- Menimbun BBM, Polda Riau Sita Gudang Solar Subsidi 1.400 Liter di Pekanbaru
- Polisi Amankan Truk dan 14 Jerigen Solar Subsidi di Garuda Sakti Kampar
- EMP Group Gelar Media Field Trip, Ajak Wartawan Jelajah Sejarah dan Perluas Wawasan di Batam
- Soal Penimbun BBM, Akademisi Unri Minta Polda Riau Usut Jaringan Hingga ke Pemodal
- Dari Lidi Sawit Menjadi Piring, Ibu-Ibu Melebung Merintis Usaha Bersama EMP Korinci Baru
- SKK Migas Bidik Terobosan Baru, FOREK Hulu Migas jadi Arena Adu Strategi
- Tujuh Kapal Dikerahkan, Perkuat Cadangan BBM di Bali Hingga 15 Hari
- Edukasi Beternak dan Bertani, Pertamina Hulu Rokan Memupuk Generasi Sadar Lingkungan
- Percepat Pemulihan BBM di Bali, Menteri ESDM Bahlil Cek Distribusi Pertamina
- Pemerintah Terus Matangkan RUU Migas, Bahlil Sebut Penyusunan Capai 80–90 Persen
EMP Group Gelar Media Field Trip, Ajak Wartawan Jelajah Sejarah dan Perluas Wawasan di Batam
Melalui rangkaian media field trip bersama PT Energi Mega Persada (EMP) Group melalui PT Imbang Tata Alam (ITA) pada 19-23 Oktober 2026, rombongan mengunjungi Kantor Berita ANTARA Kepulauan Riau (Kepri) dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Batam, 21 Oktober 2026 lalu.
Berita Populer
- Daftar Lengkap Jurusan yang Dibutuhkan TNI Terkait Rekrutmen Calon Perwira Prajurit Karir 2018
- Ikan Asin Bukan Makanan Orang Miskin
- Masalah Pribadi Jadi Alasan Siswa SMP di Pekanbaru Sayat Tangan, Bukan karena Minuman Energi
- Satu Situs KPU Kampar Diduga Diretas, Satu Lainnya Tidak Bisa Diakses
- Polisi Dumai Sita 5 Butir Ekstasi dari Kotak Rokok dan Ciduk Dua Pelaku
Berita Terkait
- Semarak Gelaran Funtastic Walk Pertamina 20180
- Ketinggian Air Capai 40 Sentimeter, Dua Desa di Kampar Riau Kembali Terendam Banjir0
- Tinggi Buka Pintu Pelimpah PLTA Koto Panjang Kembali Dibuka karena Elevasi Air Waduk di Atas Normal0
- Polisi Rohul Tembak Terduga Pelaku Pembunuhan di Asahan yang Dikhawatirkan Akan Melukai0
- Ajang Kebangkitan, Suku Talang Mamak di Inhu Kembali Gelar Gawai Gedang 20180
MIGASNEWS.CO, BATAM - Perjalanan ke kota lain tak selalu hanya soal berpindah tempat. Bagi rombongan wartawan dari Sei Apit, Kabupaten Siak, Riau, kunjungan ke Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, menjadi kesempatan untuk bertukar pengalaman, mengenal perjalanan media nasional, hingga berbagi cerita mengenai program lingkungan di daerah mereka.
Melalui rangkaian media field trip bersama PT Energi Mega Persada (EMP) Group melalui PT Imbang Tata Alam (ITA) pada 19-23 Oktober 2026, rombongan mengunjungi Kantor Berita ANTARA Kepulauan Riau (Kepri) dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Batam, 21 Oktober 2026 lalu.
Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang migas menjadikan kunjungan ini membuka ruang diskusi dengan sudut pandang berbeda. Di ANTARA Kepri, peserta diajak mengenal sejarah dan perkembangan kantor berita nasional.
Sementara di Kantor PWI Batam, pembicaraan berkembang pada hubungan perusahaan dengan insan pers serta program pelestarian lingkungan yang dijalankan di Sei Apit.
Dalam kunjungan ke kantor media tersebut, Kepala Biro ANTARA Kepri, Yunanti Jannatun Naim, menyambut kedatangan rombongan dan berbagi pengetahuan soal sejarah berdirinya ANTARA, yang telah hadir jauh sebelum Indonesia memproklamasikan kemerdekaan.
"ANTARA ini sebenarnya sudah berdiri sejak 13 Desember 1937 atas prakarsa Adam Malik, Soemanang, A.M. Sipahoetar, dan Pandoe Kartawigoena, tapi dulu tidak se-progresif sekarang penyebarannya," terang Yunanti kepada rombongan.
Perjalanan panjang tersebut membawa ANTARA berkembang menjadi lembaga kantor berita nasional. Pada 2007, ANTARA resmi berstatus sebagai Perum Lembaga Kantor Berita Nasional ANTARA berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2007.
"Sekarang kami tidak hanya jadi media yang menyampaikan program-program pemerintah ke masyarakat, tapi kami menyebarkan peristiwa-peristiwa yang terjadi di sekitar kita kepada publik yang pastinya sudah melewati tahapan verifikasi sebelum beritanya tayang," tegas Yunanti.
Diskusi berlangsung dalam suasana penuh keakraban, membuka kesempatan bagi peserta untuk bertukar pandangan mengenai perjalanan media di Riau hingga media nasional lainnya.
Melanjutkan perjalanan, rombongan menyambangi kantor PWI Batam. Pertemuan bersama ini juga membuka ruang untuk membahas komunikasi antara perusahaan dan wartawan sekaligus bertukar informasi mengenai program yang dijalankan EMP Group.
Salah satu topik yang menarik perhatian ialah program pelestarian kawasan konservasi mangrove di Sei Apit, Kabupaten Siak yakni Ekowisata Mangrove Sungai Bersejarah (MSB).
CSR Coordinator EMP Group, Arif Hidayatullah, menjelaskan program mangrove ini memiliki peran penting bagi ekosistem pesisir. Selain membantu mengurangi dampak abrasi, kawasan mangrove menjadi habitat bagi berbagai jenis biota.
"Di mangrove ini kami juga membuat sekolah alam setiap Sabtu dan Minggu dan bisa diikuti oleh semua anak-anak di daerah sana. Kami juga ada namanya itu bank lumpur, jadi kami akan menyerahkan bibit kepada anak-anak disana, dan mereka yang akan menanamnya. Jadi mereka bisa belajar tentang tanaman baik dari namanya sampai bagaimana merawatnya," jelas Arif dalam pertemuan tersebut.
Melalui program ini pula, EMP Group tidak hanya berupaya menjalin komunikasi kepada masyarakat setempat, tapi juga membuktikan aksi nyata agar masyarakat bisa merasakan manfaat dari EMP Group di lingkungannya.
"Inilah salah satu upaya kami tetap menjalin hubungan baik dengan warga setempat terutama dengan media-media disana. Kami tidak mau menunjukkan dan menjanjikan saja, tapi biar orang yang melihat dan menilai sehingga kami pun juga jadi bernilai di masyarakat," sambung Arif.
Mendengar penjelasan tersebut, Ketua PWI Batam, Muhammad Khafi Anshary merespon dengan antusias hingga tertarik untuk memepelajari program tersebut lebih lanjut. Ketertarikan itu membuka peluang pertukaran pengalaman antardaerah, terutama dalam upaya menjaga kawasan pesisir.
"Ini program yang sangat menarik dan mestinya bisa kita terapkan di Batam ya karena peluang konservasi mangrove disini harusnya lebih baik. Mungkin kami akan mampir kesana kalau ada kesempatan untuk melihat langsung sekaligus dan gantian ya kita yang bersilaturahni kesana," ungkap Khafi.
Ketertarikan PWI Batam untuk mengunjungi kawasan mangrove di Siak pun menjadi salah satu hal yang dapat ditindaklanjuti setelah pertemuan. Melalui kunjungan langsung, pengalaman mengenai pengelolaan dan tantangan konservasi dapat dipelajari secara lebih utuh.
Di lain sisi, Media Relation Officer EMP Group, Hanshardi dalam kesempatan yang sama mengapresiasi pihak yang menerima kunjungan rombongan Media Field Trip.
"Rangkaian media field trip ini memang tujuannya bukan hanya mempertemukan wartawan dari Sei Apit dengan pelaku media dan organisasi profesi wartawan di Batam, tapi juga memberikan kesempatan untuk memperluas wawasan melalui diskusi langsung," kata Hans. (FSY/SP)





