impor BBM Diproyeksi Turun

Menurut Bahlil, perkembangan teknologi saat ini memungkinkan batu bara berkalori rendah (low calorie coal) diolah menjadi produk energi lain, termasuk gas dan minyak.

MIGASNEWS.CO, JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan siap menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengoptimalkan batu bara sebagai sumber energi alternatif, termasuk mengolah batu bara berkalori rendah menjadi minyak dan gas.

Bahlil mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan energi nasional dengan memanfaatkan sumber energi yang tersedia di dalam negeri.

“Kami sebagai Menteri ESDM akan menindaklanjuti setiap perintah dan arahan Bapak Presiden terkait dengan optimalisasi dalam rangka meningkatkan ketahanan energi dengan memakai sumber energi dalam negeri,” ujar Bahlil saat ditemui di Jakarta, Senin (21/9/2026).

Menurut Bahlil, perkembangan teknologi saat ini memungkinkan batu bara berkalori rendah (low calorie coal) diolah menjadi produk energi lain, termasuk gas dan minyak.

“Salah satu antaranya adalah energi alternatif dari batu bara. Sekarang teknologinya itu sudah canggih, di mana batu bara yang low calorie itu bisa menghasilkan gas maupun minyak,” kata Bahlil.

Ia menjelaskan, arahan Presiden Prabowo tersebut tidak terlepas dari kondisi geopolitik global yang masih penuh ketidakpastian. Pemerintah, kata Bahlil, ingin mengoptimalkan seluruh potensi energi domestik untuk memperkuat ketahanan energi Indonesia.

Pengembangan teknologi pengolahan batu bara menjadi bahan bakar tersebut menjadi salah satu opsi yang tengah dikaji pemerintah.

Bahlil sebelumnya juga menyampaikan bahwa Indonesia menghadapi kebutuhan BBM yang besar sehingga diversifikasi sumber energi menjadi penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri.

Selain batu bara, pemerintah juga tengah mendorong pengembangan bahan bakar berbasis energi terbarukan. Bahlil menyebut penerapan bioetanol hingga E50 ditargetkan dapat mengurangi kebutuhan impor produk bensin jadi.

Dengan demikian, strategi pemerintah diarahkan pada pemanfaatan berbagai sumber daya domestik—mulai dari batu bara, minyak dan gas bumi hingga bahan baku biofuel—untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

Namun, rencana pengolahan batu bara menjadi BBM masih membutuhkan kajian lebih lanjut terkait teknologi, keekonomian, investasi, serta kesiapan industrinya sebelum dapat diterapkan dalam skala komersial. (FSY/SP)