- SPBU Pelalawan dan Dumai Dicek Pertamina, Stok BBM Dipastikan Aman
- Surat Kemenkeu Berisi DBH Migas Siak akan Dipangkas 70 Persen, Bupati Afni: Sungguh Terlalu
- DPRD Riau Minta Pemerintah Serius Respon Kekecewaan Warga Soal Ketersediaan BBM
- Plt Gubri SF Hariyanto Sebut Ekonomi Riau Harus Tumbuh, Lingkungan Tetap Terjaga
- Pengusaha SPBU Melalui Hiswana Migas Riau Dorong Penambahan Kuota BBM Subsidi
- Aksi Konkret Perkuat Akses Energi dan Mobilitas Masyarakat, PHR Wujudkan Jalan Mulus di Duri
- Mengenang Menteri Energi Pertama, Djoko Siswanto Menjaga Api Ketahanan Energi
- SKK Migas Sebut Sumur Talang Jimar Sumsel Tingkatkan Produksi Minyak Nasional
- Menteri Bahlil Buka Jalan Batu Bara Jadi Bensin, Impor BBM Diproyeksi Turun
- Rp8,37 Triliun APBD Perubahan Riau 2026 Disahkan DPRD Riau, PAD dan Efisiensi Disorot
DPRD Riau Minta Pemerintah Serius Respon Kekecewaan Warga Soal Ketersediaan BBM
Amggota DPRD Riau Muhtarom berharap kepolisian dapat melakukan pengawasan dan mengambil tindakan jika ditemukan adanya pelanggaran dalam penyaluran BBM bersubsidi.
Berita Populer
- Daftar Lengkap Jurusan yang Dibutuhkan TNI Terkait Rekrutmen Calon Perwira Prajurit Karir 2018
- Ikan Asin Bukan Makanan Orang Miskin
- Masalah Pribadi Jadi Alasan Siswa SMP di Pekanbaru Sayat Tangan, Bukan karena Minuman Energi
- Satu Situs KPU Kampar Diduga Diretas, Satu Lainnya Tidak Bisa Diakses
- Polisi Dumai Sita 5 Butir Ekstasi dari Kotak Rokok dan Ciduk Dua Pelaku
Berita Terkait
- Semarak Gelaran Funtastic Walk Pertamina 20180
- Ketinggian Air Capai 40 Sentimeter, Dua Desa di Kampar Riau Kembali Terendam Banjir0
- Tinggi Buka Pintu Pelimpah PLTA Koto Panjang Kembali Dibuka karena Elevasi Air Waduk di Atas Normal0
- Polisi Rohul Tembak Terduga Pelaku Pembunuhan di Asahan yang Dikhawatirkan Akan Melukai0
- Ajang Kebangkitan, Suku Talang Mamak di Inhu Kembali Gelar Gawai Gedang 20180
MIGASNEWS.CO, PEKANBARU - Anggota Komisi IV DPRD Riau, Muhtarom, menyoroti persoalan antrian panjang kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU akibat keterbatasan ketersediaan BBM bersubsidi solar.
Muhtarom mengatakan, persoalan antrian BBM tersebut sudah banyak dikeluhkan masyarakat. Ia berharap aparat dan pihak terkait segera melakukan langkah untuk mengatasi masalah tersebut.
"Kami juga merasakan apa yang dirasakan masyarakat. Banyak masyarakat yang menyampaikan keluhan terkait persoalan ini," ujar Muhtarom, Rabu 30 September 2026 lalu.
Muhtarom berharap kepolisian dapat melakukan pengawasan dan mengambil tindakan jika ditemukan adanya pelanggaran dalam penyaluran BBM bersubsidi.
Menurutnya, antrian panjang seharusnya dapat diminimalkan apabila pasokan BBM ke setiap SPBU sesuai dengan kebutuhan dan kuota yang telah ditetapkan.
"Kalau barangnya cukup dan dibagi sesuai dengan jatah masing-masing SPBU, seharusnya tidak terjadi antrian panjang," katanya.
Muhtarom mengaku prihatin setelah melihat langsung kondisi antrian di lapangan. Ia menceritakan adanya masyarakat yang sudah mengantri berjam-jam, namun akhirnya tidak mendapatkan BBM karena stok di SPBU habis.
"Orang sudah antri berjam-jam, ternyata minyaknya sudah habis. Ini yang membuat masyarakat kecewa," ujarnya.
Ia menilai pengawasan terhadap stok BBM di SPBU perlu diperkuat. Menurutnya, pihak terkait harus mengetahui secara pasti berapa banyak BBM yang masuk, berapa yang sudah disalurkan, dan kapan stok diperkirakan habis.
Dengan demikian, masyarakat yang sedang mengantri dapat memperoleh informasi lebih awal apabila stok BBM di SPBU sudah tidak tersedia.
"Kontrolnya harus diperkuat. SPBU dan pihak terkait harus tahu berapa kuota yang masuk dan berapa yang sudah keluar. Jangan sampai masyarakat dibiarkan mengantri panjang, tetapi akhirnya BBM habis," tegas Muhtarom.
Muhtarom menambahkan, persoalan BBM ini bukan masalah kecil karena menyangkut kebutuhan masyarakat luas. Karena itu, ia meminta pemerintah dan pihak terkait memberikan perhatian serius terhadap persoalan distribusi dan ketersediaan BBM.
"Saya berharap persoalan ini benar-benar menjadi perhatian. Ini menyangkut kebutuhan hidup orang banyak," sebutnya lagi. (FSY/SP)





