- Plt Gubri SF Hariyanto Sebut Ekonomi Riau Harus Tumbuh, Lingkungan Tetap Terjaga
- Pengusaha SPBU Melalui Hiswana Migas Riau Dorong Penambahan Kuota BBM Subsidi
- Aksi Konkret Perkuat Akses Energi dan Mobilitas Masyarakat, PHR Wujudkan Jalan Mulus di Duri
- Mengenang Menteri Energi Pertama, Djoko Siswanto Menjaga Api Ketahanan Energi
- SKK Migas Sebut Sumur Talang Jimar Sumsel Tingkatkan Produksi Minyak Nasional
- Menteri Bahlil Buka Jalan Batu Bara Jadi Bensin, Impor BBM Diproyeksi Turun
- Rp8,37 Triliun APBD Perubahan Riau 2026 Disahkan DPRD Riau, PAD dan Efisiensi Disorot
- Optimalkan Kapasitas Produksi, Pertamina Hulu Rokan Terus Dorong Ketahanan Energi dari Zona Rokan
- Seluas 772 Hektare DAS di Taman Nasional Tesso Nilo Selesai Direhabilitasi PT Bumi Siak Pusako
- Tampilkan 32 UMKM Binaan, Pertamina SMEXPO Pekanbaru Dibuka 25-27 September 2026
Pengusaha SPBU Melalui Hiswana Migas Riau Dorong Penambahan Kuota BBM Subsidi
Ketua DPC Hiswana Migas Riau, Tuah Laksamana Negara, mengatakan penyaluran BBM bersubsidi saat ini telah menggunakan sistem barcode sebagai bagian dari regulasi dan pengawasan subsidi.
Berita Populer
- Daftar Lengkap Jurusan yang Dibutuhkan TNI Terkait Rekrutmen Calon Perwira Prajurit Karir 2018
- Ikan Asin Bukan Makanan Orang Miskin
- Masalah Pribadi Jadi Alasan Siswa SMP di Pekanbaru Sayat Tangan, Bukan karena Minuman Energi
- Satu Situs KPU Kampar Diduga Diretas, Satu Lainnya Tidak Bisa Diakses
- Polisi Dumai Sita 5 Butir Ekstasi dari Kotak Rokok dan Ciduk Dua Pelaku
Berita Terkait
MIGASNEWS.CO, RIAU – Menyikapi antrean BBM bersubdisi di Riau, pihak SPBU melalui Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Riau menghimbau masyarakat agar menggunakan BBM bersubsidi sesuai dengan kebutuhan. Hal ini dilakukan untuk mencegah adanya penyalahgunaan kuota subsidi.
Ketua DPC Hiswana Migas Riau, Tuah Laksamana Negara, mengatakan penyaluran BBM bersubsidi saat ini telah menggunakan sistem barcode sebagai bagian dari regulasi dan pengawasan subsidi.
Menurutnya, sistem barcode tersebut memiliki masa berlaku selama 24 jam. Setelah kuota yang diberikan habis, kuota akan kembali tersedia pada hari berikutnya sesuai ketentuan.
"Kami menghimbau masyarakat, mohon BBM subsidi itu dipakai sesuai dengan kebutuhan. Jangan sampai ada pihak yang memanfaatkan celah dari sistem yang berlaku," ujar Tuah baru-baru ini.
Ia menjelaskan, pihak SPBU hanya dapat menyalurkan BBM bersubsidi sesuai dengan kuota yang tersedia dalam sistem. Jika kuota pada hari tersebut telah habis, SPBU tidak dapat menyalurkan BBM bersubsidi melebihi batas yang telah ditentukan.
"Kalau kuotanya sudah habis, besok ada kuota baru lagi. Kami juga tidak bisa menyalurkan lebih dari kuota yang ditentukan karena ini merupakan BBM subsidi," katanya.
Tuah menegaskan, penyaluran BBM bersubsidi di SPBU telah menggunakan sistem digital sehingga setiap transaksi tercatat. Penyaluran tersebut juga harus dipertanggungjawabkan dan dilaporkan dalam proses audit.
"Tanpa penjualan dan barcode, tidak mungkin kami melakukan penyaluran. Karena setiap akhir tahun pasti ada pemeriksaan dan seluruh penyaluran subsidi harus kami pertanggungjawabkan," jelasnya.
Terkait antrian panjang dan kebutuhan masyarakat, Hiswana Migas berharap adanya penambahan kuota BBM bersubsidi, khususnya di Riau. Usulan penambahan kuota tersebut sebelumnya telah disampaikan melalui pemerintah daerah dan diharapkan dapat diteruskan kepada pemerintah pusat.
Penambahan kuota dinilai penting untuk mengantisipasi meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).
"Sebentar lagi masuk Desember dan Nataru. Mobilitas kendaraan tentu akan meningkat. Kami berharap usulan penambahan kuota ini dapat disetujui sehingga kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi," kata Tuah.
Ia juga berharap pengawasan terhadap penyaluran BBM bersubsidi dapat dilakukan bersama-sama, baik oleh pemerintah, SPBU maupun masyarakat.
"Harapan kami, pelaksanaan subsidi ini bisa berjalan sesuai dengan kesepakatan rapat dan aspirasi masyarakat," sebutnya. (FSY/SP)





