- DBH Migas Dipangkas, Mantan Gubri Wan Abubakar Minta Kepala Daerah di Riau Bersatu Berjuang ke Pusat
- Data OPEC Annual Statistical Bulletin 2026 Jadikan Singapura Importir Minyak Terbesar di ASEAN
- PHR Dukung Batik Mandau dan Dumai, Motif Pelestarian Budaya di Helai Kain untuk Kemandirian Ekonomi
- Warga, Polisi dan Pertamina Temukan 54 Tangki di Gudang Penyimpanan BBM
- DBH Migas Dipangkas 72 Persen, MKA LAMR Siak: Berpotensi Menekan Biaya Pembangunan dan Pelayanan
- Urai Antrean BBM, DPRD Minta Mobil Bertonase Besar Jangan ke Masuk Kota Pekanbaru
- Pulih Pasca Banjir Melalui PPM, Pertamina EP Rantau Berdayakan Kelompok Tani Tunas Muda Aceh Tamiang
- Atasi Kesulitan Air Saat Kemarau, PHR Hadirkan Solusi Bagi Kelompok Wanita Tani Perawang Siak
- Dilantik, Ternyata Ini Alasan Prabowo Jadikan Bahlil Menko Hilirisasi & Transisi Energi
- SKK Migas dan EMP Bentu Perkuat Sinergi Media Dukung Ketahanan Energi Nasional
PHR Dukung Batik Mandau dan Dumai, Motif Pelestarian Budaya di Helai Kain untuk Kemandirian Ekonomi
Pengrajin Batik Mandau tengah melakukan aktivitas membatik di Workshop Batik Mandau, Jalan Jenderal Sudirman, Duri, Bengkalis_
Berita Populer
- Daftar Lengkap Jurusan yang Dibutuhkan TNI Terkait Rekrutmen Calon Perwira Prajurit Karir 2018
- Ikan Asin Bukan Makanan Orang Miskin
- Masalah Pribadi Jadi Alasan Siswa SMP di Pekanbaru Sayat Tangan, Bukan karena Minuman Energi
- Satu Situs KPU Kampar Diduga Diretas, Satu Lainnya Tidak Bisa Diakses
- Polisi Dumai Sita 5 Butir Ekstasi dari Kotak Rokok dan Ciduk Dua Pelaku
Berita Terkait
- Semarak Gelaran Funtastic Walk Pertamina 20180
- Ketinggian Air Capai 40 Sentimeter, Dua Desa di Kampar Riau Kembali Terendam Banjir0
- Tinggi Buka Pintu Pelimpah PLTA Koto Panjang Kembali Dibuka karena Elevasi Air Waduk di Atas Normal0
- Polisi Rohul Tembak Terduga Pelaku Pembunuhan di Asahan yang Dikhawatirkan Akan Melukai0
- Ajang Kebangkitan, Suku Talang Mamak di Inhu Kembali Gelar Gawai Gedang 20180
MIGASNEWS.CO, RIAU – Sebuah program pemberdayaan masyarakat yang patut diapresiasi. Dua wanita piawai melukiskan canting di atas kain putih. Jemari mereka lentur mengikuti garis dan pola yang menawan. Seketika kain putih yang dibentang dengan bingkai lima meter persegi itu berubah menjadi kain batik yang cantik, lengkap dengan ornamen khas tanah melayu.
“Ini namanya motif nenas,” kata Aslinda, pengrajin batik saat ditemui di Workshop Batik Mandau, Jalan Jenderal Sudirman, Duri, Bengkalis, Riau.
Pengrajin lainnya tampak teliti membuat pola batik menggunakan canting cap. Motifnya tak kalah menarik, membentuk gambar pompa angguk yang lazim terlihat di lapangan industri migas. Motif pompa angguk belakangan menjadi ikon Batik Mandau. Tak sekedar unik, motif pompa angguk memiliki makna dan filosofi yang melekat dengan kehidupan masyarakat Duri, Bengkalis sebagai daerah pemilik lapangan migas terbesar di Indonesia.
Selain motif bernuansa migas, Batik Mandau yang digerakkan oleh sekelompok perempuan kreatif dari Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kecamatan Mandau ini tak lantas melupakan aspek budaya melayu. Berbagai motif batik nuansa melayu juga ditawarkan; mulai dari pucuk rebung, bunga melati, daun duri, bolu kemojo, hingga lambang ‘Bermasa’, semboyan Kabupaten Bengkalis yang merupakan singkatan dari bermarwah, maju dan sejahtera.
Batik Mandau merupakan salah satu pusat kerajinan ekonomi kreatif binaan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan. Melalui program Community Involvement and Development (CID), PHR menggandeng Politeknik Bengkalis untuk mendukung aktivitas kerajinan batik PKK Mandau. Keberadaan Batik Mandau dan Batik Dumai berangkat dari semangat kaum perempuan untuk terus berkarya. Gayung bersambut, semangat berkreatifitas didukung penuh Pemerintah Kabupaten Bengkalis, Kota Dumai dan Pertamina Hulu Rokan.
“PHR sangat memperhatikan kami, mendukung peralatan membatik mulai dari canting, cap dan perlengkapan lainnya,” kata Ketua Tim Penggerak PKK Mandau, Dewi Asdinar.
Batik Mandau perlahan bergerak maju dan berkembang. Produk kain Batik Mandau mulai dikenal diseantero Riau. Pesanan berdatangan mulai dari instansi pemerintahan hingga perusahaan.
Kota Dumai tak kalah menarik, TP PKK Dumai juga memiliki batik unggulan yakni sunting putri tujuh yang terinsiprasi dari budaya dan cerita rakyat asal usul daerah itu. Ada juga motif periuk beruk, berbentuk tumbuhan kantong semar yang unik, bunga kembang loyang dan bunga tanjung representasi flora khas kota Dumai dan tak ketinggalan motif kapal lancang kuning sebagai simbol kejayaan melayu. Motif-motif tersebut tersusun rapi di galeri Batik Dumai, aula Khairul Anwar, Jl Putri Tujuh, Komplek Perumahan Wali Kota Dumai.
Kreativitas para anggota yang mampu menghasilkan kain bermotif indah itu kini berkembang menjadi kegiatan produktif. Pemasarannya terus dikembangkan. Galeri Batik Dumai juga dapat ditemui di pusat pertokolan sekitar Dumai Islamic Center (DIC) dan toko daring. Pemesannya pun beragam, mulai dari perorangan hingga instansi pemerintahan baik lokal maupun luar daerah, bahkan wisatawan Malaysia. Ketua TP PKK Kota Dumai, Leni Ramaini mengapresiasi kontribusi PHR atas kemajuan Batik Dumai. Pelatihan membatik yang ditaja PHR tidak sekedar mengasah keterampilan, namun kini mampu memberikan dampak ekonomi bagi anggotanya.
PHR terus berkomitmen dalam mendukung keberlanjutan warisan budaya nusantara sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar area operasinya. Melalui program Community Develompment and Involvement (CID), PHR secara konsisten mendampingi para pengrajin dan UMKM batik Mandau dan Dumai terus maju dan berkembang.
Dukungan PHR tidak hanya berfokus pada pelestarian seni dan budaya lokal, tetapi juga difokuskan pada peningkatan kapasitas produksi, pelatihan manajemen usaha, bantuan sarana-prasarana membatik, hingga pembukaan akses pasar yang lebih luas.
Kolaborasi yang baik antara PHR dan pemerintah daerah ini terbukti mampu menggerakkan potensi para perempuan lokal dan kelompok ibu rumah tangga hingga menjadi pelaku ekonomi kreatif yang mandiri. Melalui program pemberdayaan UMKM batik ini, Pertamina Hulu Rokan terus membuktikan komitmennya dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), dengan membuka akses pertumbuhan ekonomi, serta penyediaan ruang berdaya bagi perempuan. (FSY/SP)





